INBERITA.COM, Pencurian berskala besar mengguncang Kota Gelsenkirchen, Jerman bagian barat, setelah sebuah cabang bank Sparkasse menjadi sasaran aksi kriminal terencana dengan nilai kerugian fantastis.
Otoritas setempat memperkirakan total kerugian akibat pembobolan tersebut mencapai sekitar 30 juta euro atau setara Rp 590 miliar, menjadikannya salah satu kasus pencurian bank terbesar yang pernah terjadi di wilayah itu.
Kasus pencurian bank di Gelsenkirchen ini terungkap secara tidak sengaja setelah alarm kebakaran di gedung bank Sparkasse berbunyi pada Senin (29/12/2025) dini hari.
Bunyi alarm tersebut memicu respons cepat dari kepolisian dan petugas pemadam kebakaran yang langsung mendatangi lokasi.
Saat dilakukan penyisiran menyeluruh di dalam gedung, petugas menemukan adanya kerusakan besar yang mengarah ke ruang brankas bawah tanah milik bank.
Kepolisian Gelsenkirchen menyatakan bahwa para pelaku diduga kuat memanfaatkan momentum libur Natal yang membuat aktivitas di sekitar bank relatif sepi.
Kondisi tersebut dinilai memberi ruang bagi pelaku untuk menjalankan aksinya dengan tenang, tanpa menarik perhatian, serta dengan persiapan yang matang.
Polisi menilai pencurian ini bukan dilakukan secara spontan, melainkan dirancang dengan perhitungan yang cermat dan eksekusi yang rapi.
Seorang juru bicara kepolisian bahkan menyamakan aksi pencurian bank Sparkasse tersebut dengan film Ocean’s Eleven, sebagaimana dilansir CNN.
Ia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa aksi itu dilakukan dengan sangat profesional.
Pernyataan ini menegaskan dugaan bahwa pelaku bukan penjahat amatir, melainkan kelompok yang memiliki pengalaman, peralatan memadai, serta pemahaman detail mengenai struktur gedung dan sistem keamanan bank.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku dilaporkan menggunakan bor berukuran besar untuk menembus akses menuju ruang brankas bawah tanah.
Cara ini memungkinkan mereka mencapai area penyimpanan utama tanpa harus merusak bagian depan bank yang berisiko memicu alarm keamanan lebih awal.
Setelah berhasil masuk, pelaku membobol lebih dari 3.000 kotak penyimpanan milik nasabah.
Kotak-kotak penyimpanan tersebut berisi berbagai barang berharga, mulai dari uang tunai dalam jumlah besar, emas batangan, hingga perhiasan bernilai tinggi.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan inventarisasi untuk memastikan nilai kerugian secara rinci, sementara manajemen bank terus berkoordinasi dengan para nasabah yang terdampak.
Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga para pelaku masuk dan keluar gedung bank melalui jalur yang tidak biasa.
Mereka diyakini memanfaatkan sebuah gedung parkir yang terhubung langsung dengan bangunan bank Sparkasse.
Akses ini diduga menjadi kunci keberhasilan pelaku dalam memindahkan barang-barang curian tanpa menimbulkan kecurigaan di area publik.
Keterangan saksi mata turut menguatkan dugaan tersebut. Sejumlah saksi mengaku melihat beberapa pria membawa tas-tas besar di area tangga gedung parkir pada Sabtu (27/12/2025) malam hingga Minggu (28/12/2025) dini hari.
Aktivitas mencurigakan itu baru disadari relevansinya setelah kasus pencurian terungkap keesokan harinya.
Selain keterangan saksi, rekaman kamera CCTV juga menjadi petunjuk penting dalam kasus pencurian bank di Jerman ini.
Dari hasil penelusuran awal, kamera pengawas memperlihatkan sebuah mobil Audi RS 6 berwarna hitam meninggalkan gedung parkir di Jalan De-La-Chevallerie-Strasse pada Senin pagi.
Kendaraan tersebut kini menjadi salah satu fokus penyelidikan polisi, meskipun identitas pengemudi maupun pelaku di dalamnya belum diketahui.
Lubang besar yang menjadi akses menuju ruang brankas bawah tanah baru ditemukan setelah alarm kebakaran berbunyi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku berhasil menutup jejak sementara dan menghindari deteksi sistem keamanan dalam waktu yang cukup lama.
Polisi bersama petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan penyisiran detail di seluruh bagian gedung untuk memastikan tidak ada ancaman lain serta mengamankan lokasi kejadian.
Hingga saat ini, belum ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap. Seluruh tersangka masih buron, dan kepolisian Gelsenkirchen terus melakukan penyelidikan lanjutan.
Proses penyidikan meliputi pengumpulan rekaman CCTV tambahan di sekitar lokasi, pemeriksaan jalur keluar masuk gedung, serta pendalaman keterangan saksi yang berada di area bank dan gedung parkir pada waktu kejadian.
Di sisi lain, manajemen Sparkasse telah mengeluarkan imbauan resmi kepada para nasabah yang memiliki kotak penyimpanan di cabang tersebut.
Pihak bank meminta para nasabah untuk segera menghubungi pihak Sparkasse guna mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi kotak penyimpanan mereka serta langkah-langkah lanjutan yang akan diambil.
Kasus pencurian bank Sparkasse di Gelsenkirchen ini tidak hanya menjadi sorotan di Jerman, tetapi juga menarik perhatian internasional karena skala kerugian dan metode yang digunakan.
Aparat penegak hukum berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memburu para pelaku hingga tertangkap, sembari meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan serupa di masa mendatang.