Kapan Waktu Terbaik Makan Buah Sebelum atau Setelah Makan? Inilah Jawabannya!

INBERITA.COM, Buah-buahan merupakan bagian penting dari pola makan sehat karena kaya akan serat, vitamin, dan mineral.

Sesuai dengan pedoman gizi seimbang “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI, kita dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayur sebanyak setengah piring dalam satu kali makan, dengan buah menempati sepertiga dari porsi tersebut.

Namun, ada pertanyaan yang sering muncul: kapan waktu yang tepat untuk makan buah? Sebagian orang lebih memilih untuk mengonsumsinya sebagai penutup, sementara yang lain merasa lebih baik jika makan buah terlebih dahulu.

Mari kita bahas dua pendekatan ini lebih lanjut dan temukan mana yang paling cocok untuk tubuh kita.

Apa yang Terjadi Ketika Mengonsumsi Buah Sebelum Makan?

Mengonsumsi buah sebelum makan ternyata memiliki manfaat tertentu, terutama bagi mereka yang ingin mengontrol asupan kalori dan merasa kenyang lebih lama.

Buah-buahan kaya akan serat, dan serat ini bisa membantu Anda merasa kenyang dengan porsi makan yang lebih sedikit.

Efek kenyang yang diberikan oleh serat juga lebih tahan lama, yang membuat kita lebih mudah untuk menghindari makanan berkalori tinggi setelahnya.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: tidak semua buah cocok dikonsumsi sebelum makan. Buah yang memiliki indeks glikemik (IG) tinggi, seperti pisang matang atau semangka, dapat menyebabkan lonjakan gula darah setelah dimakan.

Lonjakan gula darah ini bisa berbahaya dalam jangka panjang, karena dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan memengaruhi keseimbangan energi tubuh. Anda akan merasakan efek seperti kelelahan, pusing, atau gemetar jika gula darah melonjak terlalu cepat.

Untuk menghindari masalah ini, disarankan untuk memilih buah dengan indeks glikemik rendah, seperti jeruk, apel, pir, dan stroberi.

Buah-buahan ini akan memperlambat proses kenaikan gula darah, membuatnya lebih aman bagi mereka yang ingin mengontrol gula darah atau bagi penderita diabetes.

Apa yang Terjadi Ketika Mengonsumsi Buah Setelah Makan?

Sebagian orang percaya bahwa mengonsumsi buah setelah makan bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sakit perut atau makanan yang membusuk di dalam perut.

Namun, klaim ini tidak berdasar. Mengutip dari laman Healthline, meskipun serat pada buah memang dapat memperlambat proses pengosongan lambung, itu tidak berarti makanan akan “membusuk” atau menyebabkan masalah pencernaan.

Sebaliknya, serat hanya memperlambat laju pengosongan lambung, yang artinya proses pencernaan tetap berjalan secara normal.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi buah-buahan setelah makan memiliki beberapa keuntungan.

Dalam studi yang diterbitkan di Clinical Nutrition Open Science, diketahui bahwa konsumsi buah dengan IG tinggi justru lebih baik dilakukan setelah makan, karena dapat membantu mengatur respons insulin dengan lebih baik.

Jadi, meskipun buah dengan IG tinggi, seperti pisang atau mangga, cenderung meningkatkan gula darah lebih cepat, konsumsi setelah makan akan lebih aman dan bisa mendukung metabolisme tubuh dengan lebih baik.

Waktu Terbaik untuk Mengonsumsi Buah: Sebelum atau Setelah Makan?

Keduanya—sebelum dan setelah makan—memiliki manfaatnya masing-masing, dan yang paling penting adalah menyesuaikan waktu makan buah dengan tujuan kesehatan yang ingin dicapai.

1. Konsumsi Buah Sebelum Makan

Jika Anda ingin menjaga asupan kalori atau mengontrol kadar gula darah, mengonsumsi buah sebelum makan bisa menjadi pilihan yang tepat. Ini membantu mengurangi porsi makanan utama yang Anda makan dan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.

2. Konsumsi Buah Setelah Makan

Bagi sebagian orang, makan buah setelah makan bisa memberikan efek menyegarkan dan membantu “mencuci mulut”. Jika Anda mengonsumsi buah dengan indeks glikemik tinggi, seperti pisang atau semangka, lebih baik untuk mengonsumsinya setelah makan agar tidak terjadi lonjakan gula darah yang cepat.

Selain itu, jenis buah juga memainkan peran penting dalam memilih waktu makan. Buah dengan IG rendah sebaiknya dimakan sebelum makan, sementara buah dengan IG tinggi lebih baik dikonsumsi setelah makan, atau bahkan bersamaan dengan makanan yang kaya akan protein dan serat untuk membantu menstabilkan kadar gula darah.

Meskipun waktu konsumsi buah bisa mempengaruhi bagaimana tubuh meresponsnya, yang terpenting adalah memastikan kita mengonsumsi buah dengan jumlah yang cukup setiap hari.

Baik dimakan sebelum atau setelah makan, buah tetap memberikan manfaat nutrisi yang tak ternilai. Jadi, pilih waktu yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda dan pastikan untuk menikmati beragam buah yang kaya serat dan vitamin. (xpr)