INBERITA.COM, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi mengumumkan pengunduran diri seluruh Anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2025–2029.
Keputusan ini diambil secara bulat dan diumumkan kepada publik pada Rabu, 28 Januari 2026, menandai langkah besar dalam sejarah tata kelola sepak bola Malaysia.
Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan FAM, disebutkan bahwa pengunduran diri massal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi, tanpa motif kepentingan pribadi maupun jabatan.
“Ini merupakan langkah bijaksana mengingat situasi terkini yang telah menarik perhatian publik,” tulis FAM dalam pernyataan resminya.
Langkah ini juga dianggap sebagai bentuk tanggung jawab kolektif seluruh Exco dalam menjaga integritas federasi sepak bola Malaysia, di tengah tekanan dan sorotan internasional.
Pengunduran diri massal tersebut dinilai akan membuka ruang bagi FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam terkait tata kelola dan administrasi FAM.
Keputusan mundur bersama ini sejatinya telah disepakati dalam rapat Exco yang digelar awal Januari 2026.
Salah satu pertimbangan utama adalah potensi sanksi berat dari FIFA, termasuk ancaman pembekuan federasi, yang bisa berpengaruh besar terhadap kelangsungan aktivitas sepak bola nasional.
Masalah ini muncul setelah FIFA menjatuhkan sanksi terhadap FAM terkait dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Akibat dugaan pelanggaran administrasi tersebut, federasi dijatuhi denda serta pengurangan poin pada laga uji coba FIFA Matchday.
Sanksi awal FIFA juga mencakup larangan bermain selama satu tahun terhadap tujuh pemain Harimau Malaya yang bersangkutan.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan ada titik terang bagi tim nasional Malaysia.
FAM mengonfirmasi bahwa Court of Arbitration for Sport (CAS) telah mengabulkan permohonan penangguhan hukuman, sambil menunggu putusan final banding.
“Dengan keputusan ini, sanksi larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain Harimau Malaya ditangguhkan sementara,” tulis FAM.
“Mereka tetap diizinkan melanjutkan karier dan terlibat dalam aktivitas sepak bola hingga keputusan final CAS ditetapkan,” lanjut pernyataan tersebut.
Pengunduran diri massal ini menandai babak baru bagi sepak bola Malaysia. Langkah Exco FAM diharapkan menjadi momentum bagi perbaikan tata kelola, transparansi, dan profesionalisme organisasi.
Para pengamat sepak bola menilai keputusan ini sebagai bentuk kesadaran kolektif untuk menjaga reputasi federasi di mata dunia internasional, sekaligus menghindari sanksi yang lebih berat dari FIFA.
Tidak hanya berdampak pada sisi administratif, langkah ini juga memiliki implikasi signifikan bagi persiapan tim nasional Malaysia menghadapi turnamen internasional mendatang.
Dengan penangguhan sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi, tim Harimau Malaya tetap dapat menurunkan skuad terbaiknya dalam pertandingan persahabatan dan kualifikasi turnamen resmi FIFA maupun AFC.
Meski demikian, proses banding di CAS masih menjadi faktor penentu akhir terkait status pemain-pemain yang terlibat.
FAM menegaskan bahwa seluruh aktivitas federasi dan tim nasional akan terus berjalan, dengan komitmen menjaga kredibilitas dan profesionalisme sepak bola Malaysia.
Keputusan pengunduran diri Exco ini juga disambut sebagai bentuk transparansi dalam penyelesaian masalah internal federasi.
Dengan memberikan ruang bagi pemeriksaan independen dari FIFA dan AFC, FAM menunjukkan keseriusannya untuk membenahi tata kelola administrasi serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional.
Langkah ini sekaligus menjadi pelajaran bagi federasi dan klub-klub di seluruh Malaysia mengenai pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan sepak bola profesional.
Para pengamat menyebut, meski keputusan mundur massal bersifat drastis, namun hal ini perlu dilakukan agar reputasi sepak bola Malaysia tetap terjaga di kancah internasional.
Selain itu, pengumuman ini juga menjadi momentum bagi pengembangan sepak bola nasional secara lebih luas, termasuk peningkatan kualitas pemain, manajemen klub, dan penguatan peraturan internal yang sesuai standar FIFA dan AFC.
Dengan adanya ruang pemeriksaan yang lebih terbuka, diharapkan masalah administrasi dan kepatuhan hukum dapat terselesaikan secara profesional.
Dengan semua langkah ini, FAM menegaskan kembali komitmennya untuk membangun sepak bola Malaysia yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional, sekaligus memastikan Harimau Malaya tetap kompetitif di pentas internasional.
Keputusan resmi pengunduran diri seluruh anggota Exco periode 2025–2029 ini bukan hanya berita besar bagi dunia sepak bola Malaysia, tetapi juga menjadi perhatian utama bagi komunitas sepak bola di Asia Tenggara.
Para penggemar dan stakeholder kini menanti langkah-langkah lanjutan federasi dalam memastikan proses transisi kepengurusan berjalan lancar, sekaligus menjaga reputasi Malaysia di mata FIFA dan AFC.