INBERITA.COM, Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu malam (1/8/2026).
Ribuan hingga ratusan ribu jemaah berkumpul dalam suasana penuh kekhusyukan untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Dari kejauhan, dominasi pakaian putih yang dikenakan peserta membuat kawasan silang Monas tampak berbeda.
Banyak jemaah datang bersama keluarga, termasuk membawa anak-anak, sementara sebagian lainnya terlihat baru selesai menunaikan salat sebelum mengikuti rangkaian doa bersama.
Lantunan zikir, selawat, dan doa menggema dari panggung utama. Bagi sebagian peserta, kegiatan tersebut bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memanjatkan harapan bagi perjalanan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kepadatan area acara. Panitia menyiapkan layar besar serta pengeras suara di sejumlah titik agar peserta yang tidak berada dekat panggung utama tetap dapat mengikuti jalannya kegiatan.
Kehadiran peserta juga menunjukkan keberagaman unsur masyarakat. Sejumlah tokoh lintas agama turut hadir dan duduk bersama mengikuti acara yang mengusung semangat kebangsaan tersebut.
Sebelumnya, aparat keamanan memperkirakan jumlah peserta yang hadir dapat mencapai lebih dari 100 ribu orang. Mereka datang dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta, Jawa Barat, Banten, serta daerah penyangga ibu kota.
Pengamanan dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait untuk memastikan kegiatan berjalan tertib.
Kepadatan massa dalam jumlah besar menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait pengaturan lalu lintas, akses masuk, hingga kebutuhan layanan kesehatan bagi peserta.
Prabowo Batal Hadir karena Agenda Kenegaraan
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya dijadwalkan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan 2026. Namun, orang nomor satu di Indonesia itu akhirnya tidak hadir dalam acara tersebut.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Prabowo sebenarnya memiliki keinginan untuk hadir bersama masyarakat. Namun, terdapat agenda kenegaraan penting yang harus dijalankan.
“Sebelum saya melanjutkan, izinkan saya menyampaikan salam hangat dan hormat dari bapak presiden Republik Indonesia yang sesungguhnya beliau sangat berkeinginan untuk hadir bersama-sama kita malam ini,” kata Nasaruddin.
Ia menyampaikan bahwa Prabowo menitipkan salam kepada seluruh jemaah yang hadir.
“Tetapi insya Allah mudah-mudahan tanpa mengurangi karena beliau ada juga tugas kenegaraan yang sangat penting dan beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya,” lanjutnya.
Ketidakhadiran presiden tidak mengurangi jalannya acara. Rangkaian doa tetap berlangsung dengan dipandu para tokoh agama dan diikuti masyarakat yang memenuhi kawasan Monas.
Makna Zikir Kebangsaan di Tengah Tantangan Bangsa
Kegiatan doa bersama menjelang peringatan kemerdekaan memiliki dimensi sosial yang lebih luas. Selain menjadi bentuk ekspresi keagamaan, acara seperti ini juga sering menjadi ruang untuk memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.
Di tengah dinamika nasional yang terus berkembang, pesan persatuan menjadi salah satu isu yang banyak ditekankan dalam berbagai kegiatan kebangsaan.
Momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarmasyarakat.
Namun, kegiatan dengan jumlah peserta besar juga membutuhkan perhatian serius terhadap aspek pelayanan publik.
Pemerintah dan penyelenggara perlu memastikan kegiatan nasional semacam ini tidak hanya berjalan meriah, tetapi juga aman, tertib, dan memberikan ruang nyaman bagi seluruh peserta.
Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 di Monas akhirnya menjadi salah satu rangkaian penting menuju HUT ke-81 RI.
Ribuan suara yang bergema dari pusat ibu kota membawa pesan yang sama: harapan agar Indonesia tetap kuat, damai, dan mampu menghadapi berbagai persoalan ke depan.