Banjir Semarang Rendam Tiga Kecamatan, 1.858 Warga Terdampak dan Seorang Lansia Hanyut Masih Dalam Pencarian

Banjir semarang meiBanjir semarang mei
Update Banjir Semarang: Ribuan Jiwa Terdampak, Lumpur dan Genangan Mulai Dibersihkan

INBERITA.COM, Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, menyebabkan ribuan warga terdampak setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Jumat malam, 15 Mei.

Luapan air yang merendam permukiman warga terjadi di tiga kecamatan sekaligus, yakni Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.

Data terbaru mencatat sebanyak 556 kepala keluarga atau lebih dari 1.858 jiwa terdampak akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

Genangan air yang sempat menguasai sejumlah kawasan permukiman dipicu tingginya curah hujan yang membuat kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap ke rumah-rumah warga dan fasilitas lingkungan di beberapa titik.

Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martantono menjelaskan bahwa dampak banjir paling besar terjadi di wilayah Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.

Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama meluapnya sungai hingga menggenangi kawasan padat penduduk.

“Banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan areal sungai tidak dapat menampung debit air yang berlebih, dan meluap,” kata Endro.

Wilayah paling terdampak tercatat berada di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu. Di kawasan ini, sebanyak 313 kepala keluarga atau sekitar 1.252 warga terdampak banjir.

Selain merendam rumah warga, banjir juga memicu insiden warga hanyut. Seorang lansia bernama Maryam (70) dilaporkan terseret arus dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh petugas gabungan.

Peristiwa tersebut menambah keprihatinan warga yang sejak malam harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah-rumah mereka. Petugas BPBD bersama tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi sekaligus pemantauan kondisi lapangan.

Sementara itu, di Kecamatan Ngaliyan, banjir turut merendam dua kelurahan. Di Kelurahan Purwoyoso, tercatat sebanyak 146 kepala keluarga atau lebih dari 273 warga terdampak.

Sedangkan di Kelurahan Bambankerep, sedikitnya 16 kepala keluarga atau 49 jiwa ikut terdampak akibat luapan air.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Semarang Barat. Sedikitnya empat kelurahan terdampak banjir dengan jumlah warga terdampak mencapai ratusan jiwa.

Di Kelurahan Kalibanteng Kidul, tercatat 22 kepala keluarga atau sekitar 60 warga terdampak. Kemudian di Kelurahan Kembangarum, sebanyak 59 kepala keluarga atau 224 jiwa ikut terdampak genangan.

Selain kerusakan dan genangan, banjir di wilayah Semarang Barat juga menyebabkan adanya korban luka. Seorang warga bernama Wahyu Adi Kristanto dilaporkan mengalami patah tulang di tengah situasi banjir yang melanda kawasan tersebut.

Genangan juga dilaporkan masuk ke puluhan rumah warga di Kelurahan Kalibanteng Kulon. Sedikitnya 25 rumah di Jalan Jembawa RT 06/RW 01 sempat terendam air.

Tak hanya itu, banjir juga menggenangi sejumlah titik di Kelurahan Krapyak, tepatnya di RT 01, RT 02, RW 03, dan RW 09.

Meski sebagian besar genangan kini mulai surut, aktivitas penanganan pascabanjir masih terus berlangsung. Petugas gabungan melakukan pembersihan lumpur yang tertinggal di lingkungan warga serta mempercepat pemulihan kondisi kawasan terdampak.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memastikan bantuan sosial dan logistik bagi warga terdampak sudah mulai disalurkan sejak banjir terjadi.

Pemerintah kota bersama organisasi perangkat daerah dan personel gabungan disebut bergerak cepat untuk menangani situasi darurat di lapangan.

“Bantuan tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung,” kata Agustina, Sabtu, 16 Mei.

Menurut Agustina, berbagai langkah penanganan terus dilakukan secara intensif untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Mulai dari pembersihan material lumpur, normalisasi saluran air, hingga penyedotan genangan dilakukan di sejumlah titik yang sebelumnya terendam.

“Pembersihan material lumpur, normalisasi saluran, penyedotan genangan, hingga pendataan warga terdampak dilakukan secara intensif agar kondisi segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujarnya.

Pemerintah Kota Semarang juga telah mendistribusikan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir.

Bantuan tersebut meliputi 60 paket makanan siap saji, 140 paket lauk pauk siap saji, 25 lembar kasur, 10 lembar tenda gulung, 10 paket family kit, serta delapan paket perlengkapan anak atau kids ware.

Distribusi bantuan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah proses pemulihan pascabanjir.

Sejumlah warga masih membersihkan rumah dan lingkungan mereka dari sisa lumpur dan material yang terbawa arus air.

Bencana banjir yang kembali melanda Semarang menjadi perhatian serius mengingat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi drainase dan kapasitas sungai kembali menjadi sorotan setelah luapan air merendam permukiman padat penduduk dan mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.