Spekulasi Pemindahan Piala Dunia 2026 Dari Meksiko Mencuat, FIFA Belum Beri Pernyataan Resmi

INBERITA.COM, Isu mengenai kemungkinan pencabutan status tuan rumah Piala Dunia 2026 dari Meksiko mendominasi pemberitaan di media sosial, setelah negara tersebut diguncang oleh gelombang kekerasan yang dipicu oleh kematian Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan nama El Mencho, pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG).

Meskipun spekulasi mengenai potensi pemindahan pertandingan Piala Dunia beredar luas, FIFA hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai perubahan jadwal atau lokasi pertandingan.

Kematian El Mencho terjadi pada Minggu (22/2) dalam sebuah operasi penangkapan yang berlangsung di Tapalpa, negara bagian Jalisco, yang segera memicu aksi kekerasan di berbagai bagian negara, termasuk kota-kota besar yang menjadi calon tuan rumah Piala Dunia 2026, seperti Guadalajara.

Kekerasan ini dilaporkan meluas ke sedikitnya 12 negara bagian di Meksiko, dengan banyak kota yang berubah menjadi zona perang.

Peristiwa tewasnya El Mencho memicu reaksi cepat dari pasukan keamanan Meksiko, dengan Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, mengeluarkan status siaga merah (code red) dan menghentikan layanan transportasi publik serta membatalkan acara besar.

Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap di berbagai titik kota, sementara CJNG dilaporkan memblokir jalan-jalan dengan kendaraan yang dibakar.

Situasi ini semakin memburuk di kota Puerto Vallarta, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di negara tersebut. Para wisatawan yang berada di kota ini menggambarkannya sebagai “zona perang”, mengingat tingginya tingkat kekerasan yang terjadi.

Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa operasi penangkapan yang dilakukan militer mengakibatkan empat anggota CJNG tewas, sementara tiga personel militer terluka.

Sampai saat ini, FIFA belum memberikan komentar resmi terkait potensi perubahan status tuan rumah atau pemindahan pertandingan Piala Dunia 2026 dari Meksiko. Meski isu ini ramai dibicarakan di media sosial, klaim tersebut belum bisa dipastikan.

News 18 melaporkan bahwa meskipun banyak unggahan yang beredar, tidak ada informasi yang berasal dari sumber resmi yang menunjukkan bahwa FIFA atau pihak Meksiko berencana untuk mengalihkan pertandingan Piala Dunia.

Menurut FIFA dan otoritas Meksiko, tidak ada indikasi bahwa Piala Dunia 2026 akan dipindahkan dari Meksiko, meskipun situasi keamanan di beberapa wilayah memburuk setelah tewasnya El Mencho.

Selain dampak langsung terhadap Piala Dunia 2026, kerusuhan yang melanda Meksiko juga mempengaruhi kompetisi domestik.

Sejumlah pertandingan Liga MX yang dijadwalkan pada Minggu (22/2) harus ditunda, termasuk laga antara Queretaro dan FC Juarez serta pertandingan antara Chivas dan America di liga wanita. Dua laga di divisi dua juga dibatalkan akibat situasi yang tidak kondusif.

Kekerasan yang terjadi bahkan sempat menghentikan pertandingan Liga MX Putri antara Necaxa dan Queretaro, setelah para pemain berlarian keluar dari lapangan setelah mendengar suara keras dari luar Estadio Victoria. Meskipun pertandingan sempat terhenti, laga tersebut akhirnya dilanjutkan dan selesai sesuai jadwal.

Meski potensi pencabutan status tuan rumah Piala Dunia 2026 masih spekulatif, hal ini menyisakan banyak pertanyaan mengenai kesiapan Meksiko dalam menghadapi Piala Dunia yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.

Mengingat kerusuhan yang melibatkan kartel narkoba dan meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah, FIFA dan pihak penyelenggara mungkin perlu mengevaluasi kembali aspek keamanan di Meksiko, terutama di kota-kota yang menjadi tuan rumah seperti Guadalajara dan Mexico City.

Namun, hingga saat ini, belum ada indikasi dari pihak FIFA atau pemerintah Meksiko bahwa pertandingan Piala Dunia 2026 akan dipindahkan atau ada perubahan dalam jadwal yang telah direncanakan.

Semua pihak masih menunggu perkembangan lebih lanjut, dan semoga situasi ini dapat terkendali dalam waktu dekat untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.