Tragedi Drag Race di Kotamobagu: Enam Penonton Tewas, Korban Berjatuhan Usai Mobil Pebalap Menabrak Kerumunan

INBERITA.COM, Kecelakaan tragis terjadi dalam gelaran ajang balap liar Drag Race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026).

Insiden mengerikan itu menewaskan enam orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk korban yang mengalami luka berat.

Kejadian bermula ketika mobil Honda Jazz milik peserta bernama Tian Ngantung, yang turun di kelas Free For All (FFA), mengalami kecelakaan hebat seusai melewati garis finis.

Mobil tersebut tiba-tiba kehilangan kendali saat memasuki area pengereman sekitar 100 meter dari garis finis. Akibatnya, kendaraan oleng dan menabrak sejumlah penonton yang berdiri di sisi arena.

Benturan keras itu menyebabkan enam orang tewas di tempat, sementara korban lainnya mengalami luka serius. Evakuasi segera dilakukan untuk membawa para korban ke rumah sakit terdekat, termasuk RS Monompia dan RS Pobundayan.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Abdul Kholik, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama dinas terkait dan panitia penyelenggara.

“Kami bersama pihak Pemkot Kotamobagu, dinas terkait, dan panitia sementara melakukan olah TKP,” ujarnya melalui pesan singkat.

Ia menambahkan bahwa polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa Tian Ngantung awalnya melaju normal sebelum akhirnya mobilnya mengalami slip. Laporan awak media menyebutkan bahwa kendaraan tersebut kehilangan kendali secara tiba-tiba, menyebabkan tabrakan yang tidak terduga.

Insiden ini memaksa penyelenggara untuk menghentikan sementara ajang balap tersebut. Masyarakat setempat dan petugas gabungan pun bergerak cepat untuk membantu proses evakuasi.

Hingga pukul 20.41 WITA, enam korban telah dikonfirmasi meninggal dunia, sementara 17 lainnya mengalami luka berat. Identitas korban yang berhasil didata oleh pihak berwenang mencakup warga dari berbagai desa di sekitar lokasi kejadian.

Di RS Monompia, lima korban dinyatakan meninggal, sedangkan di RS Pobundayan, satu korban lainnya juga meninggal dunia.

Sisanya, termasuk warga seperti Harianti Mokoginta, Nilawati Mokodongan, dan Januni Pusung, mengalami luka serius akibat benturan.

Ajang Drag Race dan Drag Bike yang digelar di Kelurahan Upai itu tercatat memiliki partisipasi tinggi, dengan 590 peserta sepeda motor dan 337 peserta mobil.

Namun, tragedi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai keamanan penyelenggaraan acara balap liar di sirkuit nonpermanen. Lokasi yang berdekatan dengan pemukiman warga menjadi faktor risiko tambahan dalam insiden ini.

Kerusakan parah pada mobil Honda Jazz yang terlibat dalam kecelakaan juga menjadi bukti betapa dashyatnya benturan yang terjadi. Sementara itu, kabar mengenai tragedi ini menyebar cepat di media sosial, memicu reaksi masyarakat luas.

Video dan foto-foto mengenai kejadian tersebut beredar luas di platform seperti Facebook dan TikTok, menambah duka bagi keluarga korban.

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki apakah ada faktor kelalaian atau kesalahan teknis yang menyebabkan kecelakaan. Selain itu, panitia penyelenggara juga diharapkan untuk mengevaluasi kembali prosedur keselamatan dalam ajang balap tersebut.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa acara semacam ini memerlukan pengawasan ketat dan persiapan matang untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Sementara proses penyelidikan berlangsung, keluarga korban tengah berduka atas kehilangan yang mendalam. Masyarakat setempat juga menyuarakan keprihatinan atas minimnya pengamanan dalam acara yang melibatkan banyak penonton.

Insiden ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi penyelenggara acara serupa di masa depan untuk lebih memprioritaskan keselamatan publik.