INBERITA.COM, Masa depan Taisei Marukawa kini tidak hanya menjadi perhatian Dewa United. Winger asal Jepang tersebut dikabarkan sedang menjalani proses naturalisasi agar bisa berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Jika proses itu benar-benar rampung dalam waktu dekat, perubahan status kewarganegaraan Marukawa berpotensi membuka babak baru dalam kariernya di sepak bola Indonesia.
Informasi mengenai proses naturalisasi tersebut mencuat ketika Dewa United disebut berupaya mempercepat seluruh tahapan sebelum jendela transfer musim panas Super League 2026-2027 ditutup pada 21 September 2026.
Laporan yang beredar menyebut klub ingin Marukawa memperoleh status WNI sebelum tenggat tersebut.
“Winger Dewa United FC, Taisei Marukawa, dikabarkan tengah dalam proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Proses tersebut dikabarkan terus dikejar pihak Dewa United hingga jendela transfer ditutup,” demikian laporan yang beredar di kalangan pemerhati sepak bola nasional.
Jika kabar itu terealisasi, Marukawa bukan pemain asing yang baru datang ke Indonesia. Ia sudah cukup lama menjalani kehidupan dan karier profesional di Tanah Air.
Pemain yang dikenal memiliki kemampuan bermain di sektor sayap itu pertama kali memperkuat Persebaya Surabaya pada 2021.
Artinya, perjalanan Marukawa di Indonesia telah memasuki tahun kelima. Durasi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang dikaitkan dengan peluangnya untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses naturalisasi.
Dalam regulasi FIFA mengenai perubahan asosiasi, aspek masa tinggal memang menjadi salah satu unsur yang diperhitungkan untuk pemain yang tidak memiliki hubungan keturunan dengan negara yang hendak dibelanya.
Namun, status memenuhi masa tinggal tidak otomatis berarti seorang pemain langsung menjadi WNI ataupun berhak memperkuat tim nasional.
Naturalisasi merupakan proses hukum yang melibatkan otoritas negara, sementara kelayakan seorang pemain untuk membela tim nasional tetap harus mengikuti ketentuan FIFA dan aturan yang berlaku.
Karena itu, kabar mengenai Marukawa perlu dibedakan antara proses naturalisasi, perubahan status kewarganegaraan, dan kemungkinan membela Timnas Indonesia. Ketiganya merupakan tahapan berbeda.
Dari perspektif Dewa United, perubahan status Marukawa juga dapat memberikan keuntungan tersendiri. Jika benar-benar berstatus WNI, posisi Marukawa tidak lagi sama dengan pemain asing dalam komposisi skuad klub.
Situasi tersebut bisa memberikan ruang lebih besar bagi klub dalam mengatur kuota pemain asing sekaligus mempertahankan salah satu pemain yang sudah mengenal karakter kompetisi Indonesia.
Dewa United sendiri memiliki sejumlah pemain asing dengan latar belakang berbeda.
Di antara nama yang disebut dalam komposisi mereka adalah Sonny Steven dari Belanda, Myeong-seok Ko dari Korea Selatan, Nick Kuipers dari Belanda, Johnathan dan Jean Mangabeira dari Brasil, Alexis Messidoro dari Argentina, Noah Sadaoui dari Maroko, serta Carlos Lury dan Denilson Junior dari Brasil.
Jika Marukawa berubah status menjadi pemain domestik, konsekuensinya tidak hanya berkaitan dengan administrasi. Klub juga mendapatkan fleksibilitas dalam menyusun skuad karena salah satu slot pemain asing dapat digunakan untuk kebutuhan lain.
Pertanyaan yang lebih menarik kemudian muncul di level tim nasional: apakah Marukawa akan langsung mendapatkan panggilan Timnas Indonesia?
Kehadiran pemain berdarah Jepang tanpa keturunan Indonesia di skuad Garuda tetap bergantung pada terpenuhinya seluruh persyaratan FIFA dan keputusan tim kepelatihan.
Bahkan apabila proses naturalisasinya selesai, pemanggilan ke tim nasional bukan sesuatu yang otomatis.
John Herdman, sebagai pelatih Timnas Indonesia, tentu memiliki pertimbangan teknis sendiri. Posisi winger menjadi salah satu area yang menuntut pemain dengan kecepatan, kemampuan satu lawan satu, kreativitas, serta kontribusi dalam transisi menyerang dan bertahan.
Karakter tersebut menjadi alasan mengapa profil Marukawa menarik untuk diperhatikan.
Pengalaman Marukawa selama berkarier di Indonesia juga dapat menjadi nilai tambah. Ia sudah memahami atmosfer kompetisi lokal, karakter permainan lawan, perjalanan tandang antarkota, hingga tekanan yang datang dari suporter.
Adaptasi semacam itu berbeda dengan pemain yang baru pertama kali berkarier di Indonesia.
Meski demikian, persaingan untuk masuk Timnas Indonesia tidak sederhana. Pemain lokal maupun pemain naturalisasi lainnya juga memiliki kualitas dan pengalaman yang menjadi bahan pertimbangan pelatih.
Marukawa tetap harus menunjukkan performa konsisten di level klub jika ingin masuk radar tim nasional secara serius.
Ada pula faktor waktu yang membuat perkembangan kabar ini menarik untuk dipantau. Dewa United disebut mengejar penyelesaian proses sebelum 21 September 2026, ketika jendela transfer musim panas Super League 2026-2027 berakhir.
Apabila status Marukawa berubah sebelum tenggat tersebut, klub bisa memperoleh keuntungan dari sisi pengelolaan komposisi pemain.
Bagi Marukawa sendiri, menjadi WNI akan menjadi keputusan besar setelah lebih dari lima tahun membangun karier di Indonesia. Ia bukan sekadar pemain asing yang singgah dalam satu atau dua musim.
Perjalanan dari Persebaya hingga Dewa United membuat namanya sudah cukup dikenal oleh publik sepak bola nasional.
Jika proses tersebut benar-benar rampung, perhatian berikutnya akan tertuju pada satu hal: apakah performa Marukawa mampu meyakinkan Herdman untuk memberinya kesempatan di Timnas Indonesia.
Untuk saat ini, peluang tersebut masih sebatas kemungkinan, bukan kepastian. Status WNI harus lebih dulu benar-benar selesai dan seluruh persyaratan untuk memperkuat Timnas Indonesia harus terpenuhi. Setelah itu, keputusan terakhir tetap berada di tangan pelatih.
Dengan demikian, naturalisasi Marukawa bukan hanya soal perubahan paspor. Bagi Dewa United, langkah tersebut berpotensi mengubah perhitungan skuad.