INBERITA.COM, LG Electronics (LG) memperkuat kehadirannya di Indonesia dengan membuka pabrik baru berteknologi tinggi di Bekasi, Jawa Barat.
Pabrik seluas 32.000 meter persegi yang dioperasikan oleh mitra lokal PT Neo Platech Indonesia (Plant 2) ini menjadi tonggak penting perjalanan LG selama 35 tahun berkiprah di Tanah Air.
Peresmian fasilitas produksi tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza.
Langkah ini menegaskan komitmen LG dalam mendukung pertumbuhan industri nasional sekaligus memperluas kapasitas manufakturnya di Asia Tenggara.
Dalam tahap awal operasionalnya, pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi sekitar 700.000 unit pendingin ruangan (AC) per tahun.
Meski baru beroperasi, LG telah menyiapkan rencana ekspansi jangka pendek dengan menggandakan kapasitas produksinya guna memenuhi permintaan pasar domestik yang terus meningkat.
President of LG Electronics Indonesia, Hang Sang-chul, menegaskan bahwa masa depan industri di Indonesia sangat bergantung pada sinergi antara inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan.
“Bersama Indonesia, kami terus melangkah maju,” ujar Hang dalam sambutannya saat peresmian pabrik di Bekasi, Kamis (23/10/2025).
Meski enggan menyebutkan total nilai investasi yang digelontorkan, Hang memastikan bahwa pabrik baru ini merupakan bentuk nyata komitmen jangka panjang LG untuk mendukung industrialisasi berkelanjutan di Indonesia.
Sementara itu, Vice President Head of Operation Group LG ES Company, Lee Jae-Hyun, mengungkapkan bahwa pabrik baru di Bekasi akan menjadi basis produksi untuk seri pendingin udara terbaru mereka, LG New Dominator Series.
“Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia. Seri ini mencerminkan komitmen LG untuk menghadirkan inovasi yang relevan secara lokal dengan kualitas global,” tutur Lee.
Seri LG New Dominator hadir dalam dua varian utama, yakni Turbo Cool dan Dual Cool. Varian Turbo Cool diperuntukkan bagi AC standar dengan performa pendinginan cepat, sedangkan Dual Cool merupakan AC inverter hemat energi yang dikembangkan dengan teknologi efisiensi tinggi khas LG.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi LG sebagai salah satu pemain utama di industri pendingin udara nasional yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan bisnis di Indonesia.
Pembangunan pabrik baru LG di Bekasi juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
LG menargetkan tingkat kandungan lokal di atas 40 persen, sebagai wujud dukungan terhadap kemandirian manufaktur nasional dan penguatan rantai pasok domestik.
Peningkatan TKDN ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem industri elektronik dalam negeri, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada komponen impor.
Selain itu, LG berencana menjalin lebih banyak kemitraan dengan pemasok lokal untuk mendukung rantai produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kehadiran pabrik ini juga akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Dalam tahap awal, LG membuka 150 lapangan kerja baru bagi tenaga lokal.
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi di masa mendatang.
Selain menciptakan lapangan kerja, LG berkomitmen untuk melakukan transfer pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja Indonesia, khususnya dalam bidang sistem pendingin udara (Heating, Ventilation, and Air Conditioning atau HVAC).
Melalui langkah ini, LG berharap dapat memperkuat kemampuan teknis nasional dalam memproduksi perangkat elektronik berstandar global.
Hang Sang-chul menegaskan bahwa ekspansi bisnis LG di Indonesia bukan sekadar investasi ekonomi, melainkan juga bagian dari visi besar perusahaan dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan di sektor industri elektronik.
“Masa depan industri Indonesia akan ditentukan oleh kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan. LG ingin menjadi bagian dari perjalanan itu,” ucapnya.
Dengan pabrik baru ini, LG menegaskan ambisinya untuk menjadi penyedia solusi HVAC global terkemuka, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi strategis di kawasan Asia Pasifik.
Langkah investasi LG di Bekasi tidak hanya menandai babak baru perjalanan perusahaan, tetapi juga membuka peluang baru bagi perkembangan industri manufaktur dalam negeri.
Pabrik dengan kapasitas ratusan ribu unit AC per tahun ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional sekaligus berpotensi menjadi pusat ekspor ke negara-negara tetangga.
Dengan semakin meningkatnya permintaan AC di pasar domestik yang ditopang pertumbuhan sektor properti dan industri, kehadiran pabrik LG di Bekasi diharapkan menjadi katalis bagi penguatan ekosistem industri elektronik nasional.
Melalui komitmen terhadap TKDN, penyerapan tenaga kerja lokal, serta inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia, LG menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai produsen, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan industri nasional.
Pabrik baru LG Electronics di Bekasi kini menjadi simbol sinergi antara investasi asing dan potensi industri dalam negeri, membawa harapan baru bagi masa depan industri elektronik Indonesia yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing global. (mms)