INBERITA.COM, Fenomena ribuan burung gagak yang berputar-putar di langit Kota Tel Aviv, Israel, menjadi viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi di kalangan warganet.
Video yang beredar luas memperlihatkan kawanan burung dalam jumlah besar terbang membentuk lingkaran di atas gedung-gedung tinggi, menciptakan pemandangan dramatis hingga membuat langit tampak menggelap.
Rekaman tersebut sontak menarik perhatian publik, terutama karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Tak sedikit pengguna media sosial yang mengaitkan fenomena ini dengan pertanda buruk atau isyarat akan terjadinya peristiwa besar.
Dalam video yang beredar, burung-burung terlihat bergerak serempak, membentuk pola melingkar yang rapat dan dinamis di atas cakrawala kota.
Pemandangan ini dianggap tidak biasa oleh banyak orang, sehingga memicu berbagai interpretasi, mulai dari penjelasan ilmiah hingga spekulasi bernuansa mistis.
Dilansir dari The Economic Times (25/3/2026), sejumlah pengguna platform X menyebut fenomena tersebut sebagai tanda malapetaka.
Beberapa di antaranya bahkan menghubungkannya dengan nubuat dalam Kitab Wahyu, khususnya Wahyu 19:17, yang menggambarkan burung-burung berkumpul untuk suatu peristiwa besar.
Kawanan gagak yang tampak seperti awan gelap bergerak di atas kota semakin memperkuat persepsi tersebut di kalangan warganet.
Namun demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa fenomena ini tidak memiliki kaitan dengan hal-hal supranatural.
Para ahli di Israel menjelaskan bahwa kemunculan burung gagak dalam jumlah besar merupakan bagian dari pola migrasi musiman yang rutin terjadi setiap tahun.
Wilayah Israel sendiri dikenal sebagai salah satu jalur utama migrasi burung, dengan sekitar 500 juta burung melintasi kawasan tersebut setiap musim semi.
Jenis burung yang terlihat dalam video tersebut diduga adalah gagak berkerudung (hooded crow), spesies yang umum ditemukan di wilayah Israel.
Burung ini diketahui kerap berkumpul di area perkotaan, terutama selama musim bersarang.
Pergerakan dalam jumlah besar seperti yang terlihat di Tel Aviv biasanya terjadi pada bulan Maret, seiring dengan perubahan musim yang memengaruhi perilaku burung.
Selain faktor migrasi, kondisi lingkungan seperti perubahan cuaca atau gangguan habitat juga dapat memicu burung-burung berkumpul dalam jumlah besar.
Meski penjelasan ilmiah telah disampaikan, sebagian masyarakat tetap meyakini adanya makna simbolis di balik fenomena tersebut. Kepercayaan semacam ini bukan hal baru dalam sejarah manusia.
Sejak zaman kuno, burung kerap dikaitkan dengan pertanda tertentu. Dalam tradisi Roma kuno, misalnya, para pendeta yang dikenal sebagai augur mempelajari pola terbang burung untuk menafsirkan pesan dari para dewa.
Praktik ini menunjukkan bagaimana manusia sejak lama mencoba mencari makna di balik perilaku alam.
Fenomena ribuan gagak di langit Tel Aviv ini pada akhirnya menjadi contoh bagaimana peristiwa alam dapat memicu dua sudut pandang berbeda: antara penjelasan ilmiah yang rasional dan interpretasi simbolis yang sarat kepercayaan.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, peristiwa seperti ini juga menunjukkan pentingnya literasi publik dalam memahami fenomena alam secara objektif.
Meski tampak dramatis dan tidak biasa, kemunculan kawanan burung dalam jumlah besar sejatinya merupakan bagian dari dinamika ekosistem yang telah berlangsung selama ribuan tahun.