INBERITA.COM, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, baru-baru ini mengisyaratkan perubahan signifikan dalam kebijakan pertahanan negaranya.
Dalam pidato di konvensi Partai Liberal pada April 2026, Carney mengungkapkan bahwa Kanada akan segera mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat dalam pengadaan militer.
Menurut Carney, era di mana sekitar 70 persen anggaran belanja pengadaan militer Kanada disalurkan ke pemasok dari AS akan segera berakhir.
Pernyataan ini mencerminkan langkah strategis pemerintah Kanada untuk memperkuat kemandirian nasional di tengah perubahan dinamika geopolitik dan tantangan global yang terus berkembang.
Carney menyebutkan bahwa kondisi ketergantungan yang tinggi terhadap industri pertahanan Amerika ini sudah menjadi persoalan struktural yang harus segera diatasi.
“Kanada harus menjadi lebih mandiri dalam bidang pertahanan. Kami akan berusaha mengurangi ketergantungan kami pada AS dan mencari mitra alternatif untuk mendiversifikasi pengadaan militer kami,” tegas Carney dalam pidatonya.
Ia menyatakan bahwa penguatan industri pertahanan dalam negeri akan menjadi prioritas utama dalam kebijakan baru ini.
Carney juga mengingatkan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal militer, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat posisi strategis dan ekonomi Kanada di panggung internasional.
Langkah ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang semakin meningkat, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Ketidakpastian perdagangan global serta pesatnya perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), juga menjadi faktor yang mendorong perubahan kebijakan ini.
Dalam pidatonya, Carney mengajak seluruh elemen politik di Kanada untuk bersatu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Ia menekankan pentingnya kemandirian strategis untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara, serta mengurangi kerentanan terhadap pengaruh eksternal, terutama dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat.
Menurut laporan yang beredar, sebagian besar belanja modal militer Kanada saat ini masih bergantung pada industri pertahanan Amerika. Ini termasuk pengadaan peralatan tempur, sistem senjata, dan teknologi militer lainnya.
Ketergantungan ini telah berlangsung lama, namun kini mulai dianggap sebagai masalah yang perlu segera diubah untuk menjaga kedaulatan dan kemandirian pertahanan Kanada.
Carney menilai, meskipun AS adalah sekutu utama Kanada, ketergantungan yang berlebihan terhadap negara tersebut dalam pengadaan alat pertahanan dapat menimbulkan kerentanan strategis, terutama di tengah situasi global yang semakin tidak pasti.
Oleh karena itu, kebijakan baru ini bertujuan untuk mendiversifikasi mitra pertahanan Kanada, termasuk dengan memperkuat hubungan dengan negara-negara sekutu lainnya di luar Amerika Serikat.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Kanada pada satu negara atau satu pasar, sekaligus meningkatkan kapasitas industri pertahanan dalam negeri untuk memproduksi peralatan militer yang dibutuhkan oleh angkatan bersenjata Kanada.
Hal ini diharapkan akan menciptakan lapangan pekerjaan dan mendongkrak sektor ekonomi domestik Kanada.
Carney menyebutkan bahwa kebijakan pertahanan baru ini akan menjadi tonggak penting bagi negara tersebut.
“Kita harus beradaptasi dengan perubahan dunia yang sangat cepat, dan kami percaya bahwa kemandirian dalam pertahanan adalah langkah pertama yang sangat penting untuk masa depan kami,” tambahnya.
Di sisi lain, kebijakan ini juga muncul sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin canggih, seperti AI dan robotika, yang mempengaruhi cara negara-negara mengelola dan mengamankan pertahanan mereka.
Carney mengungkapkan bahwa Kanada perlu memastikan bahwa mereka memiliki kontrol penuh atas teknologi-teknologi ini untuk menjaga keamanannya di masa depan.
Kanada, sebagai negara dengan sumber daya alam yang kaya dan lokasi geografis yang strategis, berusaha untuk mengoptimalkan potensi ini melalui kebijakan pertahanan yang lebih mandiri.
Langkah ini juga dapat meningkatkan kemampuan Kanada untuk bertindak lebih independen dalam situasi-situasi kritis tanpa harus terlalu bergantung pada negara sekutu.
Tidak hanya soal penguatan militer, Carney menekankan bahwa kebijakan pertahanan ini akan mencakup langkah-langkah untuk memperkuat sektor industri dalam negeri, terutama dalam bidang teknologi dan manufaktur.
Pemerintah Kanada berencana untuk meningkatkan investasi di sektor-sektor ini, dengan harapan dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik bagi warga negara Kanada.
Meskipun demikian, Carney juga mengakui bahwa perubahan besar ini tidak akan terjadi dalam semalam.
Dibutuhkan waktu dan perencanaan yang matang untuk mengurangi ketergantungan ini dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Carney juga menekankan perlunya kerjasama dengan negara-negara sekutu yang memiliki kepentingan yang sama dalam memperkuat posisi pertahanan dan keamanan global.
Sebagai langkah awal, pemerintah Kanada akan mengevaluasi kembali kontrak-kontrak pengadaan militer yang ada dengan pemasok AS dan menjajaki kemungkinan untuk mengalihkan beberapa pengadaan kepada perusahaan-perusahaan militer dari negara-negara sekutu lainnya, serta memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri.
Carney mengakhiri pidatonya dengan mengajak seluruh rakyat Kanada untuk mendukung kebijakan ini dan bersama-sama mewujudkan kemandirian strategis yang lebih besar bagi negara mereka di masa depan.
“Ini adalah saat yang krusial bagi kita untuk berinvestasi dalam pertahanan kita sendiri dan menjamin masa depan yang aman dan stabil untuk generasi mendatang,” tutup Carney.
Keputusan ini tentu akan memengaruhi hubungan pertahanan Kanada dengan AS dalam jangka panjang, dan mungkin juga akan membawa perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Kanada di masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks.