INBERITA.COM, Marc Marquez kembali ke puncak dunia. Di usia 32 tahun, pembalap asal Spanyol itu resmi menyegel gelar juara dunia MotoGP 2025 usai tampil konsisten dan tangguh sepanjang musim.
Tidak hanya merebut mahkota juara, Marquez juga sukses memecahkan tiga rekor penting sekaligus, termasuk menyamai pencapaian legenda abadi MotoGP, Valentino Rossi.
Kepastian gelar itu diraih Marquez setelah finis di posisi kedua dalam balapan MotoGP Jepang 2025 yang digelar di Sirkuit Twin Ring Motegi, Minggu (28/9/2025) siang WIB.
Ia finis di belakang pembalap Ducati lainnya, Francesco Bagnaia, namun hasil tersebut cukup untuk mengunci gelar juara dunia musim ini.
Sementara rival terdekatnya yang juga adiknya, Alex Marquez, hanya mampu finis di posisi keenam.
Dengan hasil ini, Marc Marquez kini mengoleksi total 541 poin, unggul 201 poin dari Alex yang berada di posisi kedua klasemen.
Dengan lima seri tersisa, selisih ini tak mungkin dikejar, menjadikan gelar Marquez tak terbantahkan. Lebih dari sekadar kemenangan musim ini, Marquez menorehkan sejarah besar di MotoGP.
Berikut tiga rekor fantastis yang berhasil ia pecahkan usai memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP 2025.
1. Samai Valentino Rossi dengan 7 Gelar di Kelas Premier
Gelar juara dunia MotoGP 2025 menjadi gelar ketujuh Marc Marquez di kelas utama MotoGP. Ia kini menyamai torehan legendaris Valentino Rossi yang juga memiliki tujuh gelar dunia di kelas premier.
Marquez sebelumnya telah meraih gelar juara dunia pada tahun 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Dengan tambahan gelar 2025, koleksi gelarnya di MotoGP resmi setara dengan sang rival abadi, Rossi.
Tak hanya itu, secara total Marquez juga kini mengoleksi sembilan gelar juara dunia dari semua kelas (125cc, Moto2, dan MotoGP), sama dengan milik Rossi.
Rinciannya, Marquez juara dunia di kelas 125cc pada 2010, Moto2 pada 2012, dan tujuh kali di MotoGP. Rossi pun memiliki catatan yang sama, dengan satu gelar 125cc, satu 250cc, dan tujuh MotoGP.
Ini menjadikan Marc Marquez sebagai salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah olahraga balap motor dunia.
2. Comeback Terhebat dalam Sejarah MotoGP
Rekor kedua yang dipecahkan Marquez adalah comeback paling dramatis dalam sejarah MotoGP.
Gelar juara dunia 2025 datang setelah penantian panjang selama enam tahun sejak gelar terakhirnya pada 2019. Total, Marquez butuh waktu 2.184 hari untuk kembali menyandang status juara dunia.
Comeback ini bukanlah hal biasa. Marquez harus menjalani empat operasi besar pada lengan kanannya akibat cedera parah yang ia alami pada musim 2020.
Tak hanya itu, ia juga mengalami dua kali kambuhnya diplopia—gangguan penglihatan ganda yang sempat mengancam kelangsungan kariernya.
Di tengah badai cedera, keraguan, dan keterpurukan fisik maupun mental, Marquez terus bertahan. Ia kembali dengan motivasi besar dan determinasi yang luar biasa.
Kini, perjuangan itu berbuah manis dengan gelar juara dunia ke-7 di MotoGP dan menjadi simbol kebangkitan yang menginspirasi dunia olahraga.
3. Juara Dunia di Motegi untuk Keempat Kalinya
Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, terbukti kembali menjadi tempat istimewa dalam sejarah karier Marc Marquez. MotoGP Jepang 2025 menjadi kali keempat Marquez mengunci gelar juara dunia di sirkuit tersebut.
Sebelumnya, Motegi juga menjadi saksi keberhasilan Marquez meraih gelar pada musim 2014, 2016, dan 2018. Kini, pada 2025, Motegi kembali menjadi titik klimaks keberhasilan sang pembalap asal Cervera itu.
Motegi seolah menjadi “tanah suci” bagi Marquez dalam menorehkan tonggak sejarah kariernya.
Ia tak hanya kembali menaklukkan lintasan itu secara strategi dan kecepatan, tetapi juga menjadikannya lokasi untuk menyamai rekor Rossi yang selama ini menjadi acuan tertinggi di kelas premier.
Dengan koleksi sembilan gelar dunia secara keseluruhan, Marquez telah menempatkan dirinya sejajar dengan Rossi dan hanya terpaut satu gelar dari Giacomo Agostini yang masih memegang rekor tertinggi sepanjang masa dengan 15 gelar.
Namun, bagi Marquez, tahun ini bukan sekadar soal jumlah trofi. Gelar 2025 ini menjadi simbol kebangkitan mental, kekuatan tekad, dan bukti bahwa dirinya belum habis, bahkan di era dominasi Ducati yang semakin menggila.
Marquez juga menjadi pembalap pertama yang bisa menjadi juara dunia MotoGP bersama pabrikan Ducati Gresini, setelah sebelumnya berkarier lama bersama Honda.
Pencapaian ini turut mempertegas kemampuannya beradaptasi dan bersaing di level tertinggi, di atas motor dengan karakter berbeda.
Dengan lima seri tersisa, sorotan kini bergeser ke kemungkinan Marc Marquez menutup musim dengan torehan poin tertinggi dalam satu musim MotoGP.
Jika mampu menjaga konsistensi, rekor demi rekor lain pun bukan tidak mungkin kembali ia pecahkan. (xpr)