INBERITA.COM, Mesir menunjukkan karakter kuat dan mental pantang menyerah saat membalikkan keadaan untuk mengalahkan Selandia Baru dengan skor 2-1 dalam laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Senin.
Kemenangan ini bukan hanya menjaga peluang The Pharaohs melaju ke fase gugur, tetapi juga menghadirkan momen bersejarah bagi Mohamed Salah dan Mustafa Zico.
Sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, Mesir bangkit lewat permainan agresif dan efektif setelah jeda. Dua gol yang tercipta dalam rentang sembilan menit berhasil mengubah jalannya pertandingan sekaligus menempatkan Mesir dalam posisi yang menguntungkan di klasemen grup.
Sejak awal laga, Selandia Baru tampil percaya diri dan tidak menunjukkan rasa gentar menghadapi salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika. Tim asal Oseania itu justru mengambil inisiatif serangan lebih dulu dan mampu memberikan tekanan kepada lini belakang Mesir.
Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-15. Berawal dari umpan silang akurat yang dikirim ke dalam kotak penalti, Finn Sorman berhasil memenangkan duel udara dan melepaskan sundulan keras yang tidak mampu dihentikan kiper Mesir, Mustafa Shubair.
Gol itu membuat Selandia Baru semakin bersemangat. Mereka beberapa kali mencoba memanfaatkan celah di pertahanan Mesir yang terlihat kurang solid pada fase awal pertandingan.
Sementara itu, Mesir kesulitan mengembangkan permainan dan belum mampu memaksimalkan kehadiran Mohamed Salah di lini depan.
Memasuki babak kedua, pelatih Mesir melakukan sejumlah penyesuaian taktik yang langsung memberikan dampak positif. Intensitas serangan meningkat dan aliran bola menuju area pertahanan lawan menjadi lebih efektif.
Tekanan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-58. Mohamed Hani mengirimkan umpan silang terukur ke dalam kotak penalti yang disambut dengan sundulan keras oleh Mustafa Zico. Bola sempat mengenai tangan penjaga gawang Selandia Baru sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang.
Gol penyama kedudukan itu mengubah momentum pertandingan secara signifikan. Mesir yang sebelumnya kesulitan membongkar pertahanan lawan mulai menemukan ritme permainan terbaik mereka.
Hanya berselang sembilan menit, publik Mesir kembali bersorak. Kali ini kombinasi apik antara Mohamed Salah dan Mustafa Zico menghasilkan gol yang membawa timnya berbalik unggul.
Serangan cepat yang dibangun dari lini tengah mengalir ke kaki Salah. Kapten Mesir itu kemudian memberikan bola kepada Zico yang berdiri di area berbahaya. Dengan kecerdasan dan teknik tinggi, Zico mengembalikan bola menggunakan sentuhan tumit yang mengecoh pertahanan lawan.
Salah yang menerima bola tanpa kawalan langsung melepaskan tendangan datar ke sisi kanan gawang. Kiper Selandia Baru tak mampu menjangkaunya dan skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Mesir.
Gol tersebut menjadi sangat spesial bagi Salah. Selain memastikan kemenangan timnya, gol itu juga mengantarkan sang bintang Liverpool mencatat sejarah baru bersama tim nasional Mesir.
Dengan tambahan satu gol di turnamen ini, Salah kini telah mengoleksi tiga gol sepanjang penampilannya di ajang Piala Dunia.
Catatan tersebut membuatnya resmi menjadi pencetak gol terbanyak Mesir dalam sejarah Piala Dunia, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Abdel Rahman Fawzi dengan dua gol.
Prestasi Salah tidak berhenti di situ. Gol ke gawang Selandia Baru juga menambah koleksi gol internasionalnya menjadi 68 gol bersama tim nasional. Jumlah tersebut membuatnya semakin dekat dengan rekor legenda Mesir Hossam Hassan yang mengoleksi 69 gol.
Dalam daftar pencetak gol internasional terbanyak Afrika, Salah kini terus mendekati sejumlah nama besar. Ia berada di jalur yang tepat untuk masuk ke jajaran elite penyerang terbaik yang pernah dimiliki benua tersebut.
Meski Salah menjadi sorotan utama, nama Mustafa Zico juga layak mendapat apresiasi besar. Penyerang muda itu tampil luar biasa dengan kontribusi satu gol dan satu assist yang menjadi kunci kemenangan Mesir.
Menurut data statistik Opta, Zico mencatat pencapaian bersejarah sebagai pemain pertama Mesir yang mampu mencetak satu gol sekaligus memberikan satu assist dalam pertandingan yang sama di ajang Piala Dunia.
Penampilan impresif tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola Mesir. Kehadiran pemain muda yang mampu tampil menentukan di panggung sebesar Piala Dunia memberikan harapan besar bagi regenerasi tim nasional.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Selandia Baru yang sebenarnya tampil cukup baik sepanjang pertandingan. Setelah unggul lebih dulu, mereka gagal mempertahankan konsentrasi saat menghadapi tekanan intens dari Mesir pada babak kedua.
Persaingan Grup G kini semakin menarik. Kemenangan atas Selandia Baru membuat Mesir mengumpulkan empat poin dan membuka peluang besar untuk lolos ke babak berikutnya. Situasi grup menjadi semakin ketat setelah Iran dan Belgia sebelumnya bermain imbang tanpa gol.
Dengan satu pertandingan tersisa, peluang empat tim di Grup G masih terbuka. Namun kemenangan dramatis ini memberi keuntungan penting bagi Mesir yang kini memiliki momentum positif menjelang laga penentuan.
Jika mampu mempertahankan performa seperti yang ditunjukkan pada babak kedua melawan Selandia Baru, The Pharaohs berpeluang besar melangkah ke fase gugur.
Sementara bagi Mohamed Salah, turnamen ini terus menjadi panggung untuk mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Mesir.