INBERITA.COM, Kota Tel Aviv, pusat ekonomi dan teknologi Israel, dilanda pemadaman listrik besar-besaran pada Senin malam, setelah gelombang serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran. Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang semakin intens antara Iran dan Israel, yang telah memasuki minggu kedua.
Serangan dimulai dengan ledakan yang mengguncang langit malam Tel Aviv, saat sistem pertahanan udara Israel berusaha mencegat rudal-rudal yang datang. Sirene peringatan berbunyi keras di berbagai wilayah kota, memaksa warga Tel Aviv untuk segera berlindung di tempat-tempat yang aman.
Para saksi mata melaporkan, sebagian besar wilayah Tel Aviv bagian selatan dan sekitarnya tiba-tiba mengalami pemadaman listrik total. Lampu-lampu kota yang biasanya terang, dalam sekejap berubah menjadi gelap gulita setelah serangan rudal tersebut.
Sumber-sumber yang dihimpun dari berbagai laporan menyebutkan bahwa rudal-rudal yang diluncurkan Iran kemungkinan besar mengenai infrastruktur energi vital di wilayah tersebut.
Beberapa fasilitas yang terdampak termasuk pembangkit listrik dan instalasi distribusi energi, yang berperan penting dalam menjaga pasokan listrik bagi Tel Aviv, kota terbesar kedua di Israel.
Tidak hanya pemadaman listrik, serangan ini juga memicu kebakaran di beberapa titik. Petugas pemadam kebakaran Israel dilaporkan berjuang keras untuk memadamkan api yang membakar bangunan residensial dan komersial di kawasan sekitar pusat kota.
Di tengah kebakaran ini, tim medis juga dilaporkan telah memberikan pertolongan kepada korban yang luka-luka akibat ledakan maupun kebakaran.
Serangan besar-besaran yang diluncurkan oleh Iran ini diduga merupakan respons terhadap operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran, yang telah dimulai sejak akhir Februari 2026.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan kali ini menargetkan pusat-pusat militer serta fasilitas strategis di jantung Tel Aviv dan sekitarnya, yang menurut mereka adalah bagian dari balasan terhadap operasi militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Meski demikian, militer Israel mengklaim bahwa mereka berhasil mencegat sebagian besar rudal Iran berkat sistem pertahanan udara mereka, seperti Iron Dome dan Arrow.
Namun, beberapa rudal yang tidak dapat dicegat dilaporkan tetap mencapai daratan, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah lokasi di Tel Aviv.
Berdasarkan laporan otoritas Israel, beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait adanya korban jiwa akibat pemadaman listrik massal maupun dampak dari serangan rudal tersebut.
Meskipun demikian, situasi di Tel Aviv masih sangat tegang. Warga yang menyaksikan langsung serangan itu menggambarkan pemandangan yang sangat dramatis.
Langit Tel Aviv terlihat berwarna oranye terang akibat ledakan dan intersepsi rudal yang terjadi hampir bersamaan. Bagi sebagian warga, pemandangan tersebut membuat mereka merasakan ketakutan mendalam, bahkan beberapa saksi mata menggambarkan langit malam Tel Aviv seolah “terbakar”.
Saat ini, militer Israel sedang melakukan penilaian menyeluruh terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut, khususnya kerusakan terhadap infrastruktur energi.
Upaya pemulihan pasokan listrik juga tengah dilakukan, namun kondisi kota yang terputus dari pasokan energi membuat proses ini menjadi semakin rumit.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan mundur dalam menghadapi serangan yang terus berdatangan dari Iran.
Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan tetap melakukan balasan militer dengan kekuatan penuh guna melindungi keamanan nasionalnya. Ketegangan yang terus meningkat di kawasan ini memperlihatkan bahwa potensi eskalasi lebih lanjut semakin nyata, dan dapat melibatkan negara-negara lain di kawasan tersebut.
Dengan meningkatnya intensitas serangan dan semakin mendalamnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, para pengamat menilai bahwa potensi eskalasi konflik ini dapat memperluas dampaknya hingga melibatkan lebih banyak negara di Timur Tengah.
Serangan rudal, pemadaman listrik, dan kerusakan infrastruktur menjadi bukti nyata bagaimana konflik geopolitik ini langsung memengaruhi kehidupan masyarakat sipil yang tak bersalah.
Sementara itu, meskipun ada penurunan intensitas serangan rudal dalam beberapa hari terakhir setelah pasukan gabungan Israel dan Amerika Serikat mengklaim berhasil menghancurkan ratusan peluncur rudal di wilayah Iran.
Serangan terbaru ini membuktikan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk meluncurkan serangan balistik dalam skala besar terhadap wilayah Israel.
Hingga kini, situasi keamanan di Tel Aviv masih dalam status siaga tinggi, dengan otoritas Israel terus memantau kemungkinan serangan lanjutan dari Iran. Sebagai pusat ekonomi dan teknologi Israel, Tel Aviv menjadi wilayah yang sangat vital dan rentan terhadap dampak dari eskalasi lebih lanjut dalam konflik ini.
Para pengamat internasional kini menunggu bagaimana perkembangan berikutnya, sementara masyarakat sipil terus menjadi pihak yang paling rentan dalam menghadapi dampak dari serangan-serangan yang terus terjadi. Dengan potensi eskalasi yang semakin besar, masa depan kawasan Timur Tengah semakin tidak pasti.
Krisis yang melibatkan Israel dan Iran terus meningkat, dengan dampak yang sangat terasa di wilayah Tel Aviv. Pemadaman listrik massal, serangan rudal balistik, dan kerusakan infrastruktur menjadi gambaran jelas bagaimana konflik ini dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ketegangan yang terus berlangsung menambah ketidakpastian, sementara situasi di Tel Aviv tetap berada dalam status siaga tinggi.