337 Pendaki Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan di Gunung Bulu Saukang Maros Sulawesi Selatan

INBERITA.COM, Ratusan pendaki harus menjalani proses evakuasi darurat setelah kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Bulu Saukang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Peristiwa mencekam ini terjadi pada hari Minggu tanggal 6 September malam.

Tim Search And Rescue gabungan bergerak cepat menyelamatkan sedikitnya 337 jiwa yang berada di jalur pendakian. Kebakaran tersebut menjebak puluhan orang di tengah kepulan asap tebal dan kobaran api yang membesar.

Kepala Seksi Sarana Prasarana dan Informasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros Muh Ilham Halim Syah menjelaskan kronologi kejadian. Pihaknya mendapatkan laporan muculnya api di jalur pendakian Gunung Bulu Saukang pada pukul 20.12 Wita, Minggu (6/9).

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung mengerahkan armada dan personel untuk memadamkan api. Personel gabungan bergegas menuju titik api untuk mengendalikan situasi di lokasi kejadian.

“Kami kerahkan 21 orang personel dan dua unit armada ke lokasi kebakaran di jalur pendakian Gunung Bulu Suakang,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (7/9).

Medan yang sangat terjal menjadi kendala utama dalam operasi pemadaman kebakaran hutan ini. Lokasi titik api berada di atas bukit yang sulit dijangkau kendaraan taktis pemadam.

Ilham menceritakan kesulitan yang dialami saat memadamkan api yakni akses. Pasalnya, daerah yang terbakar berada di atas bukit.

“Armada hanya bisa sampai kaki bukit. Sehingga pemadaman dilakukan di atas bukit menggunakan jet sprayer atau pompa punggung,” kata dia.

Petugas masih memfokuskan seluruh tenaga untuk menjinakkan sisa titik api yang masih menyala. Luas total lahan yang hangus terbakar belum dapat dipastikan karena proses pendinginan masih berlangsung.

Ilham mengaku belum mengetahui luas lahan yang terbakar. Alasannya, saat ini personel masih melakukan pemadaman sejumlah titik api.

“Kami belum lakukan pendataan berapa luas lahan yang terbakar,” ucapnya.

Komandan Tim Basarnas Makassar Dadang Tarkas memaparkan titik awal kemunculan api di area pendakian. Perambatan api terjadi sangat cepat akibat angin kencang di sekitar gunung.

Komandan Tim Basarnas Makassar, Dadang Tarkas mengatakan api awalnya membakar kawasan Pos 5. Namun, apu merembet hingga Pos 3 dan puncak gunung.

“Akibat kebakaran ini, ratusan pendaki harus dievakuasi,” tuturnya.

Operasi penyelamatan melibatkan koordinasi intensif antara Basarnas dan Dinas Pemadam Kebakaran. Tim penyelamat menyisir setiap pos pendakian untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Dadang menyebut dari ratusan orang dievakuasi, 68 orang diantaranya sempat terjebak kebakaran. Tiga diantaranya bahkan sempat mengalami masalah kesehatan.

Kondisi fisik para pendaki yang terjebak langsung mendapatkan pemeriksaan dari tenaga medis darurat. Mayoritas pendaki mengalami kelelahan ekstrem akibat kepanikan saat menyelamatkan diri.

“Ada tiga pendaki yang mendapatkan penanganan medis dan dievakuasi. Dua sesak napas dan satu mengalami kaki keseleo,” ucapnya.

Seluruh korban selamat telah dipindahkan ke posko aman untuk mendapatkan pemulihan lanjutan. Keluarga pendaki dapat bernapas lega setelah proses evakuasi gabungan selesai tanpa korban jiwa.