Tensi Memanas! Mike Tyson vs Floyd Mayweather Saling Ancam Jelang Duel di Kongo

INBERITA.COM, Dunia tinju dihebohkan dengan pengumuman pertarungan legendaris yang dianggap mustahil: Mike Tyson vs Floyd Mayweather.

Duel eksibisi ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, dan akan digelar di Kongo, Afrika, lokasi bersejarah yang pernah menjadi saksi bisu pertandingan monumental antara Muhammad Ali dan George Foreman pada 1974, yang dikenal dengan nama Rumble in the Jungle.

Pertarungan ini sudah dipastikan akan menggebrak dunia olahraga, dengan kedua ikon tinju lintas generasi dan kelas yang saling berhadapan. Bagi Mike Tyson, ini akan menjadi kemunculannya yang pertama setelah kekalahannya dari Jake Paul pada November 2024.

Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Tyson tetap antusias dan merasa penasaran dengan keberanian Mayweather yang menantangnya.

“Saya masih tidak percaya Floyd benar-benar ingin melakukan ini. Ini akan sangat merugikan kesehatannya, tapi dia menginginkannya, jadi kontrak sudah ditandatangani dan ini akan terjadi!” ujar Tyson dalam wawancara dengan Give Me Sport, Selasa (17/2/2026).

Di sisi lain, Floyd Mayweather, yang pensiun dengan rekor tak terkalahkan 50-0, tetap merasa tak tergoyahkan.

Bagi Mayweather, Tyson hanyalah nama besar lain yang tidak akan mampu menodai warisannya yang sudah sempurna. Mayweather juga mengungkapkan bahwa pertarungan ini akan memberikan hiburan bagi para penggemar tinju.

“Saya adalah yang terbaik di bisnis tinju. Eksibisi ini akan memberikan apa yang diinginkan para penggemar,” balas Mayweather dengan percaya diri.

Aturan pertandingan antara Tyson dan Mayweather di Kongo sudah ditentukan. Pertarungan ini akan berlangsung dalam format delapan ronde, dengan durasi masing-masing ronde adalah dua menit.

Meskipun pihak promotor belum memiliki jam terbang tinggi dalam menggelar laga besar, mereka sangat optimis duel ini akan memecahkan semua rekor ekonomi dan penyiaran yang pernah dicapai Tyson pada 2024.

Promotor duel ini, CSI Sport/Fight Sport, juga menjanjikan pengalaman menonton yang berbeda bagi para penggemar. Mereka berencana memperkenalkan elemen teknologi baru di dalam ring, yang diklaim akan mengubah cara penilaian dan penyajian pertandingan tinju di masa depan.

Kampanye pemasaran global dan teknik penceritaan premium yang akan digunakan setiap minggu menjadikan duel ini salah satu tontonan paling legendaris yang diharapkan akan menggebrak abad ini.

Bukan hanya soal adu fisik antara dua petinju besar, duel ini juga menjadi sorotan karena lokasi yang dipilih—Kongo.

Negara tersebut telah lama dikenal dalam sejarah tinju dunia, terutama setelah menjadi tuan rumah Rumble in the Jungle pada 1974, di mana Muhammad Ali mengalahkan George Foreman dalam pertandingan yang terkenal hingga kini.

Kembali ke Tyson dan Mayweather, pertarungan ini diprediksi akan menyita perhatian dunia, mengingat keduanya adalah legenda di dunia tinju, meskipun berasal dari dua generasi dan kelas yang berbeda.

Tyson, dengan kekuatan luar biasa yang mengantarnya ke puncak dunia tinju pada masanya, dan Mayweather, dengan kecepatan serta kecerdikannya yang membuatnya tak terkalahkan di ring, menjadikan pertarungan ini lebih dari sekadar laga biasa.

Apakah Tyson yang dikenal dengan julukan “Iron Mike” akan mampu menaklukkan Mayweather yang tak terkalahkan? Ataukah Mayweather akan membuktikan bahwa ia tetap berada di puncak meski telah lama pensiun dari dunia tinju profesional?

Semuanya akan terjawab pada 25 April 2026 di Kongo, di mana kedua petinju ini akan berusaha menunjukkan siapa yang terbaik di dunia.

Satu hal yang pasti, pertarungan ini akan menjadi tontonan legendaris yang tidak boleh dilewatkan oleh penggemar tinju di seluruh dunia, dan juga akan memberi dampak besar baik dalam segi ekonomi maupun penyiaran olahraga.

Akankah duel ini menjadi momen bersejarah lainnya dalam dunia tinju, atau justru berakhir dengan kejutan besar? Kita tunggu saja!