Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 di Bandung Dihadiri 26 Negara, Gedung Merdeka Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO

INBERITA.COM, Kota Bandung kembali menjadi pusat perhatian dunia dengan menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2026.

Kehadiran delegasi dari 26 negara sahabat bersama para duta besar, perwakilan kementerian, hingga tokoh internasional mempertegas posisi Bandung sebagai salah satu kota bersejarah dalam perjalanan diplomasi global.

Pemerintah Kota Bandung menilai penyelenggaraan peringatan KAA tidak hanya memiliki makna historis, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi sektor pariwisata, ekonomi, dan promosi kota di tingkat internasional.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang memperkuat hubungan persahabatan antarnegara yang telah terjalin sejak Konferensi Asia Afrika pertama pada 1955.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengatakan antusiasme peserta internasional menunjukkan bahwa semangat Konferensi Asia Afrika masih relevan hingga saat ini.

“Kami berharap Konferensi Asia Afrika terus menjadi agenda tahunan sehingga dunia semakin memahami pentingnya peristiwa bersejarah ini,” ujar Iskandar di Bandung, Sabtu.

Selain dihadiri delegasi dari 26 negara, peringatan tahun ini juga melibatkan sejumlah duta besar, perwakilan kementerian, serta Menteri Lingkungan Hidup yang mengikuti berbagai agenda selama kegiatan berlangsung.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, KAA 2026 menghadirkan sejumlah program baru untuk memperluas ruang diskusi dan partisipasi publik. Panitia menyelenggarakan talkshow, pameran, hingga forum tematik yang membahas berbagai isu global.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah forum khusus mengenai Palestina.

Dalam sesi tersebut, perwakilan Palestina dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan mahasiswa, kalangan akademisi, dan para duta besar sebagai bagian dari upaya menguatkan pesan perdamaian, kemerdekaan, serta solidaritas internasional.

Menurut Iskandar, nilai-nilai yang lahir dari Konferensi Asia Afrika tetap memiliki relevansi dalam menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini.

Karena itu, semangat kerja sama, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan penyelesaian konflik secara damai perlu terus dikenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung juga kembali mendorong pengakuan internasional terhadap Gedung Merdeka sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Bangunan bersejarah tersebut dinilai memiliki nilai universal karena menjadi lokasi lahirnya Konferensi Asia Afrika yang mengubah arah diplomasi negara-negara berkembang di panggung global.

“Harapannya, Gedung Merdeka dapat ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi perjalanan diplomasi internasional,” kata Iskandar.

Apabila upaya tersebut berhasil, status Warisan Dunia UNESCO diyakini tidak hanya memperkuat pelestarian Gedung Merdeka sebagai aset sejarah, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata sejarah Kota Bandung serta memperluas pengenalan warisan diplomasi Indonesia kepada masyarakat dunia.