INBERITA.COM, Mantan istri komedian Sule, Nathalie Holscher, kembali mencuri perhatian publik setelah membagikan pengalaman menjalani operasi bariatrik di KMC Medical Centre, Penang, Malaysia.
Prosedur medis yang dijalaninya itu sontak menuai sorotan warganet, terlebih karena Nathalie bukan termasuk dalam kategori obesitas, yang biasanya menjadi alasan umum dilakukan operasi tersebut.
Lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Jumat, 26 September 2025, ibu satu anak itu tampak ceria dan membagikan kondisi terbarunya pasca operasi.
Dalam video tersebut, Nathalie menunjukkan momen pertamanya kembali mengonsumsi makanan setelah seharian penuh berpuasa.
“Jadi ini makanan pertama aku guys, dark (sejak) kemarin aku puasa doang. Ini kaldu doang kali ya,” ucap Nathalie sambil memperlihatkan semangkuk kaldu yang menjadi menu pertamanya usai tindakan operasi.
Namun, bukan hanya itu yang membuat publik terkejut. Dalam unggahan yang sama, Nathalie memperlihatkan hasil potongan lambungnya yang disimpan dalam wadah, sebuah momen yang cukup jarang dibagikan ke publik oleh pasien operasi bariatrik.
“Oke guys ini hasil pemotongan lambung aku ini guys,” katanya sambil menunjukkan hasil operasi tersebut.
Langkah Nathalie menjalani bariatrik menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak, terutama karena prosedur ini umumnya ditujukan bagi penderita obesitas atau orang dengan indeks massa tubuh (IMT) tinggi.
Namun, Nathalie dengan tegas menjelaskan bahwa keputusannya bukan semata karena ingin menurunkan berat badan.
“Kenapa aku menganjurkan bariatrik untuk diriku sendiri walaupun aku enggak obesitas? Kan banyak yang nanya ya, ‘kok enggak obesitas tapi mau bariatrik?’ Aku ingin menjaga pola hidup aku lebih sehat lagi,” jelas Nathalie kepada para pengikutnya.
Perubahan besar langsung dirasakan Nathalie usai operasi. Ia mengungkapkan bahwa porsi makannya kini jauh lebih sedikit, bahkan hanya dengan dua sendok saja sudah merasa kenyang. Air putih pun kini lebih ia perhatikan dalam keseharian.
“Makannya juga dijaga, sendok aja udah kenyang banget. Air putihnya juga lebih dijaga,” ungkapnya dalam unggahan video lain.
Meski menjalani operasi yang tergolong besar, Nathalie tidak perlu dirawat lama di rumah sakit. Ia mengungkapkan bahwa hanya satu hari setelah operasi, dirinya sudah diperbolehkan pulang dan bersiap untuk kembali ke Jakarta.
“Kalau misalkan kalian sama kayak aku, susah diet, pola makan enggak dijaga bisa bariatrik. Enggak harus obesitas. Jadi aman banget, satu hari setelah operasi langsung boleh pulang,” terang Nathalie memberi semangat bagi pengikutnya yang mungkin mengalami masalah serupa.
Sebelum menjalani operasi, Nathalie sempat membagikan berbagai komentar negatif yang sering ia terima dari warganet, terutama terkait bentuk tubuhnya pasca melahirkan.
Namun alih-alih terpancing emosi, ia memilih menjadikan komentar-komentar pedas tersebut sebagai motivasi untuk berubah dan menjaga kesehatan.
“(Terima kasih) untuk semua comment jahat kalian ya. Doain aku selalu sehat ya,” tulis Nathalie dalam salah satu unggahan Instagram Story-nya, sambil memperlihatkan beberapa komentar bernada negatif dari netizen.
Langkah Nathalie menjalani operasi bariatrik ini sekaligus membuka diskusi publik mengenai prosedur tersebut.
Apa itu Operasi Bariatrik?
Operasi bariatrik adalah prosedur medis yang dilakukan pada sistem pencernaan untuk membantu seseorang menurunkan berat badan.
Prosedur ini biasanya menjadi pilihan bagi pasien yang mengalami obesitas, atau memiliki kesulitan menurunkan berat badan melalui diet dan olahraga saja.
Terdapat beberapa jenis operasi bariatrik, dan yang paling umum dilakukan adalah:
- Sleeve Gastrectomy: Prosedur ini mengangkat sebagian besar lambung, biasanya sekitar 70-80%, sehingga hanya tersisa bagian berbentuk tabung kecil (mirip pisang). Kapasitas makan menjadi jauh lebih kecil, dan hormon lapar (ghrelin) juga ikut berkurang.
- Gastric Bypass: Menggabungkan pengurangan ukuran lambung dengan pemotongan dan penghubungan ulang usus, untuk mengurangi penyerapan nutrisi dan kalori.
- Adjustable Gastric Band: Menggunakan pita silikon yang bisa dikencangkan di sekitar bagian atas lambung, menciptakan kantong kecil yang membuat pasien cepat kenyang.
Dalam kasus Nathalie, ia menjalani prosedur sleeve gastrectomy, yang ditandai dengan pemotongan sebagian lambung.
Efek dari operasi ini bersifat langsung, di mana pasien akan lebih cepat kenyang dan cenderung tidak bisa makan dalam jumlah banyak seperti sebelumnya. Hal ini sangat efektif untuk membentuk pola makan baru yang lebih teratur dan sehat.
Meskipun awalnya dikembangkan sebagai solusi untuk obesitas berat, kini bariatrik juga dimanfaatkan secara luas oleh individu yang ingin melakukan intervensi gaya hidup secara drastis, termasuk mereka yang ingin menghindari masalah kesehatan jangka panjang seperti diabetes tipe 2, hipertensi, atau gangguan metabolik.
Namun, kasus Nathalie menunjukkan bahwa prosedur ini juga bisa menjadi pilihan preventif untuk menjaga pola hidup sehat, khususnya bagi mereka yang memiliki kesulitan dalam mengatur pola makan atau tidak konsisten menjalani gaya hidup sehat secara alami.
Kini, setelah operasi, Nathalie mengaku merasa lebih nyaman dan ringan. Keputusan yang awalnya menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik justru memperlihatkan sisi baru dari komitmennya terhadap kesehatan pribadi.
Dari kondisi pasca operasi hingga kebiasaan makan yang berubah drastis, Nathalie tampaknya siap menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan teratur ke depannya. (xpr)