Usai Jenguk Korban di Bekasi, Prabowo ke Cilacap-Banyumas Sempat Ziarah ke Makam Kakeknya RM Margono

INBERITA.COM, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian agenda kenegaraannya dengan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026), setelah sebelumnya menyempatkan diri menjenguk korban kecelakaan kereta di Bekasi.

Kunjungan ini menandai perpaduan antara respons kemanusiaan terhadap insiden transportasi dan agenda strategis pemerintah di sektor lingkungan serta energi.

Sebelum bertolak ke luar kota, Kepala Negara terlebih dahulu mengunjungi korban luka dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang dirawat di RSUD Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kehadiran Presiden di rumah sakit menjadi bentuk perhatian langsung terhadap kondisi korban yang terdampak kecelakaan tersebut.

“Bapak Presiden pagi ini menyempatkan untuk menjenguk para korban di RSUD Bekasi sebelum Bapak Presiden akan bertolak ke luar kota untuk melaksanakan beberapa agenda kunjungan kerja,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta.

Usai dari Bekasi, Presiden bertolak menuju Kabupaten Cilacap menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara bersama rombongan terbatas.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden, pesawat yang membawa Presiden mendarat di Bandar Udara Tunggul Wulung pada pukul 12.07 WIB.

Setibanya di Cilacap, Presiden tidak berlama-lama dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, dengan menggunakan helikopter kepresidenan.

Di wilayah ini, agenda utama Presiden adalah meninjau fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan.

Lokasi yang dikunjungi adalah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) BLE di Kalibagor, Banyumas. Fasilitas ini dinilai memiliki potensi menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

“Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pengelolaan sampah terpadu yang diharapkan dapat menjadi model dalam penanganan lingkungan yang berkelanjutan di berbagai wilayah,” demikian keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

Kehadiran Presiden di Purwokerto juga disambut antusias oleh masyarakat, termasuk pelajar dari tingkat SMP dan SMA yang telah bersiap sejak pagi di lokasi pendaratan helikopter di GOR Satria. Antusiasme ini menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap agenda kunjungan kepala negara di daerah.

Sebelumnya, pada Senin (27/4/2026), sejumlah pejabat daerah bersama unsur TNI telah menggelar rapat koordinasi untuk memastikan kelancaran dan keamanan kunjungan Presiden.

Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap, guna mempersiapkan pengamanan VVIP di seluruh titik kunjungan.

Sejumlah lokasi strategis telah dipersiapkan dalam agenda kunjungan ini, tidak hanya fasilitas pengolahan sampah di Banyumas, tetapi juga kilang minyak milik Pertamina yang berada di Kabupaten Cilacap. Kunjungan ke sektor energi ini dinilai penting dalam konteks penguatan ketahanan energi nasional.

Selain agenda resmi, Presiden juga dijadwalkan melakukan kegiatan pribadi berupa ziarah ke makam kakeknya, Raden Mas Margono Djojohadikusumo, yang berada di Desa Dawuhan, Banyumas. Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan yang sarat nilai historis dan personal bagi Presiden.

Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bagaimana agenda kepresidenan tidak hanya berfokus pada satu sektor, melainkan mencakup berbagai aspek mulai dari penanganan dampak bencana, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan sektor energi.

Kunjungan ini juga mencerminkan pendekatan langsung pemerintah dalam memastikan implementasi program berjalan sesuai rencana di lapangan.

Peninjauan fasilitas seperti TPST diharapkan dapat memberikan gambaran nyata terkait efektivitas kebijakan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.

Di sisi lain, kehadiran Presiden di tengah masyarakat, baik saat menjenguk korban maupun dalam kunjungan kerja, menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi langsung antara pemerintah pusat dan daerah.

Hal ini dinilai penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dapat terserap dengan baik.