Setelah Tiga Tahun “Dingin”, Pangeran William Akhirnya Setuju Bertemu Pangeran Harry dengan Syarat Ketat

INBERITA.COM, Setelah bertahun-tahun hubungan mereka membeku, Pangeran William akhirnya dilaporkan setuju untuk bertemu dengan adiknya, Pangeran Harry.

Pertemuan yang disebut akan menjadi yang pertama dalam hampir tiga tahun terakhir ini, kabarnya hanya akan terjadi dengan sejumlah syarat ketat dari sang pewaris takhta Inggris tersebut.

Sejak Harry dan Meghan Markle membuat keputusan mengejutkan untuk mundur dari tugas kerajaan pada tahun 2020, hubungan antara William dan Harry telah diwarnai dengan ketegangan yang semakin dalam.

Kedua saudara tersebut diketahui tidak saling berbicara selama berbulan-bulan, menambah kerenggangan di antara mereka.

Namun, setelah Pangeran Harry bertemu dengan Raja Charles baru-baru ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun, muncul kembali harapan untuk rekonsiliasi keluarga kerajaan Inggris yang sempat terpecah.

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Pangeran William akhirnya setuju untuk bertemu dengan Harry setelah dorongan dari Raja Charles dan Kate Middleton.

Namun, pertemuan ini hanya akan berlangsung jika sejumlah syarat yang diajukan oleh William dipenuhi.

Salah satu syarat utama adalah agar pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup, tanpa kehadiran Meghan Markle, ajudan, atau bahkan kemungkinan pertemuan itu dijadikan materi untuk dokumenter atau buku.

“William bersedia bertemu Harry, tetapi hanya jika semuanya berjalan sesuai keinginannya,” kata seorang sumber istana.

“Tidak ada Meghan, tidak ada ajudan, dan tidak ada kemungkinan pertemuan itu berujung menjadi dokumenter atau bahan buku.” lanjutnya.

Pangeran William dilaporkan sangat berhati-hati dengan pertemuan ini karena beberapa kali percakapan pribadi keluarga kerajaan sebelumnya bocor ke media.

Kepercayaan di antara kedua saudara itu telah terkikis, membuat William sangat waspada terhadap kemungkinan pertemuan yang bisa disalahgunakan.

“Dia takut apa pun yang dikatakannya bisa direkam atau dipelintir. Kepercayaan di antara mereka sudah benar-benar hilang,” ujar sumber tersebut.

Ketegangan antara William dan Harry semakin meningkat setelah Harry merilis memoar Spare pada tahun 2023. Buku tersebut menggambarkan dinamika keluarga kerajaan yang penuh tekanan, mengungkap sisi persaingan antara kedua saudara sejak masa kecil mereka.

Meski begitu, meskipun hubungan mereka retak, Harry disebut-sebut masih ingin memperbaiki hubungan dengan keluarga. Namun, Pangeran William tetap berhati-hati dan enggan terburu-buru dalam menjalin komunikasi kembali.

“Sebagian dari dirinya merindukan masa-masa dulu — canda dan kedekatan mereka — tapi terlalu banyak yang sudah terjadi,” kata seorang teman dekat Pangeran William.

“Dia ingin perdamaian, tapi tidak jika itu berarti terluka lagi.” ungkapnya.

Kate Middleton dan Raja Charles tampaknya memainkan peran penting dalam mendorong kedua putra mendiang Putri Diana untuk berdamai.

Menurut sumber istana, Kate sering mengingatkan William bahwa ibunya pasti akan sangat sedih melihat hubungan mereka yang begitu jauh.

Sementara itu, Raja Charles hanya menginginkan kedamaian dan berharap dapat melihat hari di mana kedua putranya bisa duduk bersama tanpa pertikaian.

Beberapa waktu lalu, Pangeran William sempat menyebut nama Harry dalam perbincangannya dengan aktor Eugene Levy dalam acara The Reluctant Traveler.

Penyebutan singkat tersebut dianggap sebagai simbol “cabang zaitun” — tanda bahwa William mulai membuka pintu untuk rekonsiliasi dengan adiknya. Hal ini menjadi harapan kecil bagi publik yang telah lama menantikan rekonsiliasi keduanya.

Dengan musim liburan yang semakin dekat, banyak yang bertanya-tanya apakah Natal kali ini akan menjadi momen perdamaian antara dua saudara kerajaan yang dulunya sangat dekat.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, harapan rekonsiliasi tersebut tampaknya belum sepenuhnya pupus.

Namun, meskipun langkah menuju perdamaian ini masih penuh kehati-hatian, publik berharap bahwa pertemuan yang akan datang ini dapat membuka jalan bagi kedamaian yang telah lama dinanti di dalam keluarga kerajaan Inggris. (xpr)