Aset Perbankan Syariah Tembus Rp975 Triliun, Kinerja BCA Syariah Moncer hingga Raih ARA 2024

Bca syariahBca syariah
Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan Naik, BCA Syariah Perkuat Posisi di Industri Perbankan Syariah

INBERITA.COM, Pertumbuhan industri perbankan syariah nasional kembali menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perbankan syariah mencapai Rp975,94 triliun pada Agustus 2025.

Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi Juli 2025 yang tercatat sebesar Rp965,15 triliun, mencerminkan konsistensi penguatan sektor keuangan berbasis syariah di tengah dinamika ekonomi nasional.

Kinerja perbankan syariah juga terlihat dari sisi penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana masyarakat. OJK melaporkan pembiayaan perbankan syariah tumbuh 8,13 persen secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp670,75 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat naik 7,37 persen YoY menjadi Rp757,2 triliun. Pertumbuhan ini menegaskan peran perbankan syariah yang semakin signifikan dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan kebutuhan masyarakat.

Seiring dengan peningkatan kinerja tersebut, pangsa pasar perbankan syariah terhadap total aset perbankan nasional kini mencapai 7,44 persen. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah.

Di tengah tren positif tersebut, BCA Syariah menjadi salah satu bank syariah yang mencatatkan kinerja menonjol dan berkelanjutan sepanjang 2025.

Per September 2025, BCA Syariah berhasil membukukan pertumbuhan aset sebesar 20,3 persen secara tahunan.

Total aset perseroan mencapai Rp18,1 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis yang terjaga di tengah persaingan industri perbankan syariah yang semakin ketat.

Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh ekspansi pembiayaan, tetapi juga oleh peningkatan kepercayaan nasabah terhadap layanan dan tata kelola perusahaan.

Kepercayaan tersebut tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga BCA Syariah yang mencapai 24,2 persen YoY menjadi Rp14,2 triliun.

Peningkatan DPK ini menunjukkan minat masyarakat yang semakin besar untuk menyimpan dana dan memanfaatkan produk perbankan syariah, khususnya di BCA Syariah, yang dikenal mengedepankan prinsip kehati-hatian dan transparansi.

Fungsi intermediasi perbankan juga berjalan dengan baik. BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 17 persen YoY dengan total penyaluran mencapai Rp12,2 triliun.

Pembiayaan tersebut tersalurkan secara merata di berbagai segmen, baik pembiayaan komersial maupun konsumer. Kondisi ini menandakan peran aktif BCA Syariah dalam mendukung kegiatan usaha dan kebutuhan pembiayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Kinerja keuangan yang solid tersebut turut mengantarkan BCA Syariah meraih pengakuan di tingkat nasional.

Anak usaha PT Bank Central Asia Tbk ini berhasil menyabet dua penghargaan dalam ajang Annual Report Award (ARA) 2024 yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia.

Penghargaan ini diberikan atas komitmen BCA Syariah dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam ARA 2024 yang mengusung tema “Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future”, BCA Syariah berhasil meraih Juara Umum Klaster di Bawah Rp1 Triliun serta Juara Umum untuk kategori Non BUMN/Non BUMD Klaster di Bawah Rp1 Triliun.

Prestasi ini menegaskan konsistensi perusahaan dalam menyajikan laporan tahunan yang berkualitas dan sesuai dengan standar tata kelola yang baik.

Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis.

“Tentu penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan transparansi, sejalan dengan prinsip syariah dan keberlanjutan. Kami percaya bahwa integritas dan akuntabilitas adalah pondasi penting untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan masyarakat,” ungkap Ina Widjaja.

Annual Report Award merupakan ajang penghargaan bergengsi yang rutin diselenggarakan untuk mendorong peningkatan kualitas pelaporan dan tata kelola perusahaan di Indonesia.

ARA 2024 digelar oleh Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) bekerja sama dengan berbagai institusi strategis, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, OJK, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bursa Efek Indonesia, serta Ikatan Akuntan Indonesia.

Dengan pertumbuhan aset perbankan syariah nasional yang terus berlanjut dan kinerja positif BCA Syariah, industri perbankan syariah dinilai memiliki prospek yang semakin kuat.

Peningkatan pembiayaan, dana pihak ketiga, serta komitmen terhadap tata kelola yang baik menjadi fondasi penting dalam memperluas kontribusi perbankan syariah terhadap perekonomian nasional di masa mendatang. (*)