INBERITA.COM, Meski sudah tidur cukup setiap malam, banyak orang masih merasa mengantuk dan lemas sepanjang hari. Kondisi ini sering kali membuat bingung—karena secara logika, tubuh seharusnya sudah mendapatkan istirahat yang memadai.
Namun, rasa kantuk berlebih ternyata bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Kelelahan kronis dan kantuk berlebihan bukan hanya disebabkan oleh kurang tidur.
Menurut laporan Cleveland Clinic dan WebMD, faktor seperti pola makan, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu dapat memengaruhi energi tubuh seseorang.
Beberapa di antaranya bahkan membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis agar tidak berdampak jangka panjang pada kesehatan.
Berikut sejumlah penyebab umum mengapa badan terasa mengantuk terus meski sudah tidur cukup.
Anemia atau Kekurangan Zat Besi
Salah satu penyebab paling sering adalah anemia atau kekurangan zat besi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Ketika kadar oksigen menurun, energi tubuh ikut merosot sehingga seseorang mudah lelah, pusing, dan terus merasa mengantuk.
Anemia defisiensi zat besi biasanya ditandai dengan beberapa gejala seperti cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat, pusing saat berdiri tiba-tiba, napas pendek atau mudah ngos-ngosan, kulit pucat, dan tubuh terasa dingin.
Untuk mengatasinya, para ahli menyarankan meningkatkan asupan makanan kaya zat besi seperti daging merah, bayam, serta kacang-kacangan.
Dalam beberapa kasus, dokter juga bisa merekomendasikan suplemen zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh.
Sleep Apnea
Selain anemia, apnea tidur atau sleep apnea juga menjadi penyebab umum seseorang tetap mengantuk meski sudah tidur lama.
Kondisi ini terjadi ketika saluran napas tersumbat saat tidur, sehingga pernapasan terhenti berulang kali di malam hari. Akibatnya, kualitas tidur menurun drastis karena tubuh terbangun sejenak tanpa disadari.
Sleep apnea mencegah tubuh masuk ke fase tidur REM, yaitu fase tidur paling nyenyak dan memulihkan energi. Jika sering mendengkur keras, merasa tidak segar setelah tidur, atau mudah lelah di pagi hari, ada kemungkinan mengalami sleep apnea.
“Jika sering mendengkur keras atau merasa lelah meskipun tidur cukup, coba konsultasikan ke dokter,” demikian anjuran dari Cleveland Clinic.
Salah satu metode penanganan yang umum digunakan adalah CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), alat yang menjaga saluran napas tetap terbuka sepanjang tidur.
Gejala Diabetes
Kantuk berlebihan juga bisa menjadi tanda awal diabetes. Meski sering diidentikkan dengan kadar gula darah tinggi, diabetes juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan energi dan terus merasa mengantuk.
Ketidakseimbangan kadar gula dalam darah membuat tubuh kesulitan mengubah glukosa menjadi energi yang dibutuhkan sel.
Beberapa gejala diabetes yang sering diabaikan antara lain rasa lelah berkepanjangan, sering haus dan buang air kecil, penglihatan kabur, serta luka yang sulit sembuh.
Untuk mencegah komplikasi, penting bagi penderita untuk menjaga kadar gula darah dengan pola makan sehat, olahraga teratur, serta pemeriksaan kesehatan rutin.
Gangguan Sistem Tiroid atau Hipotiroidisme
Faktor lain yang tak kalah penting adalah gangguan tiroid. Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher yang mengatur metabolisme tubuh.
Jika produksi hormon tiroid terlalu sedikit—kondisi yang dikenal dengan hipotiroidisme—metabolisme tubuh melambat, menyebabkan rasa lemas dan kantuk berlebihan.
Gejala hipotiroidisme biasanya meliputi berat badan naik tanpa sebab yang jelas, kulit kering, rambut rontok, detak jantung lambat, serta mudah merasa kedinginan. Pemeriksaan darah dapat membantu mendeteksi gangguan tiroid sejak dini.
“Cek darah penting dilakukan untuk mendeteksi gangguan tiroid jika badan lemas dan mengantuk terus-menerus,” tulis WebMD.
Apabila mengalami gejala tersebut, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar hormon tiroid dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai.
Kekurangan Vitamin D dan Vitamin B12
Tak hanya itu, kekurangan vitamin D dan vitamin B12 juga dapat menyebabkan tubuh terasa lesu dan mengantuk. Kedua vitamin ini memiliki peran penting dalam menjaga energi dan fungsi tubuh.
Vitamin B12 membantu pembentukan sel darah merah, sementara vitamin D berperan dalam menjaga kesehatan otot, tulang, serta sistem kekebalan tubuh. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka kekurangan vitamin ini.
Untuk mencegahnya, pastikan mendapatkan cukup paparan sinar matahari setiap hari guna membantu pembentukan vitamin D secara alami. Selain itu, konsumsi makanan seperti telur, ikan, dan daging dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin B12.
Melihat berbagai penyebab tersebut, rasa kantuk berlebihan sebenarnya bukan hal sepele.
Meski tidur cukup, tubuh tetap bisa kehilangan energi akibat gangguan metabolisme, kekurangan nutrisi, atau masalah pernapasan saat tidur. Karena itu, jika Anda sering bertanya-tanya “kenapa badan terasa mengantuk terus?”, sebaiknya jangan diabaikan.
Pemeriksaan medis bisa membantu menemukan penyebab pasti dan memberikan penanganan yang tepat. Dengan begitu, rasa kantuk yang mengganggu aktivitas sehari-hari dapat diatasi dari akar permasalahannya—bukan sekadar ditutupi dengan kafein atau tidur lebih lama. (xpr)