INBERITA.COM, Hujan deras yang mengguyur kawasan Pegunungan Argopuro menyebabkan banjir melanda lima kecamatan di wilayah timur Kabupaten Probolinggo pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari (22/2/2026).
Ketinggian air yang tercatat lebih dari satu meter di sejumlah titik ini mengakibatkan kerusakan parah di beberapa daerah, dengan krisis paling terasa di Kecamatan Kraksaan dan Matekan.
Banjir yang datang mendadak ini memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo untuk mengerahkan tim evakuasi guna menyelamatkan warga, terutama anak-anak dan lansia.
Di Kelurahan Kraksaan Wetan, air meluap hingga setinggi dada orang dewasa, menenggelamkan rumah-rumah penduduk yang terdampak. Arus air yang deras juga menyebabkan kerusakan di beberapa titik, termasuk Desa Matekan, Kecamatan Besuk, yang rumahnya rusak akibat derasnya aliran air.
Menurut warga setempat, Fathul Arifin, banjir kali ini adalah yang terparah sejak ia tinggal di Kraksaan.
“Banjir ini yang paling parah sejak saya tinggal di sini,” ujarnya kepada wartawan.
Fathul menambahkan, air datang secara mendadak, dan rumah mereka nyaris tidak sempat diselamatkan dari genangan air yang cepat naik.
Banjir juga menyapu berbagai perabot rumah tangga dan merendam jalan-jalan utama, membuat akses ke beberapa area terputus.
BPBD mengungkapkan bahwa petugasnya segera merespons dengan melakukan evakuasi menggunakan perahu karet, terutama untuk menyelamatkan anak-anak dan orang lanjut usia.
Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, hingga Minggu dini hari, ada lima kecamatan yang terendam banjir, yakni Kecamatan Paiton, Kraksaan, Besuk, Krejengan, dan Pajarakan.
BPBD masih melakukan pemantauan di beberapa titik yang terdampak dan pendataan kerusakan lebih lanjut.
“Saat ini kami masih menyiagakan personel di lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi dan pendataan lebih lanjut,” terang Oemar.
Pihak BPBD juga menambahkan bahwa meskipun kerusakan material cukup parah, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa terkait kejadian ini.
Selain upaya evakuasi, BPBD terus mendistribusikan bantuan darurat dan mendirikan posko pengungsian untuk warga yang terdampak. Untuk sementara, warga yang terdampak telah diungsikan ke tempat-tempat yang lebih aman sampai air surut.
Peralatan penanggulangan bencana, termasuk perahu karet dan peralatan medis, juga telah disiapkan guna memastikan penanganan yang lebih cepat dan efektif.
Masyarakat di kawasan tersebut kini diminta tetap waspada karena hujan deras diprediksi masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, BPBD akan terus memantau perkembangan cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan banjir susulan.
Pihak berwenang juga mengimbau warga untuk segera melapor jika ada situasi darurat lainnya atau jika membutuhkan bantuan lebih lanjut, demi memastikan keselamatan dan kenyamanan selama proses pemulihan berlangsung.







