INBERITA.COM, Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Aktor senior Epy Kusnandar, sosok yang melekat kuat lewat karakter Kang Mus dalam serial fenomenal Preman Pensiun, meninggal dunia.
Epy menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 14.24 WIB. Informasi mengenai wafatnya aktor 61 tahun itu pertama kali diketahui publik melalui unggahan istrinya, Karina Ranau, yang membagikan pesan duka mendalam.
“EPY KUSNANDAR BIN ERNING SUTARSA Allahumma firlahu warhamhu wa afihi wa fuanhu,” tulis Karina dalam unggahannya yang dikutip Rabu (3/12/2025).
Ia kemudian menambahkan doa, “Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya.”
Unggahan tersebut sontak mengundang duka dan simpati dari berbagai kalangan, termasuk para penggemar setia serial Preman Pensiun yang selama bertahun-tahun mengikuti kiprah Epy sebagai pimpinan kelompok preman yang identik dengan topi dan gaya bicaranya yang tegas namun hangat.
Kehilangan ini tidak hanya meninggalkan kekosongan di dunia seni peran, tetapi juga menimbulkan duka mendalam bagi mereka yang mengenalnya secara pribadi maupun melalui karya-karyanya.
Perjalanan Hidup yang Disebut sebagai Keajaiban
Di balik kesuksesannya sebagai aktor, perjalanan hidup Epy Kusnandar menyimpan kisah luar biasa. Pria kelahiran Garut tersebut pernah menjadi penyintas penyakit mematikan.
Pada 2010, Epy divonis menderita tumor otak, dan kala itu dokter menyebut usianya mungkin hanya tersisa empat bulan. Prediksi medis tersebut sempat mengguncang dirinya dan keluarga, namun takdir berkata lain.
Dengan pengobatan intensif dan dukungan orang-orang terdekat, Epy dinyatakan pulih. Ia kemudian bangkit dan kembali mewarnai dunia akting, hingga namanya melambung tinggi ketika ia membintangi serial Preman Pensiun dan menjelma menjadi sosok Kang Mus yang begitu dipuja penonton.
“Setiap tahun saya mengingat momen itu. Dari usia 52 ke 53, terus ke 54, saya pikir, ‘Apakah saya masih ada?’ gitu,” ujarnya dalam sebuah wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (6/7/2025).
Ia kemudian melanjutkan, “Sekarang sudah 61, dan saya sadar umur itu sebenarnya berkurang, bukan bertambah.”
Kisahnya sebagai penyintas membuat Epy semakin bijak dalam menjalani hidup. Rasa takut yang pernah menghantuinya perlahan ia atasi dengan ketenangan dan kepasrahan.
“Alhamdulillah, saya bisa sembuh. Kuncinya adalah menenangkan diri dan tidak terlalu banyak berpikir yang berat,” kata Epy.
Perkataan tersebut kini kembali ramai dibicarakan publik sebagai salah satu pesan reflektif yang ditinggalkannya.
Kenangan dan Firasat yang Terkuak
Kepergian Epy Kusnandar juga menguak kembali sejumlah kisah dan firasat yang sempat ia sampaikan pada beberapa kesempatan.
Sebelum meninggal, Epy terlibat dalam sebuah film horor berjudul “Selepas Tahlil”. Keterlibatannya dalam film tersebut kini menjadi pembahasan tersendiri di kalangan penggemar yang merasa ada pesan simbolik dari judul film tersebut.
Selain itu, wawancara-wawancara terakhirnya yang berisi renungan tentang usia, kefanaan hidup, dan rasa syukurnya setelah sembuh dari penyakit berkali-kali kembali dibagikan di media sosial.
Banyak penggemar yang merasa bahwa Epy telah menunjukkan tanda-tanda perpisahan lewat cara bicaranya yang semakin meneduhkan dan penuh refleksi.
Kabar meninggalnya Epy Kusnandar memicu gelombang ucapan belasungkawa dari rekan artis, sineas, hingga penggemar. Banyak yang mengenang Epy sebagai pribadi yang ramah, pekerja keras, dan profesional. Meski kerap memerankan karakter keras di layar, ia dikenal sebagai sosok hangat di luar syuting.
Kang Mus, karakter yang ia perankan, menjadi ikon yang sulit tergantikan dalam sejarah sinema Indonesia. Kepiawaian Epy dalam memerankan tokoh tersebut membuat Preman Pensiun mencapai kesuksesan besar dan memunculkan waralaba yang berkelanjutan.
Kini, kepergian Epy menyisakan ruang yang tidak mudah diisi. Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu aktor terbaik yang meninggalkan jejak kuat tidak hanya pada layar, tetapi juga dalam hati para penonton.
Di tengah duka yang menyelimuti, ucapan dan doa terus mengalir dari berbagai pihak agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Sementara itu, penggemar berharap karya-karya Epy tetap dikenang dan menjadi warisan yang terus hidup di dunia seni peran. (**)