INBERITA.COM, Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Diding Boneng meninggal dunia pada Senin pagi (3/8/2026) dalam usia 76 tahun.
Kepergian sosok yang telah lama berkarya di industri perfilman Indonesia itu meninggalkan duka bagi keluarga, rekan seprofesi, hingga para murid yang pernah belajar langsung darinya.
Informasi mengenai wafatnya Diding Boneng pertama kali menyebar melalui pesan berantai yang beredar di kalangan pelaku industri hiburan.
Dalam pesan tersebut, sejumlah sahabat menyampaikan belasungkawa atas kepergian aktor yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia seni peran.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah sahabat kami, Diding ZeTa pada pagi ini. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” demikian bunyi pesan yang beredar di kalangan insan perfilman.
Kabar tersebut kemudian diperkuat oleh Sanggar Perkasa, tempat Diding Boneng aktif membagikan ilmu akting kepada generasi muda.
Melalui unggahan di media sosial, pihak sanggar menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam sekaligus mengenang kontribusi besar almarhum selama menjadi pengajar.
Dalam pernyataannya, Sanggar Perkasa mengungkapkan bahwa Diding bukan sekadar seorang pengajar, tetapi juga sosok yang mampu menanamkan semangat, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap seni peran kepada anak-anak didiknya.
“Keluarga besar Sanggar Perkasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Opa Diding. Terima kasih atas segala ilmu, pengalaman, semangat, dan inspirasi yang telah Opa Diding berikan kepada anak-anak Sanggar Perkasa,” tulis pihak sanggar.
Mereka juga menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi masa berkabung.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Selamat jalan, Bung, Abang, Opa Diding. Jasa dan ilmu yang telah Bung titipkan akan terus hidup dalam setiap langkah dan karya anak-anak Sanggar Perkasa.”
Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya Diding Boneng maupun informasi mengenai prosesi pemakaman.
Meski demikian, dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan almarhum memang dikabarkan menurun.
Berdasarkan informasi yang beredar, Diding Boneng sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan asma yang dideritanya.
Penyakit tersebut disebut membuat kesehatannya terus mendapat perhatian dari keluarga dan orang-orang terdekat. Namun belum ada penjelasan resmi yang mengaitkan kondisi tersebut dengan penyebab wafatnya sang aktor.
Kepergian Diding Boneng menjadi kehilangan bagi dunia perfilman Indonesia. Selama puluhan tahun berkarya, ia dikenal sebagai aktor yang mampu memerankan berbagai karakter dengan kuat.
Pengalamannya di dunia seni membuat namanya dihormati tidak hanya oleh sesama aktor senior, tetapi juga generasi baru yang tengah meniti karier di industri hiburan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Diding Boneng masih aktif terlibat di dunia perfilman. Salah satu penampilannya yang cukup dikenal publik adalah ketika membintangi film Badarawuhi di Desa Penari.
Keterlibatan tersebut menunjukkan semangatnya untuk tetap berkarya meski usia tidak lagi muda.
Di luar aktivitas sebagai aktor, Diding juga memberikan perhatian besar terhadap proses regenerasi insan perfilman.
Ia memilih membagikan pengalaman dan pengetahuannya melalui kegiatan mengajar di sanggar seni. Bagi banyak muridnya, Diding bukan hanya pengajar teknik akting, melainkan sosok mentor yang kerap memberikan motivasi agar tetap mencintai proses berkarya.
Peran seorang aktor senior dalam membimbing generasi berikutnya menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas industri kreatif.
Pengalaman panjang yang dimiliki para pelaku seni seperti Diding Boneng menjadi bekal berharga bagi aktor-aktor muda yang sedang membangun karier.
Karena itu, kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka secara emosional, tetapi juga kehilangan figur yang selama ini aktif menularkan pengalaman kepada penerusnya.
Ucapan belasungkawa pun terus mengalir dari berbagai kalangan setelah kabar wafatnya Diding Boneng tersebar. Banyak yang mengenang almarhum sebagai pribadi yang rendah hati, hangat, dan tidak pernah ragu berbagi ilmu kepada siapa pun.
Warisan terbesar yang ditinggalkan Diding Boneng bukan hanya deretan karya yang pernah menghiasi layar lebar maupun televisi, tetapi juga dedikasi dalam membentuk generasi baru pelaku seni.
Nilai-nilai profesionalisme, semangat belajar, dan kecintaan terhadap dunia akting yang ia tanamkan diyakini akan terus hidup melalui murid-murid serta karya-karya yang pernah ia lahirkan.
Kepergian Diding Boneng menambah daftar tokoh seni Indonesia yang telah berpulang. Meski demikian, kontribusinya terhadap perkembangan dunia hiburan akan tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan panjang industri perfilman nasional.
Di mata banyak orang, sosoknya akan selalu diingat sebagai aktor senior yang tidak berhenti berkarya sekaligus pendidik yang mengabdikan pengalaman hidupnya untuk kemajuan seni peran Indonesia.