INBERITA.COM, Kesehatan jantung sering kali dianggap sebagai hal yang jauh dari perhatian, terutama karena banyak kebiasaan buruk yang tampak sepele namun dapat memberikan dampak buruk dalam jangka panjang.
Dr. Dmitry Yaranov, seorang ahli transplantasi jantung asal Memphis, mengingatkan bahwa kebiasaan yang kita anggap tidak berbahaya dalam kehidupan sehari-hari justru dapat menjadi penyebab utama gangguan jantung, kelelahan, dan penurunan daya tahan tubuh.
Sebagian besar dari kita mungkin tidak sadar bahwa aktivitas atau kebiasaan yang dilakukan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jantung kita.
Berikut ini adalah lima kebiasaan yang sering kali diabaikan, namun dapat merugikan kesehatan jantung, yang dikutip dari penjelasan dari Dr. Yaranov.
1. Kurang Tidur: Mengabaikan Waktu Istirahat yang Cukup
Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan mengembalikan energi. Sayangnya, kebiasaan begadang atau kurang tidur telah menjadi masalah umum di masyarakat modern.
Dr. Yaranov menegaskan bahwa tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga tubuh berfungsi dengan optimal.
Kurang tidur dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan yang tidak terkendali, serta kelelahan yang tak tertahankan.
Studi yang dilakukan oleh American Heart Association menunjukkan bahwa remaja yang kurang tidur memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor utama penyebab serangan jantung, stroke, dan gangguan ginjal.
Untuk itu, istirahat yang cukup bukan hanya penting untuk kesehatan mental, tetapi juga untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
2. Terlalu Lama Duduk dan Terus Menatap Layar: Bahaya Bagi Jantung dan Tubuh
Dengan adanya teknologi yang semakin berkembang, banyak orang kini menghabiskan waktu lebih lama di depan layar ponsel atau komputer.
Kebiasaan duduk dalam waktu yang lama tanpa bergerak dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.
Dr. Yaranov menggambarkan kebiasaan ini sebagai “duduk adalah kebiasaan baru yang buruk.”
Ditambah lagi, aktivitas “doomscrolling,” yakni terus-menerus menggulirkan layar untuk membaca berita atau media sosial, dapat memperburuk kondisi fisik dan mental.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa terlalu banyak duduk atau berbaring di siang hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan bahkan meningkatkan peluang kematian dini.
Hal ini bisa terjadi meski seseorang menjalani rutinitas olahraga secara teratur. Aktivitas fisik yang berlebihan pun dapat tereduksi oleh kebiasaan duduk yang berlebihan.
Oleh karena itu, disarankan untuk lebih sering berdiri, berjalan, atau bergerak setiap beberapa jam sekali.
3. Mengabaikan Stres: Dapat Menyebabkan Gangguan Jantung yang Serius
Sering kali kita merasa bahwa kita baik-baik saja meskipun dihadapkan dengan tekanan atau stres yang berat. Namun, Dr. Yaranov menegaskan bahwa stres yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi pemicu masalah jantung yang serius.
Stres kronis tidak hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga dapat mempengaruhi tubuh dengan menyebabkan sesak dada, gangguan pencernaan, kesulitan tidur, bahkan serangan panik.
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 menunjukkan bahwa stres berkepanjangan memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan kardiovaskular.
Stres yang tak terkendali meningkatkan kadar hormon stres dalam tubuh, yang pada akhirnya memperburuk kondisi jantung.
Oleh karena itu, penting untuk belajar mengelola stres, seperti dengan meditasi, berolahraga, atau berbicara dengan seseorang yang kita percayai, agar kesehatan jantung tetap terjaga.
4. Kebiasaan Makan Makanan Cepat Saji: Dapat Merusak Kesehatan Jantung dalam Jangka Panjang
Di zaman serba cepat ini, banyak orang yang mengandalkan makanan cepat saji sebagai pilihan utama saat terburu-buru. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat merugikan kesehatan jantung.
Dr. Yaranov menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan instan, yang sering kali tinggi garam, lemak, dan gula, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak terkontrol, serta meningkatkan risiko resistensi insulin.
Hal ini juga dapat membebani kinerja jantung, yang akhirnya memperbesar peluang timbulnya gangguan jantung.
“Melewatkan sarapan, makan siang lewat drive-thru, dan makan makanan manis saat malam hari—semua ini akan membuat gula darah Anda naik-turun layaknya roller coaster,” ujar Dr. Yaranov.
Dampak jangka panjang dari pola makan yang tidak sehat ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, termasuk obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
5. Terlalu Sering Mengatakan “Ya”: Mengorbankan Diri untuk Orang Lain
Kebiasaan berkata “ya” untuk semua hal, meskipun kita tidak sanggup, dapat menambah beban fisik dan mental.
Terkadang, kita merasa terpaksa memenuhi setiap permintaan atau harapan orang lain, namun ini bisa menguras energi kita, baik secara fisik maupun emosional.
Dr. Yaranov menekankan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk pulih, dan memaksakan diri untuk terus bekerja keras tanpa waktu istirahat justru bisa meningkatkan tekanan pada jantung.
Mengatakan “tidak” bukan berarti egois, melainkan suatu cara untuk menjaga keseimbangan hidup dan mencegah kelelahan yang dapat merusak kesehatan.
Dr. Yaranov menambahkan bahwa “mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” dan tidak ada yang lebih buruk daripada harus bergantung pada obat atau prosedur medis di usia muda.
Kebiasaan sehari-hari yang tampaknya tidak signifikan diatas ternyata bisa berpotensi merusak kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, penting untuk mulai memperhatikan pola hidup dan kebiasaan yang kita jalani.
Dengan melakukan perubahan kecil namun konsisten, kita dapat menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular. (xpr)