INBERITA.COM, Staycation kini menjadi alternatif liburan yang semakin digemari, terutama bagi mereka yang ingin rehat sejenak dari rutinitas padat tanpa harus bepergian jauh. Menikmati waktu sendirian di hotel, atau yang kerap disebut me time, menjadi pilihan banyak orang untuk menenangkan pikiran dan menyegarkan tubuh.
Namun, di balik kenyamanan itu, menginap sendirian di hotel tetap memerlukan kewaspadaan ekstra. Terutama dari sisi keamanan.
Menginap sendiri berarti bertanggung jawab penuh atas diri sendiri dan barang bawaan, tanpa ada orang lain yang bisa langsung diandalkan dalam keadaan darurat. Oleh karena itu, sejumlah langkah preventif perlu diambil agar momen relaksasi ini tetap menyenangkan dan tidak berubah menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan.
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menjaga kerahasiaan nomor kamar hotel. Saat proses check-in, sebaiknya tidak menyebutkan atau menyebarkan informasi tentang nomor kamar dengan suara keras.
Apabila staf hotel menyebutkannya secara verbal, cukup berikan anggukan sebagai konfirmasi, tanpa perlu mengulanginya. Hal ini penting untuk mencegah orang asing yang berada di sekitar mendengar dan menyalahgunakan informasi tersebut.
Kewaspadaan juga diperlukan terhadap tamu tak dikenal yang mungkin tiba-tiba mengetuk pintu kamar. Jangan terburu-buru membuka pintu hanya karena seseorang mengaku sebagai staf hotel.
Minta mereka menunjukkan identifikasi resmi, dan jika ada keraguan, segera hubungi resepsionis untuk melakukan verifikasi. Langkah ini menjadi cara paling efektif untuk menghindari potensi penipuan atau upaya kejahatan yang menyamar sebagai layanan hotel.
Sebelum melakukan reservasi, penting juga untuk memilih hotel yang memiliki reputasi keamanan baik.
Ulasan positif dari tamu sebelumnya bisa menjadi indikator kualitas keamanan yang ditawarkan sebuah hotel. Hotel dengan sistem keamanan yang terstandar dan staf yang terlatih biasanya akan memberikan rasa aman lebih bagi tamu, terutama yang datang sendirian.
Selain itu, lokasi kamar juga patut menjadi perhatian, hindari meminta kamar di lantai dasar karena cenderung lebih mudah diakses dari luar.
Kamar yang berada di lantai menengah dinilai lebih ideal. Tidak terlalu rendah sehingga rawan diakses orang luar, namun juga tidak terlalu tinggi sehingga memudahkan evakuasi saat terjadi keadaan darurat seperti kebakaran atau gempa.
Keamanan pribadi juga bisa ditingkatkan dengan memanfaatkan fasilitas kamar secara maksimal.
Pastikan pintu kamar terkunci dengan sempurna setelah masuk, dan aktifkan semua fitur keamanan tambahan seperti deadbolt atau chain lock. Gunakan lubang intip (peephole) sebelum membuka pintu bila ada yang mengetuk, untuk memastikan siapa yang berada di luar.
Tak kalah penting, pastikan untuk menginformasikan keberadaan Anda kepada orang terdekat.
Sebelum dan selama menginap, beri tahu keluarga atau teman mengenai lokasi hotel serta rencana aktivitas Anda. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka dapat segera memberi bantuan atau setidaknya memberikan informasi penting kepada pihak berwenang.
Langkah antisipatif lainnya adalah menyimpan barang-barang berharga di tempat yang aman.
Hampir semua hotel saat ini menyediakan brankas di dalam kamar. Gunakan fasilitas ini untuk menyimpan paspor, uang tunai, perhiasan, atau gawai saat tidak digunakan. Hindari meninggalkan barang-barang tersebut di meja atau tempat terbuka, meskipun hanya sebentar.
Menginap sendirian di hotel seharusnya bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menenangkan, asalkan dilakukan dengan penuh kesadaran terhadap aspek keamanan pribadi. Memanjakan diri lewat fasilitas hotel seperti kolam renang, spa, room service, atau sekadar menikmati waktu tenang di kamar, bisa menjadi momen berharga untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikiran.
Namun, di tengah kenyamanan tersebut, selalu penting untuk tetap waspada dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Dengan menerapkan tujuh tips aman tersebut, staycation sendirian tak hanya jadi momen menyenangkan, tapi juga tetap terlindungi dari risiko yang tak diinginkan.
Meningkatnya tren me time di kalangan masyarakat perkotaan membuat staycation solo semakin populer, terutama di era pascapandemi di mana banyak orang mulai sadar pentingnya menjaga kesehatan mental. Namun, apapun alasan di balik pilihan untuk menginap sendirian, keamanan tetap harus menjadi prioritas utama.
Jika semua dilakukan dengan bijak dan penuh persiapan, staycation sendiri di hotel bisa menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan memberikan manfaat positif untuk tubuh dan pikiran.(fdr)