INBERITA.COM, Dalam rangka meningkatkan pengawasan lalu lintas, Polda Metro Jaya akan melaksanakan Operasi Zebra 2025 dengan menggunakan sistem patroli berbasis hunting.
Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi pelanggaran secara langsung, berbeda dari operasi sebelumnya yang lebih mengandalkan razia stasioner.
Kombes Pol Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra 2025 akan dilakukan dengan sistem hunting, di mana petugas akan berpatroli keliling dan mencari pelanggaran lalu lintas secara langsung di jalanan.
“Hunting system itu jadi bukan razia-razia konsep stasioner, nanti kita akan berpatroli keliling menemukan pelanggaran,” ujar Kombes Pol Komarudin kepada awak media (14/11/2025).
Menurutnya, seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya akan menerapkan pola patroli hunting ini untuk memantau pelanggaran yang terjadi di jalan raya.
Dalam Operasi Zebra 2025, petugas tidak hanya menunggu kendaraan yang melintas, tetapi akan aktif bergerak untuk menemukan pelanggaran lalu lintas.
Setiap pelanggaran yang ditemukan, petugas akan langsung menindak sesuai dengan jenis pelanggaran tersebut.
Misalnya, jika pelanggaran tersebut dianggap ringan, polisi dapat memberikan teguran simpatik, sementara pelanggaran yang lebih berat bisa langsung dikenakan tilang.
“Nanti kita lihat jenis pelanggarannya, apakah itu cukup dengan teguran simpati atau memang harus ditilang,” jelas Komarudin menambahkan.
Jadwal dan Sasaran Operasi Zebra 2025
Operasi Zebra 2025 akan dimulai pada Senin, 17 November 2025, dan berlangsung hingga 30 November 2025.
Operasi ini akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, sebagai upaya cipta kondisi menjelang pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Komarudin juga mengungkapkan bahwa sebelum operasi dimulai, akan ada kegiatan latihan praoperasi serta apel gelar pasukan untuk mempersiapkan pelaksanaan yang maksimal.
“Operasi Zebra akan dimainkan hari Senin. Senin tanggal 17 sampai dengan 30,” ungkap Kombes Pol Komarudin.
Ia juga menambahkan bahwa pada hari Senin akan diadakan gelar pasukan untuk memulai pelaksanaan Operasi Zebra.
“Besok lap praop, hari Senin itu gelar pasukan langsung main pelaksanaan Operasi Zebra,” lanjutnya.
Komarudin menegaskan bahwa Operasi Zebra 2025 ini merupakan rangkaian persiapan sebelum dimulainya Operasi Lilin Nataru yang lebih besar.
Operasi Zebra bertujuan untuk menciptakan kondisi aman dan tertib di jalan raya menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Fokus Utama Penindakan di Operasi Zebra 2025
Dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2025, polisi akan lebih fokus pada pelanggaran kasat mata atau pelanggaran yang jelas terlihat oleh petugas.
Kombes Pol Komarudin mengungkapkan bahwa salah satu jenis pelanggaran yang akan menjadi fokus utama adalah penggunaan helm yang tidak sesuai standar atau spesifikasi teknis (spektek).
Pelanggaran lainnya yang menjadi perhatian adalah penggunaan knalpot yang tidak memenuhi standar atau sudah dimodifikasi secara ilegal.
“Pelanggaran yang disasar itu pelanggaran kasat mata, penggunaan helm, kemudian juga knalpot-knalpot yang tidak sesuai dengan spektek. Itu yang kita sasar,” ungkap Komarudin.
Komarudin juga menambahkan bahwa dalam operasi ini, pihaknya akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang mengarah pada keselamatan pengguna jalan.
Oleh karena itu, polisi akan lebih fokus pada pelanggaran yang dapat langsung membahayakan pengendara atau pengguna jalan lainnya.
Tujuan Operasi Zebra 2025: Menekan Kecelakaan dan Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas
Selain menindak pelanggaran, Operasi Zebra 2025 juga memiliki tujuan lain yang tak kalah penting, yaitu untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan disiplin berlalu lintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dengan adanya patroli hunting yang langsung mendeteksi pelanggaran, diharapkan dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan yang sering terjadi akibat kelalaian pengendara.
Sebagai bagian dari upaya cipta kondisi, Operasi Zebra juga bertujuan untuk mempersiapkan situasi lalu lintas yang kondusif menjelang periode Nataru, yang biasanya diikuti oleh lonjakan arus lalu lintas.
Operasi ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan di sepanjang periode liburan.
Komarudin menekankan bahwa pelaksanaan operasi ini sangat penting untuk menciptakan kesadaran berlalu lintas yang lebih baik di kalangan masyarakat.
Dengan adanya patroli hunting yang lebih aktif, polisi berharap dapat mengurangi pelanggaran lalu lintas yang sering kali menjadi penyebab utama kecelakaan.
Sistem ini diharapkan dapat menekan jumlah pelanggaran dan mengurangi angka kecelakaan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Fokus utama dalam operasi ini adalah pelanggaran kasat mata seperti penggunaan helm yang tidak sesuai spektek dan knalpot yang tidak memenuhi standar.
Selain itu, dengan adanya patroli hunting, polisi dapat langsung menindak pelanggaran yang ditemukan di lapangan, baik dengan teguran simpatik maupun tilang, sesuai dengan tingkat pelanggarannya.
Bagi masyarakat yang melintasi wilayah Jakarta dan sekitarnya, sangat penting untuk mematuhi aturan berlalu lintas demi terciptanya keselamatan bersama.
Dengan adanya Operasi Zebra 2025, diharapkan kedisiplinan dalam berlalu lintas dapat meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan, dan situasi lalu lintas menjelang libur panjang Nataru dapat tetap kondusif. (*xpr)