INBERITA.COM, Kebakaran besar yang melanda kompleks permukiman Wang Fuk Court di Tai Po, Hongkong, kembali menelan korban jiwa. Jumlah korban tewas yang sebelumnya dilaporkan empat orang kini meningkat drastis menjadi 13 orang.
Data terbaru ini disampaikan otoritas Hongkong dalam sebuah jumpa pers pada Rabu (26/11/2025), seperti disampaikan melalui laporan yang dikutip dari BBC pada hari yang sama.
Selain korban meninggal, sedikitnya 15 orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius.
Pejabat Departemen Pemadam Kebakaran Hongkong, Chou Wing-yin, menjelaskan bahwa sembilan korban ditemukan meninggal di lokasi kejadian. “Sembilan orang tewas di tempat kebakaran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa enam korban lainnya mengalami luka cukup parah sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Informasi ini mempertegas betapa cepat dan mematikan kobaran api yang melahap beberapa blok apartemen tersebut.
Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran paling tragis di Hongkong dalam beberapa tahun terakhir. Kobaran api yang muncul pada Rabu siang waktu setempat itu segera menjalar dan membakar perancah bambu yang terpasang di sejumlah blok apartemen di Wang Fuk Court.
Seperti dilaporkan AFP, api membesar dengan cepat dan menjalar ke setidaknya tiga blok apartemen yang berada di kompleks tersebut, sebelum kemudian merembet ke bagian lain dari gedung-gedung pemukiman di distrik Tai Po, wilayah utara Hongkong.
Upaya pemadaman dilakukan besar-besaran. Sebanyak 767 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menanggulangi situasi yang berkembang dengan cepat.
Jumlah personel yang sangat besar ini menunjukkan tingkat kesulitan dan kompleksitas dalam menangani kebakaran yang terjadi di wilayah permukiman padat tersebut.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa asap tebal sudah tercium sejak Stasiun Kereta Tai Po, yang berjarak sekitar 500 meter dari titik kebakaran.
Kepulan asap yang hitam pekat tersebut tidak hanya menghambat jarak pandang, namun juga menandakan betapa besar skala kebakaran yang sedang berlangsung.
Di sekitar lokasi kejadian, suasana mencekam terasa jelas. Banyak warga tampak cemas dan khawatir saat menyaksikan kobaran api yang melalap gedung-gedung apartemen.
Mereka berdiri di kejauhan sambil melihat tim pemadam kebakaran berjuang menahan penyebaran api. Mobil-mobil pemadam kebakaran tampak memenuhi hampir seluruh ruas jalan di area tersebut, menandai darurat besar yang tengah ditangani otoritas setempat.
“Mobil pemadam kebakaran tampak terparkir memenuhi jalanan,” demikian deskripsi situasi yang dilaporkan BBC.
Kehadiran ratusan petugas dan puluhan unit kendaraan pemadam menjadi gambaran betapa seriusnya kondisi ini.
Keberadaan perancah bambu yang terbakar juga memperparah situasi, karena material tersebut sangat mudah terbakar dan dapat mempercepat penjalaran api ke bagian lain bangunan.
Kebakaran di wilayah perkotaan seperti di Hongkong bukanlah hal baru, namun peristiwa kali ini menjadi sorotan karena jumlah korban yang tinggi serta intensitas kebakaran yang luar biasa.
Kompleks Wang Fuk Court sendiri merupakan kawasan permukiman yang cukup padat, dengan banyak blok apartemen berdekatan sehingga memunculkan tantangan besar bagi tim pemadam dalam mengisolasi sumber api.
Hingga kini, otoritas Hongkong belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan penyebab kebakaran.
Namun, besarnya skala kejadian menunjukkan bahwa api kemungkinan besar menjalar begitu cepat sebelum penghuni gedung sempat melakukan evakuasi menyeluruh.
Situasi ini juga memicu pertanyaan publik mengenai standar keselamatan gedung, penempatan perancah bambu, serta respons darurat di kawasan permukiman bertingkat tinggi.
Korban luka yang kini mencapai 15 orang juga menambah beban fasilitas kesehatan di sekitar Tai Po, karena beberapa dari mereka memerlukan perawatan serius.
Tim medis bekerja keras memberikan penanganan cepat terhadap para korban yang mengalami luka bakar maupun gangguan pernapasan akibat menghirup asap pekat.
Meskipun pemadaman besar-besaran telah dilakukan, proses pendinginan dan penyisiran area kebakaran masih terus berlangsung.
Tim penyelamat berusaha memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam gedung. Dengan meningkatnya jumlah korban tewas menjadi 13 orang, masyarakat Hongkong berharap adanya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab sebenarnya dan mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan.
Peristiwa kebakaran besar di apartemen Hongkong ini menjadi pengingat penting akan mahalnya harga kelalaian terhadap standar keselamatan bangunan, terutama di kawasan permukiman padat.
Dengan skala kejadian yang menghancurkan dan jumlah korban yang terus bertambah, insiden ini dipastikan akan menjadi topik hangat dalam pembahasan publik maupun kebijakan kota dalam beberapa pekan ke depan.