Tertinggal Lebih Dulu, Jerman Balik Menang 2-1 vs Pantai Gading dan Kunci Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

INBERITA.COM, Jerman akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang telah lama dinantikan para pendukungnya. Setelah dua edisi Piala Dunia berakhir dengan kekecewaan besar, Der Panzer kini memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Pantai Gading dengan skor 2-1 dalam laga sengit Grup E di BMO Field, Toronto.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Hasil tersebut menjadi simbol kembalinya Jerman ke jalur yang selama puluhan tahun identik dengan mereka: tampil kompetitif dan mampu bertahan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Sejak tersingkir secara mengejutkan pada fase grup Piala Dunia 2018 dan kembali gagal melangkah jauh pada edisi 2022, Jerman terus berupaya membangun kembali identitas permainan mereka. Di bawah arahan Julian Nagelsmann, proses regenerasi mulai memperlihatkan hasil yang menjanjikan.

Namun jalan menuju kemenangan atas Pantai Gading tidak berjalan mudah. Tim Afrika itu tampil disiplin dan efektif dalam memanfaatkan peluang yang mereka miliki.

Jerman sebenarnya mengawali pertandingan dengan dominasi penguasaan bola serta sejumlah peluang berbahaya. Kai Havertz menjadi pemain pertama yang mengancam gawang Pantai Gading melalui tembakan yang masih mampu diamankan kiper Yehia Fofana.

Tidak lama berselang, Aleksandar Pavlovic sempat membuat pendukung Jerman bersorak setelah bola masuk ke gawang lawan. Namun harapan tersebut pupus karena wasit menganulir gol akibat pelanggaran yang terjadi sebelumnya.

Saat Jerman terus menekan, Pantai Gading justru mampu mencuri keunggulan. Pada menit ke-30, Amad Diallo melepaskan tembakan yang gagal diamankan sempurna. Bola liar kemudian jatuh di hadapan Franck Kessie yang tanpa kesulitan menyarangkannya ke dalam gawang.

Gol itu membuat pertandingan berubah arah. Pantai Gading semakin percaya diri, sementara Jerman mulai menghadapi tekanan untuk menghindari hasil mengecewakan.

Sebelum turun minum, Jerman kembali mencetak gol melalui Kai Havertz. Namun untuk kedua kalinya dalam pertandingan tersebut, gol mereka dianulir karena dianggap diawali pelanggaran.

Tertinggal 0-1 hingga jeda menjadi ujian mental tersendiri bagi skuad Nagelsmann. Dalam beberapa tahun terakhir, situasi seperti ini sering membuat Jerman kehilangan arah permainan. Namun kali ini cerita berbeda terjadi.

Memasuki babak kedua, Jerman tetap mempertahankan pendekatan menyerang. Mereka menguasai jalannya pertandingan dan terus mencari celah di lini pertahanan Pantai Gading yang tampil cukup solid.

Perubahan penting datang dari bangku cadangan. Deniz Undav yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil mengubah dinamika pertandingan secara signifikan. Pergerakannya memberikan variasi baru yang membuat pertahanan lawan kesulitan mengantisipasi serangan Jerman.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Umpan silang akurat Nadiem Amiri berhasil disambut Undav yang dengan tenang menyelesaikan peluang menjadi gol penyama kedudukan.

Gol itu menghidupkan kembali semangat Jerman. Mereka terus menggempur pertahanan Pantai Gading yang mulai terlihat kelelahan menghadapi tekanan tanpa henti.

Meski demikian, tim berjulukan Les Elephants tetap berusaha memberikan perlawanan. Beberapa kali mereka mencoba mengancam melalui serangan balik cepat. Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang-peluang tersebut gagal berbuah gol.

Di sisi lain, penampilan Yehia Fofana di bawah mistar gawang Pantai Gading patut mendapat apresiasi. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas dari Nathaniel Brown dan Nadiem Amiri.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Jerman menunjukkan karakter yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Pada menit keempat masa injury time, Felix Nmecha mengirimkan umpan terobosan cerdas ke kotak penalti.

Undav yang bergerak tanpa kawalan berhasil memanfaatkan peluang tersebut dengan sempurna. Tendangannya menaklukkan Fofana dan mengubah skor menjadi 2-1.

Gol tersebut memicu selebrasi besar para pemain Jerman sekaligus mengakhiri perlawanan Pantai Gading yang tampil penuh semangat sepanjang laga.

Tambahan tiga poin membuat Jerman mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memastikan tempat di fase gugur. Posisi mereka di puncak klasemen Grup E kini semakin kokoh menjelang laga terakhir.

Sementara itu, Pantai Gading masih memiliki peluang untuk lolos. Namun mereka tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan kesalahan. Kemenangan pada pertandingan terakhir menjadi syarat mutlak jika ingin mengikuti langkah Jerman menuju babak 32 besar.

Bagi Jerman, hasil ini memberikan lebih dari sekadar tiket lolos. Kemenangan dramatis di Toronto menjadi bukti bahwa mereka mulai menemukan kembali mental juara yang sempat hilang dalam beberapa tahun terakhir.

Jika tren positif ini berlanjut, Der Panzer berpotensi kembali menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar Piala Dunia 2026.