Tiga Gol Dianulir Warnai Laga Sengit Kolombia vs RD Kongo, Kemenangan 1-0 Loloskan Kolombia ke Fase Gugur

INBERITA.COM, Kolombia menjadi salah satu tim yang memastikan langkah ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan penting atas Republik Demokratik Kongo dalam pertandingan kedua Grup K. Meski hanya menang dengan skor 1-0, laga tersebut menyajikan cerita yang jauh lebih dramatis daripada sekadar hasil akhir.

Bermain di Stadion Guadalajara, Zapopan, Meksiko, Los Cafeteros harus bekerja keras untuk menembus pertahanan lawan yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Bahkan, kemenangan yang diraih nyaris terlihat lebih besar andai beberapa gol yang mereka ciptakan tidak dianulir oleh wasit dan teknologi VAR.

Hasil ini membuat Kolombia mengoleksi dua kemenangan dari dua pertandingan dan memastikan tempat di babak 32 besar. Mereka menyusul sejumlah tim yang lebih dulu lolos, termasuk Meksiko, Amerika Serikat, Jerman, Argentina, Prancis, dan Norwegia.

Meski berstatus unggulan, Kolombia justru dibuat terkejut sejak awal laga. RD Kongo langsung menunjukkan keberanian dengan melancarkan serangan cepat saat pertandingan belum genap berjalan satu menit.

Gelandang Edo Kayembe mendapatkan ruang tembak di area tengah sebelum melepaskan tendangan keras yang masih melenceng tipis dari sasaran. Peluang tersebut menjadi sinyal bahwa wakil Afrika itu tidak datang hanya untuk bertahan.

Namun setelah ancaman awal tersebut, pertandingan perlahan berada dalam kendali Kolombia. Tim asuhan Nestor Lorenzo mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan lawan melalui kombinasi permainan cepat dari lini tengah hingga sektor sayap.

Daniel Munoz menjadi pemain pertama yang nyaris membuka keunggulan. Bek kanan yang sedang menikmati performa impresif itu memperoleh peluang emas di menit keempat, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.

Dua menit kemudian, Munoz kembali menciptakan ancaman. Kali ini sundulannya sempat bersarang di gawang RD Kongo setelah melewati kiper Lionel Mpasi.

Namun kegembiraan para pemain Kolombia hanya berlangsung sesaat karena wasit menganulir gol tersebut akibat posisi offside.

Tekanan terus berlanjut. Kapten tim James Rodriguez beberapa kali menjadi motor serangan dari lini tengah. Salah satu peluang terbaik lahir melalui tendangan keras kaki kirinya dari luar kotak penalti pada menit ke-10. Akan tetapi, Mpasi tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting.

Penampilan kiper RD Kongo menjadi salah satu faktor utama yang membuat pertandingan tetap seimbang. Sepanjang babak pertama, ia berkali-kali menggagalkan peluang berbahaya dari para pemain Kolombia.

Luis Diaz yang menjadi andalan di lini depan juga mengalami frustrasi. Winger yang dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan individu tinggi itu beberapa kali berhasil menciptakan ruang tembak. Namun penyelesaian akhirnya masih mampu dibaca oleh Mpasi.

Memasuki babak kedua, pola pertandingan tidak banyak berubah. Kolombia tetap mendominasi, sementara RD Kongo mencoba bertahan rapat sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Pada menit ke-50, Diaz kembali mendapatkan peluang emas dari jarak dekat. Sayangnya, kiper lawan kembali menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.

Melihat timnya kesulitan mencetak gol, pelatih Nestor Lorenzo melakukan perubahan penting pada menit ke-58. Ia memasukkan Juan Fernando Quintero dan Jhon Cordoba untuk menambah kreativitas serta variasi serangan.

Keputusan tersebut terbukti menjadi titik balik pertandingan.

Quintero yang baru masuk langsung memberikan dampak signifikan. Pada menit ke-76, ia mengirimkan umpan matang yang diterima Daniel Munoz di area berbahaya.

Dengan penyelesaian sederhana namun efektif, Munoz melepaskan tendangan yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Mpasi.

Gol tersebut akhirnya memecah kebuntuan sekaligus mengakhiri perlawanan keras RD Kongo. Bagi Munoz, gol itu menjadi yang kedua di Piala Dunia 2026 dan semakin menegaskan perannya sebagai salah satu pemain paling konsisten dalam skuad Kolombia.

Drama belum berakhir setelah gol tersebut tercipta.

Empat menit berselang, Luis Diaz akhirnya berhasil menjebol gawang lawan dan mengira dirinya telah menggandakan keunggulan tim. Namun setelah pemeriksaan ulang, gol kembali dianulir karena posisi offside.

Itu menjadi salah satu dari beberapa momen yang membuat Kolombia harus puas menang dengan margin satu gol meski tampil dominan hampir sepanjang pertandingan.

Di sisi lain, RD Kongo tidak menyerah begitu saja. Mereka berusaha mencari gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir melalui sejumlah serangan cepat. Peluang terbaik hadir saat Nathanael Mbuku melepaskan tembakan jarak jauh pada masa injury time.

Namun kiper Kolombia, Camilo Vargas, menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut dan memastikan gawangnya tetap aman hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini tidak hanya memastikan Kolombia lolos ke babak 32 besar, tetapi juga memperlihatkan kematangan permainan mereka.

Los Cafeteros mampu tetap tenang meski beberapa peluang dan gol dianulir, sekaligus menunjukkan kedalaman skuad melalui kontribusi pemain pengganti yang menjadi pembeda.

Pada pertandingan terakhir Grup K, Kolombia hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Portugal untuk mengamankan status juara grup.

Sementara itu, RD Kongo masih memiliki peluang tipis untuk melaju, namun harus memenangkan laga penentuan melawan Uzbekistan sambil berharap hasil lain berpihak kepada mereka.

Dengan performa yang terus meningkat dan lini serang yang konsisten menciptakan peluang, Kolombia kini mulai mengirim sinyal bahwa mereka bukan sekadar peserta fase gugur, melainkan salah satu tim yang layak diperhitungkan dalam perebutan gelar Piala Dunia 2026.