INBERITA.COM, Aktris dan penyanyi muda Nabilah Ayu baru-baru ini mengungkapkan pengalaman unik dan menegangkan yang ia alami saat menjalani misi kemanusiaan di Timur Tengah.
Dalam perjalanannya bersama ibunya, Ratna K. Rita, untuk memberikan dukungan kepada warga Palestina, Nabilah sempat mengalami kejadian yang cukup menghebohkan saat tiba di perbatasan Yordania.
Ia bahkan disangka sebagai warga Palestina yang berpindah kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), yang menyebabkan ia harus menjalani interogasi oleh petugas imigrasi setempat.
Misi kemanusiaan yang dijalani Nabilah dan ibunya kali ini bukan sekadar perjalanan liburan biasa.
Mereka berkunjung ke beberapa negara di Timur Tengah, seperti Yordania, Aqsa, dan Mesir, dengan tujuan untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga Palestina.
Meskipun tujuannya sangat mulia, perjalanan tersebut tidak lepas dari beberapa momen yang cukup mengejutkan, termasuk kejadian di perbatasan Yordania yang baru saja ia ceritakan kepada publik.
Melalui kanal YouTube miliknya, Bella Fawzi, Nabilah dengan santai menceritakan pengalaman tak terlupakan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa saat tiba di perbatasan Yordania, petugas imigrasi sempat salah paham dan mencurigainya sebagai orang Palestina.
“Gue disangka orang Palestina yang pindah jadi WNI. Jadi pas di border, aku pakai khimar, mungkin kelihatan Arab banget ya? Padahal emang darah Arab, maklum,” tutur Nabilah sambil tertawa mengenang kejadian tersebut.
Kecurigaan petugas imigrasi semakin kuat ketika mereka melihat penampilan Nabilah yang mengenakan khimar, pakaian tradisional yang biasa dipakai wanita Arab.
Terlebih lagi, Nabilah memang memiliki darah Arab yang kental, sehingga wajar jika penampilannya mirip dengan orang lokal di wilayah tersebut.
Paspor Nabilah pun diberi tanda khusus oleh petugas, menandakan bahwa ia telah melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Paspor aku dikasih tanda. Mungkin karena wajahnya kayak orang lokal Palestina, jadi mereka curiga,” kata Nabilah.
Meski sempat terkejut dengan kejadian itu, Nabilah berusaha tetap tenang dan menghadapi situasi tersebut dengan sabar. Ibunya, Ratna K. Rita, yang ikut dalam perjalanan tersebut, juga mengkonfirmasi kejadian tersebut.
Menurutnya, kejadian itu mungkin terjadi karena mereka berdua mengenakan pakaian serba abu-abu yang mirip dengan busana umrah.
“Mama sama Nabila itu pakai baju kembaran warna abu-abu, kayak pakaian umrah gitu. Nah, mungkin karena wajahnya kayak orang Arab, jadinya dikira orang lokal Palestina,” ujar Ratna sambil bercanda.
Bagi Nabilah, meskipun mengalami sedikit ketegangan, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga.
Ia menganggapnya sebagai kenangan unik selama menjalankan misi kemanusiaan di Timur Tengah. Meskipun sempat merasa tidak nyaman, ia tetap bersyukur bisa menyelesaikan misinya tanpa hambatan besar.
Selain itu, Nabilah juga merasa beruntung bisa terlibat dalam sebuah misi kemanusiaan yang begitu mulia, memberi dukungan langsung kepada warga Palestina yang tengah menghadapi berbagai tantangan.
Video yang diunggah Nabilah mengenai pengalamannya di perbatasan Yordania itu kini ramai dibicarakan oleh netizen di media sosial.
Banyak dari mereka yang merasa terhibur dengan kisahnya yang ringan dan lucu, namun tak sedikit pula yang mengapresiasi keberaniannya untuk terlibat dalam misi kemanusiaan lintas negara tersebut.
Banyak komentar yang memuji sikap positif Nabilah yang tetap tenang menghadapi situasi tak terduga, sambil tetap berfokus pada tujuan mulianya.
Tak hanya itu, perjalanan Nabilah dan ibunya untuk memberikan bantuan kepada warga Palestina juga menuai apresiasi dari berbagai pihak.
Sebagai seorang publik figur, Nabilah memberikan contoh yang baik dengan menggunakan platformnya untuk menyuarakan isu sosial dan kemanusiaan.
Dukungan dari netizen pun datang dari berbagai penjuru, dengan banyak yang memuji dedikasi Nabilah dalam berkontribusi terhadap kebaikan tanpa mengenal batasan.
Misi kemanusiaan yang diusung Nabilah bersama ibunya tersebut memang bukan perjalanan yang mudah.
Mereka harus melewati berbagai tantangan, termasuk perbedaan budaya dan sistem imigrasi yang ketat di negara-negara yang mereka kunjungi.
Namun, meski dihadapkan dengan situasi yang cukup menegangkan di perbatasan Yordania, Nabilah tetap menganggapnya sebagai bagian dari pengalaman hidup yang akan selalu dikenangnya.
Keberanian Nabilah untuk berbagi cerita tersebut juga menunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai seorang publik figur yang tidak hanya dikenal karena karya seni dan musiknya, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap isu-isu sosial yang sedang berlangsung.
Kisahnya ini memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk tidak hanya fokus pada karir, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan. (xpr)