INBERITA.COM, Suasana Minggu pagi yang biasanya ramai oleh warga yang berolahraga di kawasan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes mendadak berubah mencekam.
Sekitar pukul 11.20 WIB, atap teras gedung megah tersebut tiba-tiba ambruk, memicu kepanikan massal dan menyisakan puing-puing yang menimpa warga serta pekerja yang sedang berada di lokasi.
Video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik pascakejadian yang kacau. Terlihat petugas gabungan dari berbagai unsur berjibaku mengevakuasi korban dari tumpukan reruntuhan.
Ambulans berlalu-lalang di lokasi kejadian, mempercepat proses evakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat. Imbauan keras juga terdengar melalui pengeras suara, meminta warga segera menjauh dari titik berbahaya dan mengamankan barang pribadi yang mungkin tertinggal.
Keterangan sementara dari sejumlah saksi dan sumber lapangan menyebutkan bahwa sebelum ambruk, teras gedung tersebut sedang dipadati warga yang tengah berteduh usai berolahraga. Di saat bersamaan, beberapa pekerja bangunan tengah melakukan perbaikan di bagian atap.
Tanpa tanda-tanda peringatan yang jelas, struktur atap tersebut runtuh secara tiba-tiba, menimpa siapa saja yang berada di bawahnya.
Petugas dari BPBD, PMI, serta personel TNI-Polri langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka menyisir puing-puing untuk mencari kemungkinan korban lain yang masih terperangkap.
Proses evakuasi berlangsung cepat dan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi struktur bangunan yang masih belum sepenuhnya stabil.
Seluruh korban yang berhasil dikeluarkan dari lokasi langsung dilarikan ke RSUD Brebes. Kondisi mereka beragam, namun rata-rata mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa, namun jumlah korban luka diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses evakuasi lanjutan.
Insiden ini menimbulkan sorotan tajam terhadap kualitas pembangunan gedung yang diketahui menelan anggaran hingga Rp120 miliar. KPT Brebes dibangun pada tahun 2021-2022 dan baru diresmikan pada 31 Agustus 2022 oleh Bupati Brebes saat itu, Idza Priyanti.
Dengan usia bangunan yang baru dua tahun, ambruknya atap gedung menjadi tanda tanya besar sekaligus menimbulkan kecurigaan terkait mutu konstruksi.
Dugaan sementara mengarah pada kegagalan struktur bangunan. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian, bagian atap yang sama sempat mengalami kerusakan akibat hujan deras.
Rembesan air dan kemungkinan struktur yang melemah memicu dilakukannya perbaikan darurat oleh para pekerja bangunan. Namun upaya perbaikan itu ternyata tak cukup untuk mencegah bencana yang lebih besar.
Salah satu pekerja yang selamat dari insiden tragis ini, Zamroni, memberikan kesaksian langsung. Ia menceritakan bahwa saat kejadian, dirinya sedang fokus melakukan pengelasan di atas atap bersama seorang rekan. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang sangat keras dari arah utara gedung.
“Saya kaget, suara gemuruhnya keras sekali. Lalu atap tempat kami bekerja langsung runtuh,” ujar Zamroni dengan wajah masih shock. Ia menambahkan, dirinya dan beberapa rekan sempat terseret namun berhasil dievakuasi dalam kondisi luka.
Peristiwa ini menyisakan luka bagi warga Brebes, sekaligus memantik desakan publik agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proyek pembangunan KPT.
Tidak sedikit netizen dan warga yang mempertanyakan bagaimana mungkin gedung yang belum genap tiga tahun berdiri bisa mengalami keruntuhan seburuk ini.
Pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti runtuhnya atap gedung, namun investigasi mendalam dipastikan akan dilakukan. Sementara itu, akses ke kawasan KPT Brebes telah ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan dan keselamatan.
Kejadian ini menjadi tamparan keras di tengah kepercayaan masyarakat terhadap proyek infrastruktur bernilai fantastis. Transparansi anggaran, pengawasan pelaksanaan proyek, hingga kelayakan konstruksi kini menjadi sorotan tajam yang tak bisa diabaikan.
Bencana ini bukan hanya soal kelalaian teknis, tapi juga menyangkut tanggung jawab publik yang harus dijunjung tinggi.
Kondisi terkini di lokasi masih terus dipantau oleh tim gabungan. Sementara masyarakat menanti kejelasan, satu hal yang sudah pasti: runtuhnya atap gedung senilai Rp120 miliar ini adalah tragedi yang tak seharusnya terjadi, dan tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa pertanggungjawaban yang jelas. (mms)