Lagi-lagi Dampak AI! Verizon PHK 13 Ribu Pekerja, Restrukturisasi dan Perampingan Operasional Jadi Alasan Utama

INBERITA.COM, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran kembali terjadi di Amerika Serikat, kali ini menimpa operator nirkabel Verizon yang mengumumkan pemecatan terhadap 13 ribu pekerjanya.

PHK ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi biaya dan menyederhanakan operasionalnya guna beradaptasi dengan tantangan bisnis yang semakin kompleks.

CEO Verizon, Dan Schulman, mengungkapkan kebijakan tersebut dalam sebuah catatan resmi yang dikirim kepada seluruh karyawannya.

Dalam pernyataannya, Schulman menegaskan bahwa struktur biaya perusahaan saat ini membatasi kemampuan Verizon untuk berinvestasi secara signifikan dalam peningkatan nilai bagi pelanggan.

“Struktur biaya kami sekarang membatasi kemampuan untuk berinvestasi secara signifikan dalam proposisi nilai pelanggan kamu,” tulis Schulman, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, langkah PHK ini juga bertujuan untuk menyederhanakan operasional Verizon guna mengatasi kompleksitas yang selama ini menghambat kelancaran perusahaan dalam melayani pelanggan dengan lebih baik.

Schulman menjelaskan bahwa perusahaan harus mengatasi berbagai hambatan yang bisa memperlambat proses bisnis dan berpotensi membuat pelanggan frustrasi.

Dengan pemangkasan jumlah karyawan ini, Verizon berharap dapat meningkatkan efisiensi dan berfokus pada prioritas utama mereka dalam menghadapi perubahan pasar.

Juru bicara Verizon menambahkan bahwa kebijakan PHK ini merupakan bagian dari restrukturisasi yang lebih besar, di mana perusahaan berusaha menyelaraskan kembali prioritas bisnis dan operasional.

Ini adalah langkah yang dianggap perlu agar Verizon dapat tetap menjadi pemimpin di sektor penyedia komunikasi di AS.

“Ini merupakan kesempatan untuk Verizon mengatur ulang, merestrukturisasi dan menyelaraskan kembali prioritas dengan cara yang akan membantu mendapatkan posisi pemimpin penyedia komunikasi,” ujar juru bicara tersebut.

Penyingkatan jumlah karyawan yang signifikan ini juga diiringi dengan komitmen perusahaan untuk membantu para pekerja yang terdampak.

Verizon mengalokasikan dana transisi karier sebesar US$20 juta yang diperuntukkan bagi para pekerja yang kehilangan pekerjaan mereka.

Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membantu karyawan yang terkena dampak dalam mengembangkan keterampilan baru dan memanfaatkan peluang di era teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Meskipun langkah PHK ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi operasional, Verizon menegaskan bahwa pengurangan tenaga kerja ini bukan disebabkan oleh penggunaan teknologi AI di dalam perusahaan.

Oleh karena itu, meski perkembangan AI sangat pesat dan telah memengaruhi banyak sektor, Verizon mengklaim bahwa AI bukanlah faktor yang menyebabkan pemangkasan karyawan kali ini.

Selain PHK, Verizon juga mengumumkan perubahan signifikan di sektor ritel. Perusahaan telekomunikasi ini berencana mengubah operasional 179 toko ritelnya, yang sebagian besar akan dialihkan menjadi toko waralaba.

Keputusan ini diambil untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban operasional perusahaan di sektor retail, yang selama ini dianggap kurang menguntungkan.

Meskipun begitu, perusahaan juga menyatakan akan tetap memiliki satu toko utama yang menjadi pusat pengelolaan operasional.

Langkah ini menandai komitmen Verizon untuk berfokus pada efisiensi biaya serta menyelaraskan kembali strategi bisnisnya agar lebih responsif terhadap permintaan pasar yang semakin berubah, terutama dengan munculnya teknologi baru yang semakin mendominasi sektor telekomunikasi dan layanan pelanggan.

Pada akhir tahun 2024, Verizon tercatat memiliki sekitar 100 ribu karyawan di AS, dengan sebagian besar (sekitar 70 ribu orang) merupakan karyawan non-serikat.

Pemecatan 13 ribu pekerja ini menambah daftar panjang pemangkasan yang dilakukan Verizon dalam tiga tahun terakhir, di mana hampir 20 ribu pekerjaan telah hilang sebagai bagian dari proses restrukturisasi dan perampingan organisasi.

Seiring dengan perkembangan pesat teknologi dan tuntutan pasar yang semakin tinggi, langkah-langkah seperti PHK dan perampingan ini menjadi strategi yang umum dilakukan oleh banyak perusahaan besar untuk tetap kompetitif.

Namun, bagi para pekerja yang terdampak, tentunya ini menjadi pukulan berat, terlebih mengingat ketidakpastian ekonomi global yang juga mempengaruhi banyak sektor industri.

Kebijakan ini juga mengingatkan banyak pihak akan pentingnya adaptasi yang cepat terhadap teknologi baru, termasuk AI, yang dapat menggantikan peran manusia dalam beberapa tugas pekerjaan.

Dengan demikian, perusahaan-perusahaan seperti Verizon perlu memastikan bahwa mereka bisa bertahan di tengah persaingan ketat dan sekaligus menjaga loyalitas pelanggan melalui peningkatan efisiensi dan kualitas layanan.

PHK besar-besaran yang dilakukan oleh Verizon mencerminkan tren yang sedang berkembang di sektor teknologi dan telekomunikasi, di mana banyak perusahaan harus melakukan efisiensi operasional dan restrukturisasi untuk menghadapi tantangan yang ada.

Meskipun keputusan ini memberikan dampak besar bagi ribuan pekerja, Verizon berusaha memberi kompensasi melalui dana transisi karier dan pelatihan keterampilan.

Keputusan ini juga sejalan dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, terutama dalam operasional ritel dan penggunaan teknologi baru, seperti AI.

Namun, langkah-langkah ini tentu saja harus dipantau terus, mengingat dampaknya terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja AS. (xpr)