Meskipun Kini Berkarier di Serie A Italia, Jay Idzes Masih Menyimpan Harapan Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia

INBERITA.COM, Jay Idzes menegaskan bahwa kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 tidak memadamkan impian besarnya bersama skuad Garuda. Bek yang kini berkarier di Serie A Italia itu masih menyimpan ambisi kuat untuk membawa Timnas Indonesia tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia pada masa mendatang.

Bagi Jay Idzes, Piala Dunia tetap menjadi mimpi utama yang ingin ia wujudkan bersama Merah-Putih, meski harus menunggu edisi berikutnya. Seperti diketahui, langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 resmi terhenti setelah hasil kurang maksimal di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Skuad Garuda gagal bersaing dengan dua lawan kuat, Arab Saudi dan Irak, yang tampil lebih konsisten sepanjang fase tersebut. Dalam dua laga krusial, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor 2-3 dan kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari Irak.

Dua hasil negatif itu membuat pasukan Patrick Kluivert terpuruk di posisi juru kunci klasemen dengan raihan nol poin. Kegagalan ini menjadi pukulan tersendiri bagi Timnas Indonesia yang sebelumnya menunjukkan progres positif di fase-fase awal kualifikasi.

Namun, hasil tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Piala Dunia memang menuntut konsistensi, kedalaman skuad, dan mental bertanding di level tertinggi. Dengan tersingkirnya Indonesia dari persaingan Piala Dunia 2026, fokus pun otomatis bergeser ke edisi selanjutnya, yakni Piala Dunia 2030 yang masih terbentang empat tahun ke depan.

Di tengah kegagalan tersebut, peran Jay Idzes tetap mendapat sorotan positif. Pemain kelahiran Belanda itu menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Jay Idzes mencatat debutnya bersama Timnas Indonesia pada 21 Maret 2024, hanya sekitar empat bulan setelah resmi menyandang status sebagai warga negara Indonesia. Debut tersebut langsung meninggalkan kesan manis karena ia turut mengantarkan Timnas Indonesia meraih kemenangan 1-0 atas Vietnam pada ronde kedua kualifikasi.

Sejak laga debut tersebut, Jay Idzes terus menjadi andalan di lini belakang Timnas Indonesia. Hingga pertandingan terakhir di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, ia telah mengoleksi total 16 caps dan menyumbangkan satu gol untuk skuad Garuda.

Tak hanya itu, kepercayaan besar juga diberikan kepadanya dengan ban kapten yang ia kenakan dalam 12 pertandingan. Peran sebagai pemimpin di lapangan mempertegas status Jay Idzes sebagai salah satu pilar utama Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Ambisi Jay Idzes bersama Timnas Indonesia tidak pernah surut meski hasil di Piala Dunia 2026 tidak sesuai harapan. Ia secara terbuka mengungkapkan mimpinya untuk bisa tampil di Piala Dunia bersama tim nasional.

“Impian saya adalah bermain di Piala Dunia bersama tim nasional, itu akan luar biasa, seperti yang saya katakan sebelumnya, itu hanya tentang disiplin yang harus dimiliki setiap hari untuk terus bekerja dan berjuang meskipun Anda tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, Anda harus tetap terlibat dan saya pikir itu sangat penting,” beber Jay Idzes.

Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas profesional yang dipegang teguh oleh Jay Idzes, baik di level klub maupun tim nasional. Ia menilai bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti berjuang, melainkan bagian dari proses panjang menuju target besar.

Bagi Jay Idzes, konsistensi dalam bekerja dan menjaga disiplin harian menjadi kunci utama untuk tetap kompetitif dan relevan, terutama dalam persaingan sepak bola modern yang sangat ketat. Perkembangan karier Jay Idzes di level klub juga menjadi bukti nyata dari filosofi kerja keras yang ia jalani.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, grafik kariernya menanjak secara signifikan. Pada musim 2020/2021, Jay Idzes masih bermain di level kedua Liga Belanda bersama FC Eindhoven.

Setelah itu, ia melanjutkan petualangan ke Go Ahead Eagles, kemudian hijrah ke Venezia di Italia, sebelum akhirnya kini membela Sassuolo di Serie A. Jay Idzes mengaku bahwa dirinya tidak pernah terlalu memikirkan sejauh mana kariernya akan melangkah.

Fokus utamanya sejak awal adalah bekerja sekeras mungkin setiap hari dan memaksimalkan setiap kesempatan yang datang.

“Jika saya hanya berbicara tentang diri saya sendiri, saya tidak pernah benar-benar memikirkannya, saya seperti hanya perlu bekerja setiap hari sekeras mungkin dan melihat di mana saya akan bermain, apakah saya akan bermain, tapi saya melakukan itu ketika saya masih jauh lebih muda, saya memainkan pertandingan pertama saya pada usia 17 tahun di liga profesional,” tutur Idzes.

Ia kemudian menceritakan bagaimana perjalanan kariernya terus bergerak setahap demi setahap.

“Lalu bekerja terus menerus, terus menerus, setiap hari menuju tujuan dan tujuan saat itu adalah untuk bermain di tim utama di level profesional dan kemudian untuk bermain di liga Belanda, kemudian di Venezia kami memenangkan Serie B, bermain di Serie A, kemudian tahun lalu bersama Venezia,” lanjutnya.

Kini bersama Sassuolo, Jay Idzes kembali menegaskan target pribadinya untuk terus berkembang di Serie A, salah satu liga terbaik di dunia.

“Sekarang bersama Sassuolo saya ingin bermain di Serie A, saya ingin terus meningkatkan kemampuan dan kemudian melihat di mana perjalanan saya akan berakhir, tetapi hal lain, tentu saja dengan tim nasional Indonesia,” tandas Jay Idzes.

Dengan usia yang masih berada di masa emas dan pengalaman bermain di kompetisi top Eropa, Jay Idzes menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia dalam menatap masa depan.

Kegagalan di Piala Dunia 2026 memang menjadi catatan pahit, namun semangat dan ambisi yang ditunjukkan Jay Idzes memberikan harapan bahwa Timnas Indonesia masih memiliki peluang besar untuk bangkit dan bersaing menuju Piala Dunia 2030.