Langka dan Bernilai Tinggi, Berlian Pink 108 Karat Ditemukan di Afrika Selatan

INBERITA.COM, Sebongkah berlian pink terbesar di dunia kembali menarik perhatian industri pertambangan dan pasar perhiasan global.

Batu permata langka berwarna merah muda tersebut ditemukan jauh di bawah tanah di tambang berlian Kao, sebuah tambang terbuka yang terletak di wilayah pegunungan Kerajaan Lesotho, Afrika bagian selatan.

Berdasarkan laporan industri, berlian mentah ini memiliki bobot mencapai 108,39 karat, menjadikannya salah satu berlian pink terbesar yang pernah terdokumentasi dari tambang mana pun di dunia.

Ukuran dan kualitas berlian pink Lesotho ini dinilai sangat istimewa. Para ahli menyebut, massa batu mentah tersebut cukup besar untuk dipotong menjadi beberapa batu permata bernilai tinggi.

Setiap potongan berpotensi menjadi pusat perhatian pada perhiasan mewah seperti kalung atau cincin kelas atas.

Dengan warna merah muda yang intens serta tingkat kemurnian internal yang sangat langka, nilai jual berlian ini diperkirakan dapat menembus angka puluhan juta dolar Amerika Serikat.

Penemuan bersejarah ini dilakukan oleh Storm Mountain Diamonds, perusahaan yang mengoperasikan tambang berlian Kao di wilayah utara Lesotho.

Perusahaan tersebut selama ini dikenal fokus memburu batu-batu berwarna langka di area tambang dataran tinggi, sambil tetap menjaga kelayakan operasi secara komersial.

Strategi tersebut terbukti berhasil, mengingat tambang Kao kini dikenal sebagai salah satu sumber berlian pink paling konsisten di dunia.

Para ilmuwan mengklasifikasikan berlian merah muda raksasa ini sebagai berlian Tipe IIa. Kategori ini merujuk pada berlian yang hampir tidak memiliki pengotor kimia yang dapat diukur.

Dalam pedoman edukasi Gemological Institute of America (GIA), berlian Tipe IIa disebut sebagai salah satu berlian alami paling murni yang pernah ditemukan.

Tingkat warna berlian ini juga masuk dalam kategori fancy intense, istilah yang digunakan untuk menggambarkan corak warna yang cerah, kuat, dan sangat jenuh.

Kombinasi warna intens dan kejernihan tinggi inilah yang selama ini membuat berlian pink menjadi incaran utama kolektor kelas dunia.

Pada lelang-lelang besar, berlian dengan karakteristik serupa kerap memicu persaingan ketat antar pembeli, yang berdampak pada lonjakan harga secara signifikan.

Tambang Kao sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam menghasilkan berlian pink berkualitas tinggi.

Sejumlah temuan sebelumnya bahkan telah diberi nama khusus, seperti Pink Eternity, Pink Dawn, Pink Palesa, dan Rose of Kao.

Masing-masing batu tersebut dikenal luas karena ukuran besar dan warna merah muda yang mencolok.

Berlian terbaru seberat 108,39 karat ini kini berada di puncak daftar tersebut, sekaligus memperkuat reputasi Kao sebagai sumber utama permata berwarna langka.

Secara geologis, sebagian besar berlian alami terbentuk dari karbon yang terkubur lebih dari 145 kilometer di bawah permukaan bumi.

Pada kedalaman ekstrem tersebut, tekanan dan panas tinggi memungkinkan atom-atom karbon mengunci satu sama lain dan membentuk struktur kristal yang sangat padat.

Namun, berlian pink tergolong tidak biasa karena warna khasnya tidak berasal dari ketidakmurnian kimia, melainkan dari distorsi halus dalam struktur kristalnya.

Penelitian mendalam terhadap berlian pink alami menunjukkan adanya pita-pita warna sempit yang terbentuk akibat deformasi plastis, yakni perubahan permanen pada struktur internal kristal.

Pita ini mengikuti arah tertentu dalam kisi kristal dan merekam tekanan intens yang pernah menekan serta meregangkan struktur tersebut lama setelah berlian terbentuk.

Pada beberapa batu, pita warna dapat bergantian dengan zona yang hampir tak berwarna, sehingga menantang para pengrajin dalam menentukan penempatan faset saat pemotongan.

Dikutip dari WIO News, berlian merah muda dari Lesotho ini tampak memiliki warna yang relatif merata.

Kondisi tersebut memudahkan perancang perhiasan untuk menciptakan berlian poles dengan tampilan warna yang seragam dan intens dari berbagai sudut pandang.

Karena warna berlian pink terkait langsung dengan struktur kristalnya, warna tersebut tidak akan memudar akibat pembersihan atau pemakaian normal, sebuah faktor yang membuatnya semakin bernilai tinggi.

Tambang Kao berada di dalam pipa kimberlit, jenis batuan vulkanik yang dikenal sebagai pembawa endapan berlian.

Catatan sejarah perusahaan menyebutkan bahwa Kolonel Scott bersama tim eksplorasinya telah mengonfirmasi potensi berlian di kawasan tersebut sejak pertengahan 1950-an.

Selama bertahun-tahun, berlian berkualitas rendah diekstraksi oleh penambang tradisional dan koperasi desa, sementara upaya komersial skala besar sempat terkendala profitabilitas.

Saat ini, tambang Kao beroperasi di ketinggian lebih dari 2.400 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu tambang berlian tertinggi di dunia.

Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari suhu dingin, udara tipis bagi pekerja dan mesin, hingga lereng curam yang menyulitkan pengangkutan material.

Namun, masuknya operator baru dengan peralatan modern dan modal segar berhasil mengubah arah tambang tersebut menuju produksi yang stabil.

Dalam konteks nasional, penambangan berlian menjadi salah satu pilar penting perekonomian Lesotho.

Meski hanya menghasilkan volume kecil setiap tahun, berlian dari negara ini sering mencatat harga rata-rata per karat tertinggi di pasar global.

Satu penjualan berlian besar dan berkualitas tinggi dari tambang seperti Kao dapat langsung meningkatkan angka ekspor dan pendapatan negara secara signifikan.

Kepentingan strategis inilah yang menjelaskan reaksi para pemimpin Lesotho ketika penemuan berlian pink terbaru diumumkan.

Menteri Sumber Daya Alam negara tersebut menyebutnya sebagai salah satu berlian paling signifikan yang pernah ditemukan di Lesotho.

Di pasar internasional, berlian pink dikenal memiliki harga fantastis, dan kehadiran pasokan baru berpotensi menggeser ekspektasi pasar.

Meski demikian, isu etika penambangan berlian tetap menjadi perhatian. Aktivitas pertambangan kerap dikritik karena dampaknya terhadap lingkungan dan, di beberapa wilayah, dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia. Kesadaran ini mendorong pembeli untuk menelusuri asal-usul batu permata, termasuk kondisi kerja penambang dan dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.

Storm Mountain Diamonds tercatat sebagai anggota Responsible Jewellery Council (RJC), sebuah organisasi industri yang menetapkan standar etika bagi perdagangan perhiasan.

Lembaga ini memposisikan diri sebagai badan penentu standar global untuk industri perhiasan dan jam tangan, serta mempromosikan praktik bisnis yang berkelanjutan.

Dengan demikian, perjalanan berlian pink raksasa ini dari batu mentah hingga menjadi perhiasan mewah tidak hanya membawa keindahan, tetapi juga kisah panjang tentang geologi, ekonomi, dan etika yang berakar dari pegunungan Lesotho.