INBERITA.COM, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tuduhan serius kepada pendahulunya, Barack Obama, dengan menyebut adanya kebocoran informasi rahasia terkait makhluk luar angkasa atau alien.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Kamis (19/2/2026).
Tuduhan ini muncul setelah komentar Obama dalam sebuah podcast viral di media sosial. Trump menilai pernyataan tersebut sebagai kesalahan besar yang seharusnya tidak dilakukan oleh mantan kepala negara.
Dalam wawancara podcast yang dirilis pekan lalu, Obama menyampaikan pandangannya soal kemungkinan adanya kehidupan di luar bumi.
Ia menyatakan percaya bahwa alien itu nyata, meskipun selama menjabat sebagai presiden pada periode 2009–2017, ia tidak pernah melihat bukti langsung keberadaan mereka.
“Mereka nyata, tetapi saya belum melihatnya dan mereka tidak disimpan di… Area 51,” kata Obama kepada pembawa acara Brian Tyler Cohen, merujuk pada fasilitas rahasia yang kerap dikaitkan dengan teori konspirasi UFO, Area 51.
Obama juga menambahkan, “Tidak ada fasilitas bawah tanah. Kecuali, ada konspirasi besar dan mereka menyembunyikannya dari Presiden Amerika Serikat.”
Ucapan tersebut segera memicu perdebatan luas di internet dan menjadi bahan diskusi publik.
Menanggapi viralnya pernyataan itu, Obama yang kini berusia 64 tahun memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menekankan bahwa pernyataannya lebih bersifat ilmiah dan probabilistik, bukan pengakuan adanya kontak dengan makhluk luar angkasa.
“Secara statistik, alam semesta begitu luas sehingga peluang adanya kehidupan di luar sana cukup besar,” tulisnya.
“Namun jarak antar sistem tata surya begitu jauh sehingga kemungkinan kita telah dikunjungi alien sangat kecil, dan saya tidak melihat bukti selama masa kepresidenan saya bahwa makhluk luar angkasa telah melakukan kontak dengan kita. Sungguh!”
Meski demikian, klarifikasi tersebut tidak menghentikan reaksi dari Trump. Kepada wartawan, Trump mengatakan Obama telah “memberikan informasi rahasia, dia tidak seharusnya melakukan itu.”
Trump tidak merinci bagian mana dari pernyataan Obama yang dianggap sebagai informasi rahasia negara. Namun ia kembali menegaskan bahwa Obama “melakukan kesalahan besar.”
Saat ditanya mengenai keyakinannya sendiri tentang keberadaan alien, Trump yang kini berusia 79 tahun memberikan jawaban singkat.
“Saya tidak tahu apakah mereka nyata atau tidak,” ujarnya.
Pernyataan saling respons antara dua mantan presiden ini kembali mengangkat isu lama yang kerap memicu spekulasi publik, yakni keberadaan UFO atau yang kini lebih dikenal sebagai Unidentified Aerial Phenomena (UAP). Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap fenomena ini memang kembali meningkat.
Pemerintah Amerika Serikat telah melakukan berbagai penyelidikan terhadap laporan objek terbang yang tidak biasa atau sulit dijelaskan.
Di tengah rivalitas global, sebagian kekhawatiran muncul bahwa fenomena tersebut mungkin berkaitan dengan pengujian teknologi canggih oleh negara pesaing.
Pada Maret 2024, Pentagon merilis laporan resmi terkait fenomena UAP. Dalam laporan tersebut dinyatakan tidak ada bukti bahwa fenomena tersebut merupakan teknologi alien.
Sebagian besar penampakan yang sempat menimbulkan kecurigaan akhirnya teridentifikasi sebagai balon cuaca, pesawat mata-mata, satelit, atau aktivitas udara normal lainnya.
Laporan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meredam spekulasi dan teori konspirasi yang berkembang luas di masyarakat.
Isu mengenai Area 51 dan dugaan penyimpanan makhluk luar angkasa telah lama menjadi bahan teori konspirasi populer.
Fasilitas yang berada di Nevada tersebut kerap disebut sebagai lokasi rahasia pengujian teknologi atau bahkan tempat penyimpanan bangkai UFO, meskipun pemerintah AS berulang kali membantah klaim tersebut.
Kontroversi terbaru antara Trump dan Obama menunjukkan bagaimana isu alien dan UFO tetap memiliki daya tarik kuat di ruang publik. Di era media sosial, pernyataan tokoh publik dengan cepat menyebar dan memicu interpretasi beragam.
Meski belum ada bukti ilmiah yang mengonfirmasi keberadaan makhluk luar angkasa yang pernah melakukan kontak dengan manusia, diskursus tentang kemungkinan kehidupan di luar bumi tetap menjadi topik yang memancing rasa ingin tahu global.
Polemik ini juga menyoroti bagaimana isu ilmiah dan spekulatif bisa beririsan dengan dinamika politik domestik Amerika Serikat.
Di tengah perdebatan tersebut, pemerintah AS melalui laporan resmi tetap menegaskan bahwa hingga kini tidak ada bukti valid mengenai teknologi atau kunjungan alien.
Namun bagi sebagian publik, misteri tentang UAP dan kemungkinan kehidupan di luar bumi tampaknya masih akan terus menjadi bahan perbincangan yang tak pernah benar-benar padam.