Kapten Persis Solo U-16 I Putu Richie Jujuantara Lolos EPA Future Stars, Siap Ikuti Training Camp di Spanyol

INBERITA.COM, Gelandang muda Persis Solo U-16, I Putu Richie Jujuantara, menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil lolos mengikuti pemusatan latihan atau training camp (TC) di Spanyol. Keberhasilan ini diperoleh setelah ia melewati program bergengsi Elite Pro Academy (EPA) Future Stars, yang menjadi wadah pembibitan talenta sepak bola muda berbakat di Indonesia.

Richie, yang baru berusia 15 tahun, termasuk salah satu dari 18 pemain muda yang berhasil lolos melalui seleksi ketat yang digelar di Garudayaksa Football Academy, Bekasi, pada 11 hingga 14 November 2025. Seleksi ini menuntut setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, mulai dari teknik bermain hingga kesiapan mental di bawah pengawasan mentor profesional.

Keberhasilan ini membuka peluang bagi Richie untuk mengikuti program Spain Internship di Barcelona, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Februari hingga 7 Maret 2026. Selama hampir dua pekan, Richie akan berlatih bersama talenta muda internasional, menimba ilmu dari metode latihan Eropa, dan memperluas pengalaman sepak bolanya di luar negeri.

Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah Richie saat mengetahui namanya lolos seleksi. Pemain yang juga berstatus sebagai kapten Persis Solo U-16 ini menyatakan kesiapan untuk memaksimalkan kesempatan belajar di Spanyol.

Ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga penting untuk mengasah mentalitas dan rasa percaya diri di lapangan.

“Tentunya saya merasa sangat senang karena berkesempatan bisa menambah ilmu di luar negeri. Selain itu, kesempatan ini juga bisa mengasah mental agar bisa lebih percaya diri ketika bertanding,” ujar Richie.

Richie mengakui, proses untuk lolos ke Spain Internship bukanlah hal mudah, Ia harus bersaing dengan banyak pemain berbakat lainnya dalam program EPA Future Stars, yang memang dirancang untuk menyeleksi talenta terbaik secara objektif dan ketat. Setiap sesi latihan menjadi ajang untuk menunjukkan performa maksimal, serta menuntut komitmen dan kerja keras tinggi.

“Rivalitasnya sangat ketat karena semua pemain ingin meraih tiket berangkat ke Spanyol. Saya juga tidak kalah dalam bekerja keras dengan memberikan performa maksimal di setiap sesi yang diberikan mentor,” lanjut Richie.

Selama seleksi, Richie banyak belajar mengenai kedisiplinan dan mentalitas, yang dianggapnya sebagai modal penting untuk meniti karier profesional. Menurutnya, pengalaman selama training camp di Bekasi memberikan pembelajaran berharga, mulai dari bermain dengan tenang, cepat mengambil keputusan, hingga membangun kepercayaan diri ketika menguasai bola.

“Saya banyak belajar dari training camp yang berlangsung di Bekasi, terutama seperti bermain dengan tenang, cepat mengambil keputusan, dan memiliki kepercayaan diri ketika menguasai bola,” ungkapnya.

Keberhasilan Richie menjadi salah satu peserta TC di Spanyol juga menegaskan peran program EPA Future Stars sebagai platform penting bagi pengembangan pemain muda di Indonesia. Program ini tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga karakter, mental, dan profesionalisme para pemain, yang semuanya menjadi modal dalam perjalanan karier sepak bolanya.

Bagi Persis Solo, pencapaian Richie menjadi bukti keberhasilan akademi klub dalam menyiapkan pemain muda berbakat untuk menghadapi kompetisi di level nasional maupun internasional.

Keikutsertaan Richie dalam TC di Spanyol diharapkan mampu menambah pengalaman internasionalnya, sekaligus menginspirasi pemain muda lain untuk terus berprestasi melalui jalur akademi sepak bola yang terstruktur.

Selain aspek teknis, pengalaman di Spanyol juga diyakini akan memperluas wawasan Richie mengenai strategi permainan, disiplin latihan, serta interaksi dengan pemain dari berbagai negara. Semua hal ini akan menjadi bekal berharga saat ia kembali ke Indonesia dan melanjutkan karier di Persis Solo maupun kompetisi level nasional U-16.

Dengan semua persiapan matang, Richie optimistis bisa menghadapi tantangan di Barcelona dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dari program tersebut. Semangatnya untuk belajar, ditambah pengalaman kepemimpinan sebagai kapten tim, menjadi modal kuat bagi pengembangan kariernya di dunia sepak bola.

Kisah Richie juga menjadi contoh nyata bagaimana kerja keras, disiplin, dan tekad dapat membuka peluang internasional bagi pemain muda Indonesia. Keberhasilannya di EPA Future Stars diharapkan dapat meningkatkan motivasi para pemain muda lain untuk terus mengasah kemampuan, memanfaatkan setiap kesempatan latihan, dan berani bersaing di level yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, perjalanan Richie dari seleksi ketat di Garudayaksa Football Academy hingga siap berangkat ke Spanyol menegaskan bahwa proses pengembangan talenta muda sepak bola Indonesia semakin terstruktur.

Dengan dukungan klub, akademi, dan program-program berkualitas seperti EPA Future Stars, peluang pemain muda Indonesia untuk menembus level internasional semakin nyata.