Nikita Willy Ungkap Pernah Blokir Joshua Suherman, Merasa Dikhianati karena Cuitan di Twitter

INBERITA.COM, Aktris Nikita Willy membagikan kisah lama yang baru terungkap ke publik terkait hubungannya dengan aktor sekaligus penyanyi Joshua Suherman.

Dalam sebuah perbincangan santai, Nikita mengaku pernah memblokir kontak Joshua setelah merasa dikhianati oleh seseorang yang ia anggap sebagai teman.

Pengakuan tersebut disampaikan Nikita Willy saat menjadi bintang tamu di Podcast Kakak Beradik. Ia menceritakan kembali momen ketika namanya menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya Twitter, akibat persoalan pribadi dengan mantan kekasihnya.

Menurut Nikita, saat itu isu yang beredar sebenarnya belum banyak diketahui publik. Namun situasi berubah ketika sejumlah warganet, termasuk orang-orang yang dikenalnya, ikut membicarakan masalah tersebut secara terbuka di media sosial.

“Itu lagi ngobrolin apa gitu, pokoknya di Twitter tuh lagi heboh masalah gue, karena memang bener-bener belum banyak orang tahu,” ujar Nikita.

Ia mengaku sangat terkejut ketika membaca salah satu cuitan yang diduga berasal dari Joshua Suherman. Momen itu terjadi saat Nikita sedang berada di pesawat dan hendak berlibur bersama keluarganya.

“Gue inget banget, gue lagi di pesawat mau liburan sama keluarga, tiba-tiba gue baca dia nge-tweet kayak gitu,” ucapnya.

Cuitan tersebut membuat Nikita merasa terpukul karena ia menilai Joshua telah ikut memperkeruh situasi yang menyangkut kehidupan pribadinya. Padahal, Nikita menganggap Joshua sebagai sosok teman yang seharusnya berada di sisinya, bukan justru ikut mengomentari persoalan sensitif di ruang publik.

Perasaan kecewa itu mendorong Nikita untuk langsung menghubungi Joshua Suherman. Ia tak menutupi emosinya saat menegur sang aktor dan menyampaikan kekecewaan secara langsung.

“Gua langsung kayak ‘maksud lo apa ngomong kayak gitu?’ I thought we are friends. Gua bilang kayak gitu,” tutur Nikita.

Dalam percakapan tersebut, Nikita mengungkapkan bahwa dirinya merasa dikhianati oleh orang yang ia percaya. Ia menilai sikap Joshua tidak mencerminkan dukungan seorang teman.

“Intinya, gue kira lo temen gue, lo ada di sisi gue, tapi lo malah ikut jelek-jelekin gue di situ,” ucapnya menjelaskan kondisi emosinya kala itu.

Nikita menyebut Joshua sempat berusaha memberikan penjelasan atas cuitan yang ia tulis. Namun karena sudah terlanjur kecewa dan diliputi emosi, Nikita memilih untuk tidak mendengarkan penjelasan tersebut.

“Dia ngomong bla bla bla, gue langsung blok, gua enggak mau baca,” kata Nikita.

Ia bahkan menegaskan bahwa pada saat itu dirinya benar-benar menutup diri dari segala bentuk klarifikasi.

“Dia mau menjelaskan apa pun, gua enggak mau denger,” imbuhnya.

Meski begitu, Nikita Willy tidak menampik bahwa dirinya termasuk pribadi yang mudah tersulut emosi. Namun di sisi lain, ia juga mengaku sebagai orang yang mudah melupakan dan memaafkan kesalahan orang lain setelah emosinya mereda.

“Gua tuh orangnya gampang emosi, cuma gua gampang maafin orang,” ujar Nikita.

Ia menjelaskan bahwa amarah yang muncul biasanya hanya bersifat sesaat. Setelah itu, perasaannya akan kembali normal seiring berjalannya waktu.

“Kayak misalkan gue habis marah-marah, itu pun kayaknya besoknya gue kalau ngelihat muka dia lagi, gue juga enggak apa-apa lagi, itu cuma emosi sesaat doang,” lanjutnya.

Seiring waktu, hubungan Nikita Willy dan Joshua Suherman pun kembali berjalan normal. Nikita mengungkapkan bahwa mereka sempat bertemu setelah insiden tersebut, dan suasana sudah tidak lagi canggung.

“Waktu itu sempat ketemu juga ya udah kayak enggak ada apa-apa lagi,” tuturnya.

Pengakuan ini sekaligus menunjukkan bahwa konflik tersebut telah lama berlalu dan tidak lagi menjadi ganjalan dalam hubungan keduanya. Nikita menegaskan bahwa kejadian itu merupakan bagian dari proses kedewasaan dalam menjalin pertemanan, terutama di dunia hiburan yang penuh sorotan publik.

Kisah ini pun menarik perhatian publik karena memperlihatkan sisi personal Nikita Willy dalam menyikapi konflik, emosi, dan proses memaafkan.

Di tengah tekanan media sosial dan eksposur publik yang tinggi, pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana selebritas juga menghadapi persoalan pertemanan layaknya orang pada umumnya. (**)