Ketahuan Bohong! Video Baru Ungkap Kerusakan Parah Kapal Induk USS Gerald R. Ford Akibat Konflik Iran

INBERITA.COM, Kondisi sebenarnya kapal induk USS Gerald R. Ford kembali menjadi sorotan setelah muncul rekaman video yang memperlihatkan dampak kebakaran besar di dalam kapal tersebut saat menjalankan operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Rekaman yang dipublikasikan CNN memperlihatkan kerusakan signifikan pada sejumlah bagian kapal, termasuk area tempat tinggal awak.

Temuan itu memunculkan pertanyaan mengenai perbedaan antara kondisi di lapangan dan informasi awal yang sebelumnya disampaikan Angkatan Laut Amerika Serikat kepada publik.

Saat insiden terjadi pada Maret 2026, otoritas militer AS menyatakan bahwa kebakaran yang muncul di kapal induk tersebut telah berhasil dikendalikan dan tidak mengganggu kemampuan operasional utama kapal. Angkatan Laut juga menegaskan kebakaran tersebut tidak berkaitan dengan serangan rudal maupun drone Iran.

Namun, laporan lanjutan CNN menunjukkan bahwa dampak kebakaran jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Video yang diperoleh media tersebut memperlihatkan deretan ranjang awak kapal hangus terbakar, logam yang melengkung akibat suhu tinggi, kabel-kabel menjuntai dari langit-langit, serta area yang dipenuhi abu dan puing-puing.

Menurut sejumlah awak kapal yang diwawancarai CNN, situasi saat kebakaran berlangsung sempat menimbulkan kekhawatiran serius. Salah seorang pelaut bahkan mengaku sempat berpikir kapal induk terbesar milik AS itu bisa hilang akibat kobaran api yang sulit dikendalikan.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa proses pemadaman berlangsung jauh lebih lama dibanding gambaran awal yang beredar. Awak kapal membutuhkan sekitar 30 jam untuk memadamkan api, membersihkan area terdampak, dan memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.

Akibat insiden tersebut, sekitar 600 pelaut kehilangan akses ke tempat tidur mereka karena area akomodasi mengalami kerusakan.

Kebakaran diketahui bermula dari area laundry atau fasilitas pencucian utama kapal. Sejumlah laporan menyebut api kemudian menyebar ke area lain dan menyebabkan kerusakan pada ruang tidur awak. Dua pelaut dilaporkan mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan medis.

Dalam laporan CNN, beberapa sumber internal menyebut sistem pemadam kebakaran kapal tidak bekerja sebagaimana mestinya saat insiden terjadi.

Klaim tersebut masih menjadi bagian dari investigasi yang dilakukan Angkatan Laut AS dan belum diumumkan secara resmi hasil akhirnya.

Meski mengalami kebakaran besar, USS Gerald R. Ford tetap memiliki peran penting dalam operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran pada periode tersebut.

Kapal induk bernilai sekitar 13 miliar dolar AS itu menjadi pusat operasi udara yang melibatkan berbagai misi serangan dan dukungan tempur di kawasan Timur Tengah.

Pejabat Angkatan Laut AS kemudian mengakui bahwa kebakaran tersebut sempat memengaruhi aktivitas operasional kapal.

Kepala Operasi Angkatan Laut, Laksamana Daryl Caudle, menyatakan USS Gerald R. Ford baru dapat kembali menjalankan misi penerbangan tempur sekitar dua hari setelah kebakaran berhasil diatasi.

Selain menghadapi kebakaran, kapal induk tersebut juga dilaporkan mengalami sejumlah persoalan teknis lain selama masa penugasan yang panjang.

Salah satu yang paling banyak dikeluhkan awak kapal adalah gangguan pada sistem sanitasi yang menyebabkan toilet berulang kali tidak dapat digunakan.

Berbagai laporan media internasional menyebut masalah tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi tantangan tersendiri bagi ribuan awak yang bertugas di atas kapal.

Penugasan USS Gerald R. Ford sendiri tercatat sebagai salah satu yang terpanjang dalam sejarah modern Angkatan Laut AS. Kapal tersebut beroperasi selama sekitar 11 bulan dan menjalankan berbagai misi mulai dari kawasan Eropa, Karibia, hingga Timur Tengah.

Para analis maritim menilai keberhasilan awak kapal mengendalikan kebakaran menjadi faktor penting yang mencegah kerusakan lebih besar.

Dalam lingkungan kapal perang, kebakaran dan banjir dikenal sebagai dua ancaman paling berbahaya karena dapat mengganggu sistem vital kapal dalam waktu singkat.

Setelah menyelesaikan penugasannya, USS Gerald R. Ford kini menjalani fase perawatan dan perbaikan yang lebih panjang.

Berbagai kerusakan akibat kebakaran serta kebutuhan pemeliharaan setelah operasi intensif menjadi fokus utama sebelum kapal kembali dioperasikan dalam misi berikutnya.

Sejumlah laporan bahkan menyebut proses pemulihan dapat memakan waktu berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun tergantung hasil pemeriksaan teknis yang sedang berlangsung.

Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti resmi yang menunjukkan kebakaran tersebut disebabkan oleh serangan langsung Iran.

Angkatan Laut AS tetap mempertahankan posisi bahwa insiden berasal dari area laundry kapal dan bukan akibat aksi tempur musuh. Investigasi internal masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan mengevaluasi respons sistem keselamatan yang digunakan saat kejadian.