INBERITA.COM, Penampilan Soimah dalam podcast “Ngobrol di WA” yang dipandu Wendi Cagur dan Andhika Pratama kembali menarik perhatian publik.
Dalam obrolan santai tersebut, ketiganya membahas soal pencapaian hidup, target karier, dan bagaimana perasaan kosong justru muncul setelah apa yang diinginkan tercapai.
Diskusi dibuka oleh Andhika Pratama yang mengungkap refleksi pribadinya tentang kehidupan dan pencapaian.
Menurutnya, banyak orang, termasuk dirinya, seringkali merasa hampa setelah berhasil meraih sesuatu yang dulu dianggap sebagai impian besar.
“Dulu ya, mungkin di awal karier, ‘wah, suatu saat gue punya uang segini, happy kali ya’. Begitu udah nyampe (targetnya), ngerasanya ‘wah akhirnya pencapaian’, tapi udah itu kosong gitu rasanya. Ada target baru, kosong, gitu terus,” ujar Andhika.
Resonansi dari pernyataan itu dirasakan langsung oleh Soimah. Penyanyi sekaligus komedian asal Pati tersebut mengaku pernah mengalami hal serupa.
Namun, alih-alih terjebak dalam siklus ambisi dan kekosongan, Soimah memilih untuk mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
Ia kini berusaha menjalani hidup dengan lebih rileks dan tidak membiarkan materi menjadi satu-satunya tolok ukur kebahagiaan.
Bahkan, ketika dirinya sedang berada dalam kondisi ekonomi yang tidak ideal, ia tetap menjalani hari-harinya dengan tenang dan penuh syukur.
Menariknya, sikap tenang Soimah bukan tanpa alasan. Semua itu berasal dari prinsip hidup yang ia pegang teguh sejak awal karier.
Salah satu kuncinya adalah konsistensi dalam gaya hidup sederhana, bahkan setelah namanya dikenal luas di dunia hiburan Tanah Air.
“Aku punya duit, nggak punya duit, makanku sama (pecel lele). Gaya hidupku sehari-hari, berpakaian, ke mana-mana naik motor, terus aku makan itu (nggak yang bermewah-mewah). Makan di emperan nggak jijik, terus aku melakukan pekerjaan ya ngepel ya apa dari dulu aku melakukan itu dengan nyaman,” ujar Soimah.
Gaya hidup sederhana ini bukan hanya membuat Soimah terlihat rendah hati, tetapi juga membantu menjaga kestabilan emosinya dalam menghadapi pasang surut kehidupan.
Ia tidak merasa perlu membuktikan apapun kepada publik, karena yang terpenting baginya adalah kenyamanan diri sendiri.
“Jadi kalaupun nggak ada uang, kalau aku makan itu ya orang nggak akan mengira kalau aku nggak ada uang, karena pas ada uang, makanku ya sama. Jadi kadang orang tuh nggak tahu kalau pas kondisi ku nggak ada uang. Ngertinya Soimah tuh kaya,” tambahnya.
Sikap konsisten ini menjadi jawaban bagi Andhika Pratama yang penasaran bagaimana Soimah bisa mencapai titik ketenangan tersebut.
Di tengah tekanan sosial dan ekspektasi publik terhadap gaya hidup selebritas yang identik dengan kemewahan, keputusan Soimah untuk tetap setia pada kesederhanaan justru menjadi kekuatan utamanya.
Pernyataan Soimah ini kemudian banyak mendapat respons positif dari netizen. Tak sedikit yang merasa terinspirasi oleh cara pandang dan filosofi hidup Soimah yang dinilai membumi dan realistis.
Banyak yang menganggap prinsip hidup Soimah sebagai napas segar di tengah gaya hidup hedonis yang kerap ditampilkan sebagian publik figur.
Dalam dunia hiburan yang serba cepat dan penuh tekanan, kisah Soimah menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari pencapaian materi.
Justru, kedamaian bisa tumbuh dari kesederhanaan dan rasa cukup terhadap apa yang dimiliki saat ini.
Podcast “Ngobrol di WA” yang mempertemukan figur-figur publik seperti Soimah, Wendi, dan Andhika memang kerap menghadirkan diskusi yang dekat dengan realitas hidup banyak orang.
Tak hanya menghibur, tetapi juga memberi ruang refleksi bagi penonton untuk menilai ulang arti sukses, bahagia, dan hidup yang seimbang.
Soimah, dengan caranya sendiri, membuktikan bahwa popularitas dan kekayaan bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu menjalani hidup dengan jujur pada diri sendiri, tanpa harus mengejar validasi dari orang lain.
Dalam kondisi apapun, Soimah memilih untuk tetap menjadi dirinya sendiri—baik saat berada di puncak, maupun ketika harus kembali ke titik nol. (mms)