INBERITA.COM, Penampilan impresif ditunjukkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam ajang Moto3 Spanyol 2026 yang berlangsung di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Minggu (25/4/2026).
Memulai balapan dari posisi yang tidak diunggulkan, pembalap berusia 17 tahun tersebut justru mampu mencuri perhatian setelah finis di posisi keenam.
Hasil ini menjadi salah satu performa terbaik Veda Ega sepanjang musim berjalan. Ia menunjukkan progres signifikan dengan menembus barisan depan, meski sebelumnya harus menerima kenyataan start dari grid ke-17 akibat hasil kurang maksimal di sesi kualifikasi.
Sejak lampu start dipadamkan, Veda langsung tampil agresif. Ia mampu melakukan start bersih dan secara perlahan menyalip sejumlah pembalap di depannya. Strategi balapan yang terukur membuatnya cepat bergabung dalam rombongan pembalap yang bersaing di posisi 10 besar.
Keberhasilan finis di posisi keenam memberikan tambahan 10 poin penting bagi Veda di klasemen sementara Moto3. Raihan ini sekaligus menjadi pembuktian setelah sebelumnya gagal meraih poin pada seri di Austin, Amerika Serikat.
“Ini adalah balapan yang sangat positif bagi saya. Saya melakukan start yang baik dan saya dapat langsung bergabung dengan grup yang berjuang di dalam 10 besar,” kata Veda Ega Pratama dalam keterangan resmi Honda Team Asia, dipetik Senin (27/4).
“Dari sana saya mencoba untuk mengelola balapan selangkah demi selangkah dan tetap konsisten,” tambahnya.
Performa Veda selama balapan memang konsisten dan menjanjikan. Bahkan, pada pertengahan lomba, ia sempat menembus posisi kelima dan berpeluang memperbaiki posisi lebih jauh.
Kepercayaan diri pembalap muda ini terlihat saat ia berani bersaing ketat dengan para rival yang lebih berpengalaman.
Namun, memasuki fase akhir balapan, tantangan mulai muncul. Penurunan performa motor, khususnya pada sektor ban belakang, membuat Veda kesulitan mempertahankan ritme balapnya.
Situasi ini dimanfaatkan oleh pembalap lain untuk menyalip, termasuk Alvaro Carpe yang berhasil melewatinya di tikungan terakhir.
Veda akhirnya harus puas finis di posisi keenam dengan selisih waktu 10,027 detik dari pemenang balapan, Maximo Quiles.
“Di bagian akhir, saya mulai merasakan penurunan performa ban belakang, jadi tidak mudah untuk mempertahankan kecepatan yang sama, tetapi saya mencoba mengendalikannya sebisa mungkin,” kata dia.
Meski demikian, hasil ini tetap menjadi catatan positif bagi Veda. Selain berhasil mengamankan poin, ia juga mendapatkan pengalaman berharga dalam menghadapi tekanan balapan di level Moto3, terutama di sirkuit yang baru pertama kali ia jajal.
Balapan di Jerez menjadi momen penting dalam proses adaptasi Veda di ajang Moto3. Ia mampu menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, baik dari sisi teknik balap maupun pengambilan keputusan di lintasan.
Tidak butuh waktu lama bagi Veda untuk mengalihkan fokus. Usai meraih hasil positif di Spanyol, ia kini menatap seri berikutnya, yakni Moto3 Prancis 2026 yang akan digelar di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2026.
Balapan di Le Mans diprediksi akan menjadi tantangan berbeda, mengingat karakter sirkuit yang menuntut konsistensi serta manajemen ban yang lebih matang. Namun, bekal pengalaman dari Jerez diyakini akan membantu Veda tampil lebih kompetitif.
“Finis di posisi ke-6 setelah memulai dari posisi ke-17 adalah hasil yang sangat bagus, terutama di balapan pertama saya di Jerez,” katanya.
“Masih ada hal-hal yang perlu ditingkatkan, tetapi saya mengambil semua pelajaran dari akhir pekan ini dan saya sudah menantikan Le Mans,” tutup Veda Ega.
Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol 2026 menjadi sinyal positif bagi masa depan pembalap Indonesia di kancah balap dunia.
Dengan usia yang masih sangat muda dan kemampuan yang terus berkembang, peluang untuk meraih hasil lebih besar di seri-seri berikutnya tetap terbuka lebar.
Konsistensi dan kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci bagi Veda dalam menghadapi ketatnya persaingan Moto3 musim ini.
Jika mampu menjaga tren positif, bukan tidak mungkin pembalap Tanah Air ini akan kembali mencatatkan hasil mengejutkan di balapan-balapan selanjutnya.