INBERITA.COM, Kunjungan wisata ke Gunung Bromo yang seharusnya menjadi pengalaman tak terlupakan justru berubah menjadi insiden merugikan bagi rombongan wisatawan asing asal Thailand.
Peristiwa pencurian yang terjadi pada Minggu (15/2/2026) itu menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Kasus pencurian wisatawan asing di kawasan Bromo tersebut kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Total kerugian yang dialami rombongan WNA asal Thailand itu mencapai Rp108.368.200 berdasarkan data yang diperoleh dari penyidik.
Salah satu perwakilan korban yang melapor ke SPKT Polres Probolinggo diketahui bernama Kanthima (53), pemilik paspor asal Bangkok. Ia bersama rombongannya datang ke Indonesia untuk berwisata dan menikmati panorama alam Bromo.
Rombongan tersebut berangkat menuju Gunung Bromo dari Hotel Goya dengan menggunakan mobil Toyota Hiace. Kendaraan itu dikemudikan oleh Slamet (41), warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Namun di tengah perjalanan wisata itu, tujuh koper dan sejumlah tas milik rombongan dilaporkan hilang. Barang-barang berharga yang tersimpan di dalamnya ikut raib, termasuk perangkat elektronik dan uang tunai.
Rincian kerugian menyebutkan, tas merah milik Kanthima berisi makeup, pakaian, serta dompet dengan uang tunai sebesar Rp3.251.046 turut hilang. Selain itu, koper hitam merah milik Chinnapat Jadcharoen berisi kamera Ricoh GR IV senilai Rp26.550.209, satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, dan headset.
Koper hitam milik Ananya Seeda juga dilaporkan lenyap. Di dalamnya terdapat satu unit iPad Air, satu unit ponsel Redmi Note 15, serta pakaian pribadi.
Kemudian tas kuning milik Naowarat yang berisi pakaian ikut hilang. Tas hitam milik Sawatphiphatphon serta koper hitam milik Chanidapa Pavichievac yang berisi pakaian dan tas juga menjadi bagian dari barang yang dicuri.
Akibat kejadian ini, total kerugian rombongan wisatawan Thailand tersebut mencapai lebih dari seratus juta rupiah. Nilai tersebut mencakup perangkat elektronik bernilai tinggi hingga barang-barang pribadi lainnya.
Kapolres Probolinggo, M Wahyudin Latif, menegaskan bahwa kasus pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand itu menjadi atensi khusus jajarannya. Ia menyebut seluruh tim dari Satreskrim dan Polsek Sukapura telah dikerahkan untuk mengungkap pelaku.
“Kita utamakan atau atensi kasus pencurian 7 koper milik rombogan wisatawan asal Thailand dan kami mohon doa dan dukungan semua pihak, agar kasus pencurian ini, segera kami ungkap,” kata AKBP Latif kepada awak media, Rabu (18/2/2026).
Pihak kepolisian menyadari bahwa peristiwa ini berpotensi mencoreng citra pariwisata daerah, khususnya kawasan Gunung Bromo yang menjadi salah satu destinasi unggulan Jawa Timur. Karena itu, pengungkapan kasus ini menjadi prioritas.
AKBP Latif juga mengimbau para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, agar lebih berhati-hati saat berkunjung ke destinasi wisata. Ia mengingatkan agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan tanpa pengawasan.
“Semoga lekas kami ungkap. Karena semua pihak sudah kami minta untuk bekerja keras mengungkap kasus yang mencoreng nama wisata daerah ini,” pungkasnya.
Kasus pencurian di Gunung Bromo terhadap turis Thailand ini menjadi pengingat pentingnya keamanan di kawasan wisata. Terlebih, Bromo dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan mancanegara yang ingin menikmati panorama matahari terbit dan keindahan alam pegunungan.
Insiden ini juga menyoroti perlunya peningkatan pengawasan terhadap kendaraan wisatawan yang terparkir maupun saat perjalanan menuju lokasi wisata. Kehilangan barang elektronik seperti iPhone 13 Pro, iPad Air, hingga kamera Ricoh GR IV menjadi kerugian besar, tidak hanya secara materiil tetapi juga bagi pengalaman perjalanan korban.
Kini, rombongan wisatawan asal Bangkok tersebut berharap barang-barang mereka dapat ditemukan kembali. Sementara itu, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pencurian dan memulihkan rasa aman di kawasan wisata unggulan tersebut.







