Media Jerman Puji Debut Impresif Veda Ega Pratama di Moto3

INBERITA.COM, Nama Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Indonesia, mendadak mencuri perhatian dunia otomotif setelah penampilan impresifnya pada seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand.

Meskipun masih berstatus debutan di ajang balap motor bergengsi ini, Veda menunjukkan kemampuan luar biasa dengan bersaing ketat di antara pembalap-pembalap berpengalaman di level ketiga Grand Prix.

Sebagai rookie, Veda, yang baru berusia 17 tahun, mampu menampilkan performa yang sangat mengesankan. Di sesi latihan bebas, ia bahkan berhasil melaju hingga Q2, sebuah pencapaian luar biasa bagi debutan yang belum pernah ikut balapan di Moto3 sebelumnya.

Meskipun pada akhirnya ia gagal meraih podium dan finis di posisi kelima, Veda tetap menjadi sorotan utama dalam balapan yang berlangsung pada Minggu, 7 Maret 2026.

“Veda Pratama, Rookie Terbaik dan Pembalap Honda Tercepat!” demikian judul artikel yang dikeluarkan oleh Speedweek, media otomotif asal Jerman yang memuji penampilan pembalap Indonesia tersebut.

Dalam artikel tersebut, Speedweek menyebutkan bahwa meski gagal meraih podium, Veda berhasil menunjukkan bahwa dirinya pantas bersaing di level tertinggi Moto3.

Penampilan debutan Veda di Buriram tidak hanya memukau para penggemar di Indonesia, tetapi juga menarik perhatian internasional.

Dalam artikel Speedweek, disebutkan bahwa Veda berusaha sebaik mungkin untuk menarik perhatian kamera selama debut GP-nya di Buriram. Ia hampir menciptakan sensasi dengan penampilan luar biasa di sepanjang balapan.

Pada lap keenam Moto3 Thailand 2026, Veda bahkan sempat berada di posisi ketiga, sebuah pencapaian yang sangat mengesankan mengingat ini adalah balapan perdananya di level Moto3.

Kecepatan dan keterampilannya dalam menavigasi tikungan-tikungan tajam di Sirkuit Buriram turut mendapat pujian dari berbagai pihak.

Meski performa luar biasanya menarik perhatian, Speedweek juga mencatat bahwa Veda melakukan sedikit kesalahan pada sepertiga akhir balapan.

Akibatnya, ia harus tertinggal dari grup pembalap yang lebih berpengalaman yang akhirnya mengincar posisi podium. Kesalahan tersebut membuatnya kehilangan kesempatan untuk merebut tempat di tiga besar.

Namun, meski tidak bisa naik podium, hasil posisi kelima yang diraihnya tetap menunjukkan bahwa Veda memiliki potensi besar. Performa debutnya tersebut menjadi bukti bahwa ia dapat bersaing di kelas Moto3, yang dikenal sangat kompetitif dan penuh tekanan.

Selain menjadi rookie terbaik, Veda juga tercatat sebagai pembalap Honda tercepat di balapan ini, menunjukkan bahwa motor yang ia kendarai memiliki performa yang sangat baik di sirkuit Buriram.

Sebagai pembalap yang dididik oleh Astra Honda Racing School, Veda berhasil menunjukkan bahwa pembinaan dan pelatihan yang ia terima dari akademi balap Indonesia itu telah membuahkan hasil yang gemilang.

Dalam ajang Moto3, di mana banyak pembalap muda dari berbagai negara berkompetisi, hasil yang didapatkan oleh Veda tentu menjadi kejutan besar, mengingat sebagian besar pesaingnya telah memiliki pengalaman bertahun-tahun di ajang balapan Grand Prix.

Sementara itu, Veda Ega Pratama sendiri mengungkapkan bahwa ia merasa sangat senang bisa berkompetisi di ajang Moto3 pada usia muda. Ia berharap penampilan impresif ini dapat menjadi awal yang baik untuk karier balap profesionalnya.

“Saya sangat senang dengan hasil ini, meskipun saya belum bisa meraih podium. Tapi, saya merasa lebih siap untuk balapan selanjutnya. Saya akan terus belajar dan berusaha lebih baik lagi,” ujar Veda setelah balapan.

Banyak yang melihat masa depan cerah untuk Veda, mengingat potensi dan bakat luar biasa yang ia tunjukkan di balapan perdana ini. Sejumlah media internasional dan penggemar Moto3 memperkirakan bahwa Veda bisa menjadi salah satu bintang besar di dunia balap motor jika ia terus berkembang dan memperbaiki kekurangannya.

“Saya hanya ingin terus memberikan yang terbaik, berusaha lebih baik lagi di setiap balapan,” tambah Veda, penuh semangat.

Meskipun baru pertama kali berlaga di ajang Moto3, Veda Ega Pratama telah berhasil mencuri perhatian banyak pihak.

Performa yang luar biasa ini mengingatkan kita bahwa Indonesia memiliki talenta balap motor yang tak kalah saing di kancah internasional.

Dengan dukungan yang tepat, terutama dari Astra Honda Racing School dan penggemarnya, Veda berpeluang besar untuk berkembang dan menciptakan lebih banyak sensasi di masa depan.

Banyak yang percaya, Moto3 Thailand 2026 hanyalah awal dari perjalanan panjang Veda di dunia balap internasional.

Dengan bakat yang dimilikinya, ia diyakini bisa mencapai podium Moto3 di masa yang akan datang. Kita semua tentu berharap agar Veda bisa terus memberikan yang terbaik dan membawa nama Indonesia semakin harum di dunia balap motor.