Long Thanh Airport: Proyek Bandara Rp213 Kuadriliun yang Siap Ubah Wajah Vietnam Saingi Dubai dan Dallas

INBERITA.COM, Long Thanh International Airport di Vietnam ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026 dan digadang-gadang menjadi salah satu bandara terbesar di dunia.

Kehadiran bandara ini menjadi langkah besar Vietnam dalam memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata utama, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Popularitas Vietnam sebagai tujuan wisata terus mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025. Biaya hidup yang terjangkau, keragaman budaya, dan keindahan alamnya menjadikan negara ini favorit di kalangan wisatawan mancanegara, khususnya para backpacker.

Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan juga menciptakan kebutuhan akan fasilitas transportasi udara yang lebih besar dan modern.

Long Thanh International Airport dibangun di wilayah Kota Ho Chi Minh dan akan menjadi bandara terbesar di Vietnam. Proyek ambisius ini diperkirakan menelan biaya sekitar £9,5 miliar atau setara dengan Rp213 kuadriliun.

Bandara ini dirancang memiliki tiga terminal dan empat landasan pacu, dengan tahap pertama akan melayani hingga 25 juta penumpang per tahun.

Jika rampung sepenuhnya, kapasitas bandara bisa mencapai hingga 100 juta penumpang setiap tahun, menjadikannya salah satu hub penerbangan terbesar secara global.

Salah satu daya tarik utama dari desain bandara ini adalah ruang tunggu utama yang memiliki atap kaca berbentuk bunga teratai sepanjang 82 meter.

Fitur ini tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga mencerminkan simbol budaya Vietnam. Bandara juga diproyeksikan akan menyaingi bandara-bandara besar dunia seperti di Dubai dan Dallas dalam hal kapasitas dan infrastruktur.

Terminal keempat dan landasan pacu keempat dijadwalkan mulai dibangun pada tahun 2035 sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang.

Infrastruktur pendukung juga tengah disiapkan untuk menunjang operasional bandara ini, termasuk perluasan jalan tol, pembangunan jalur metro, dan kereta api berkecepatan tinggi untuk menghubungkan Long Thanh ke pusat Kota Ho Chi Minh.

Meskipun lokasi bandara baru berada sekitar 40 kilometer dari pusat kota, proyek ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh yang biasanya cukup lama saat transit antarbandara.

Long Thanh juga akan menggantikan peran Bandara Internasional Tan Son Nhat yang selama ini menjadi gerbang utama penerbangan internasional ke Ho Chi Minh.

Pengembangan bandara ini dilakukan di atas lahan seluas 5.000 hektar dan dirancang dalam tiga tahap.

Tahap pertama dijadwalkan rampung pada 2026, dengan seluruh fasilitas utama telah siap melayani penumpang.

Dengan skala sebesar itu, bandara ini tidak hanya akan mendongkrak kapasitas penerbangan Vietnam secara keseluruhan, tetapi juga diperkirakan akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal dan regional secara signifikan.

Efek domino dari kehadiran Long Thanh diperkirakan akan terasa di berbagai sektor. Industri penerbangan akan terdorong lebih kompetitif, sementara sektor pariwisata akan semakin berkembang dengan akses yang lebih mudah dan nyaman bagi wisatawan mancanegara.

Pemerintah Vietnam juga berharap proyek ini membuka ribuan lapangan pekerjaan baru, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bandara ini diharapkan menjadi katalis penting dalam rencana jangka panjang Vietnam untuk membangun jaringan konektivitas yang lebih kuat, meningkatkan daya saing internasional, serta mempercepat transformasi kawasan selatan Vietnam menjadi pusat ekonomi dan logistik baru.

Dengan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal, Long Thanh berpotensi menjadi simbol kemajuan infrastruktur transportasi modern di kawasan Asia Tenggara.

Kehadiran Long Thanh International Airport bukan hanya sekadar proyek bandara, tetapi juga menjadi cerminan ambisi besar Vietnam untuk naik kelas sebagai pusat transportasi global dan destinasi unggulan dunia.

Jika berhasil diwujudkan, bandara ini akan menandai era baru bagi sektor pariwisata, ekonomi, dan pembangunan wilayah di negara tersebut. (xpr)