Viral Kardus Kosong dalam Airdrop, TNI Jelaskan Desain Helibox yang Terlihat Kosong

Mengenal Helibox, Kardus Airdrop TNI yang Tampak Kosong tapi Sebenarnya Terisi BantuanMengenal Helibox, Kardus Airdrop TNI yang Tampak Kosong tapi Sebenarnya Terisi Bantuan
Bantuan TNI untuk warga terdampak bencana di Sumatera dijatuhkan melalui airdrop menggunakan helibox, kardus khusus yang tampak kosong karena desain memanjang dan batasan berat maksimal, namun dipastikan berisi bantuan sesuai standar pengiriman dan tidak ada yang kosong.

INBERITA.COM, Baru-baru ini, sebuah video yang beredar di media sosial dengan narasi yang menyebutkan bahwa bantuan yang disalurkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada warga yang terdampak bencana di Sumatera ternyata berupa kardus kosong.

Dalam video tersebut, diceritakan bahwa bantuan tersebut dijatuhkan menggunakan pesawat, yang dikenal dengan istilah airdrop.

Video ini sempat menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, khususnya bagi mereka yang menyaksikan bantuan yang seharusnya bisa membantu korban bencana justru tampak kosong. Menanggapi viralnya video tersebut, pihak TNI segera memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.

TNI menegaskan bahwa kardus yang terlihat kosong dalam video tersebut sebenarnya tidak kosong sama sekali. Bantuan yang dikirimkan melalui airdrop tersebut telah berisi berbagai macam kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak bencana.

TNI menjelaskan bahwa tampilan kardus yang terlihat kosong disebabkan oleh desain khusus untuk pengiriman bantuan melalui airdrop. Kardus yang dimaksud disebut dengan istilah helibox.

Letnan Kolonel Supriyanto, yang menjabat sebagai Dantim Rigger Airdrop, memberikan penjelasan mendalam mengenai helibox yang digunakan dalam pengiriman bantuan tersebut.

Dalam video klarifikasi yang disampaikan, Supriyanto menjelaskan bahwa helibox memiliki desain yang memanjang dan tidak sepenuhnya terisi penuh.

Hal ini dilakukan karena ada batasan berat yang harus dipatuhi dalam proses pengiriman bantuan. Setiap helibox memiliki kapasitas maksimal hanya lima kilogram.

Oleh karena itu, helibox sengaja tidak diisi penuh, karena bila diisi lebih dari kapasitas yang ditentukan, kardus tersebut bisa rusak atau bahkan hancur saat menyentuh tanah.

“Helibox ini memiliki tinggi sekitar 73 cm. Isinya sendiri hanya sekitar 30 cm, sehingga ada ruang kosong sekitar 35 hingga 37 cm di bagian atasnya, hal ini bisa membuat orang yang melihatnya mengira bahwa kardus tersebut kosong, padahal sebenarnya berisi,” kata Supriyanto.

“Kenapa isinya cuma setengah? Karena ada ketentuannya, yakni berat maksimal helibox beserta isinya adalah lima kilogram,” lanjut Supriyanto dalam penjelasannya.

Sebagai contoh, Supriyanto menjelaskan, jika helibox diisi dengan satu kardus mi instan, beratnya sudah mencapai lima kilogram. Bila helibox diisi penuh, beratnya bisa mencapai sembilan kilogram, yang tentu saja akan melampaui batasan yang telah ditetapkan.

Apabila berat melebihi kapasitas yang ditentukan, helibox akan “kuncup ke bawah”, yang berarti kardus tersebut bisa rusak dan isi bantuan di dalamnya akan hancur.

“Jika kita isi penuh, beratnya bisa mencapai sembilan kilogram, dan ini akan membuat helibox tidak dapat bertahan, helibox bisa kuncup ke bawah, dan isinya bisa remuk,” kata Supriyanto.

“Untuk menghindari hal ini, kami memastikan tali pengikat helibox harus terpasang dengan benar dan dalam posisi yang tepat,” lanjutnya menambahkan.

Tidak hanya itu, Supriyanto juga menegaskan bahwa pengiriman bantuan menggunakan helibox ini melalui empat tahap penyaringan yang ketat. Proses pertama dilakukan saat pemuatan bantuan ke dalam helibox.

Tahap kedua adalah saat bantuan tersebut dibawa ke dalam pesawat, kemudian pada tahap ketiga dilakukan pemeriksaan ketika helibox hendak diterjunkan dari pesawat, dan terakhir, tahap keempat adalah memastikan helibox yang jatuh ke tanah benar-benar berisi bantuan yang telah dikemas dengan aman.

Menurut Supriyanto, dalam seluruh proses pengiriman bantuan tersebut, TNI memastikan bahwa tidak ada helibox yang dikirim dalam kondisi kosong.

“Jika ada yang kosong, tentu saja tidak akan diangkut ke dalam pesawat, di dalam pesawat ada crew yang akan memeriksa bantuan tersebut, kalau kardusnya kosong, bantuan itu tidak akan diangkut,” kata Supriyanto.

“Begitu pula di bawah, ada petugas yang memastikan bahwa semua bantuan yang dijatuhkan dalam kondisi aman dan terisi dengan baik,” lanjutnya.

Hingga saat ini, TNI mengonfirmasi bahwa pengiriman bantuan yang dilakukan melalui airdrop tidak mengalami kendala atau masalah. Semua helibox yang dijatuhkan dipastikan berisi dan tidak ada laporan yang menyatakan bahwa bantuan tersebut kosong.

“Sampai saat ini, alhamdulillah, tidak ada kendala dalam pengiriman bantuan ini, semua bantuan terisi dan sampai dengan selamat kepada para korban bencana, dan tidak ada laporan yang menyatakan bahwa ada helibox yang kosong,” pungkas Supriyanto.

TNI pun berharap agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya. Klarifikasi ini penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan kepada warga yang terdampak bencana sampai dengan aman dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Terlebih lagi, proses pengiriman bantuan melalui airdrop telah dirancang dengan sangat hati-hati untuk memastikan keselamatan dan efektivitas dalam membantu korban bencana di daerah yang sulit dijangkau.

Penting untuk diingat bahwa bencana alam dapat menimbulkan dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat, dan dalam situasi seperti ini, bantuan yang diberikan sangatlah penting.

Pengiriman bantuan yang dilakukan oleh TNI adalah salah satu bentuk upaya dalam memberikan bantuan cepat dan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.

Dengan penjelasan yang disampaikan oleh TNI, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami mekanisme pengiriman bantuan dan tidak salah paham mengenai bantuan yang terlihat kosong di dalam kardus.

Sebagai informasi tambahan, helibox dengan desain seperti ini memang telah banyak digunakan dalam berbagai misi kemanusiaan untuk memastikan bantuan dapat diterima dengan aman dan tepat waktu oleh warga yang terkena bencana.