INBERITA.COM, Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen istimewa bagi jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Dalam rangkaian peringatan tersebut, sejumlah personel memperoleh apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya kepada masyarakat.
Salah satu penerima penghargaan yang mendapat perhatian adalah Ipda Purnomo, Kanit Binpolmas Polres Lamongan, yang dinobatkan sebagai Polisi Inspiratif dan menerima penghargaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 1 Juli 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian yang telah dijalankan Ipda Purnomo selama bertahun-tahun.
Tidak hanya menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian, ia juga dikenal aktif menginisiasi berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pendampingan kelompok rentan hingga pemberdayaan warga yang membutuhkan bantuan.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum, kiprah Ipda Purnomo menjadi contoh bahwa kehadiran polisi tidak hanya identik dengan penegakan hukum, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi kemanusiaan yang berkelanjutan.
Pendekatan seperti ini dinilai mampu memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.
Salah satu program yang paling dikenal adalah rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Melalui Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang didirikannya bersama tim, Ipda Purnomo telah membantu proses rehabilitasi sekitar 7.000 ODGJ yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Program tersebut tidak sekadar memberikan penanganan awal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi sosial para penyintas gangguan jiwa agar dapat kembali diterima di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Upaya semacam ini membutuhkan proses panjang, kolaborasi berbagai pihak, serta komitmen yang konsisten.
Selain bergerak di bidang rehabilitasi ODGJ, Ipda Purnomo juga menjalankan beragam kegiatan sosial lainnya.
Ia membantu biaya pendidikan anak yatim piatu, menghadirkan layanan ojek gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, hingga melaksanakan program bedah rumah untuk warga kurang mampu.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai pendekatan. Tidak hanya menyelesaikan persoalan keamanan, tetapi juga berupaya membantu masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar yang lebih layak.
Laporan awak media menyebutkan bahwa berbagai kegiatan sosial tersebut didukung dari berbagai sumber. Selain menggunakan sebagian gajinya sebagai anggota Polri, Ipda Purnomo juga memanfaatkan hasil dari konten media sosial yang dikelolanya.
Dukungan para donatur turut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan berbagai program kemanusiaan tersebut.
Model pendanaan yang melibatkan partisipasi masyarakat memperlihatkan bahwa aksi sosial dapat berkembang ketika mendapat kepercayaan publik.
Transparansi serta konsistensi pelaksanaan program menjadi faktor penting sehingga semakin banyak pihak yang bersedia ikut berkontribusi.
Sebelum menerima penghargaan tingkat nasional, dedikasi Ipda Purnomo lebih dahulu mendapat apresiasi dari lingkungan institusi kepolisian. Pada 2 Juni 2026, Kapolres Lamongan memberikan piagam penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya dalam bidang sosial kemasyarakatan.
Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa kiprah sosial yang dijalankan telah mendapat perhatian sejak tingkat daerah sebelum akhirnya memperoleh penghargaan pada momentum nasional.
Usai menerima penghargaan, Ipda Purnomo menyampaikan rasa syukur melalui akun Instagram pribadinya, @purnomopolisibaik. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan aksi kemanusiaan yang telah dijalankan selama sekitar satu dekade.
“Terima kasih buat semua yang sudah mendukung serta mendoakan kegiatan baik yang sudah dilakukan bersama-sama selama satu dekade,” tulisnya.
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah pencapaian pribadi semata. Menurutnya, penghargaan itu merupakan bentuk penghormatan bagi seluruh orang yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
“Mohon izin saya hanya mewakili menerima penghargaan ini langsung dari Presiden Indonesia. Penghargaan ini buat semua orang yang baik yang terus melakukan kebaikan untuk sesama tanpa membedakan apa pun demi kemanusiaan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat kolaborasi yang selama ini menjadi fondasi berbagai kegiatan sosial yang dijalankannya.
Keberhasilan sebuah gerakan kemanusiaan, menurut pandangan tersebut, tidak hanya ditentukan oleh satu individu, tetapi lahir dari kerja sama banyak pihak yang memiliki kepedulian yang sama.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi pengingat bahwa pengabdian anggota kepolisian dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Di samping menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban, kehadiran aparat yang aktif menyelesaikan persoalan sosial dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan warga.
Penghargaan kepada Ipda Purnomo sekaligus memperlihatkan bahwa aksi kemanusiaan yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan manfaat nyata dan menginspirasi banyak pihak.
Upaya membantu kelompok rentan, memperluas akses pendidikan, hingga memperbaiki kondisi tempat tinggal masyarakat menjadi contoh bagaimana kepedulian dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang berdampak langsung.
Di tengah meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin humanis, kisah pengabdian Ipda Purnomo menunjukkan bahwa pendekatan yang mengedepankan empati dan kepedulian sosial tetap memiliki tempat penting.
Penghargaan yang diterimanya menjadi simbol apresiasi atas dedikasi tersebut sekaligus diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif kemanusiaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.