Ribuan Warga Subang Gelar Istigasah, Sampaikan Dukungan untuk Keberlanjutan Program MBG

INBERITA.COM, Suasana berbeda terlihat di kawasan Masjid Agung Subang pada Jumat (3/7/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul bukan untuk menyampaikan tuntutan, melainkan menggelar doa bersama dan menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program makan bergizi gratis (MBG).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian warga terhadap program pemenuhan gizi yang menyasar anak-anak.

Mereka berharap pelaksanaan MBG di Kabupaten Subang dapat terus berjalan dengan pengelolaan yang baik, distribusi yang tepat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Massa yang hadir tergabung dalam Aliansi Penggerak Ekonomi Rakyat Subang.

Dalam kegiatan itu, peserta membawa sejumlah spanduk berisi dukungan terhadap program MBG sekaligus menyampaikan harapan agar program tersebut mampu mencapai tujuan utamanya, yakni membantu memenuhi kebutuhan nutrisi generasi muda.

Bagi masyarakat yang hadir, MBG tidak hanya berkaitan dengan pemberian makanan kepada penerima manfaat. Program tersebut juga dinilai memiliki dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi lokal karena melibatkan banyak pihak dalam rantai penyediaannya.

Peserta aksi berasal dari berbagai unsur yang berkaitan dengan operasional MBG. Di antaranya pengelola dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), pemasok bahan pangan, petani, peternak, tenaga pendidik, hingga masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

Salah satu peserta aksi, Mona, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan dukungan sekaligus menyampaikan aspirasi agar program MBG dapat terus dilaksanakan.

“Aksi ini menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi sekaligus bentuk kepedulian masyarakat agar program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi anak-anak,” ujar Mona.

Menurutnya, keberlanjutan program pemenuhan gizi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya pemerintah sebagai penyelenggara, tetapi juga masyarakat yang ikut menjaga agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai tujuan awal.

Koordinator Aksi Bambang Hendardi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan gerakan yang berasal dari aspirasi masyarakat. Menurut dia, dukungan diberikan karena adanya perhatian terhadap persoalan gizi anak dan masa depan generasi muda.

“Gerakan ini murni lahir dari keresahan sekaligus aspirasi masyarakat yang peduli terhadap pemenuhan gizi generasi muda. Kami ingin memberikan dukungan moral agar program MBG terus berjalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai kelompok dalam kegiatan tersebut mencerminkan bahwa keberadaan program MBG berkaitan dengan banyak sektor.

Mulai dari penyediaan bahan pangan hingga proses pengolahan dan distribusi makanan, semuanya membutuhkan kolaborasi agar program dapat berjalan efektif.

Selain memberikan manfaat langsung kepada anak-anak, program MBG juga dinilai membuka peluang perputaran ekonomi di tingkat lokal. Keterlibatan petani, peternak, dan pemasok bahan pangan membuat program tersebut memiliki hubungan dengan sektor produksi masyarakat.

Di Kabupaten Subang sendiri, berdasarkan data penyelenggara, sekitar 195 dapur MBG telah beroperasi untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Jumlah itu menunjukkan skala pelaksanaan program yang membutuhkan koordinasi dan pengawasan agar kualitas layanan tetap terjaga.

Dukungan masyarakat terhadap MBG juga berkaitan dengan tantangan besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemenuhan gizi sejak usia sekolah menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kesehatan, konsentrasi belajar, serta perkembangan anak.

Karena itu, warga berharap program tersebut tidak hanya berjalan sebagai agenda pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat.

Pengawasan terhadap kualitas makanan, ketepatan sasaran penerima, serta keberlanjutan pasokan menjadi aspek yang dianggap penting untuk diperhatikan.

Kegiatan istigasah di Subang berlangsung dengan tertib hingga selesai. Tidak terdapat gangguan selama acara berlangsung, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam suasana aman serta kondusif.

Melalui aksi tersebut, masyarakat Subang menyampaikan pesan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh dukungan berbagai pihak yang terlibat langsung di lapangan.

Mereka berharap program tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak serta masyarakat luas.