INBERITA.COM, Jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia resmi mengumumkan daftar skuad terbaru yang akan dibawa oleh pelatih Patrick Kluivert.
Dari 28 pemain yang dipanggil, satu nama langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional—Ole Romeny kembali ke dalam skuad setelah absen panjang akibat cedera.
Striker keturunan Belanda-Indonesia itu sebelumnya mengalami cedera pergelangan kaki saat memperkuat Oxford United di ajang Piala Presiden 2025.
Kini kondisinya telah pulih sepenuhnya dan siap kembali memperkuat lini depan Garuda. Comeback ini disambut dengan antusias oleh para penggemar Timnas yang selama ini merindukan ketajaman Romeny di kotak penalti.
Kehadiran Romeny dinilai sangat krusial, mengingat kemampuannya dalam membaca ruang, insting mencetak gol yang tajam, serta pengalamannya bermain di Eropa bersama tim-tim seperti FC Utrecht dan Oxford United.
Ia dikenal sebagai penyerang dengan penyelesaian akhir yang mematikan dan selalu mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Tak hanya sekadar kembali, kembalinya Romeny juga memberi angin segar bagi skema serangan Timnas Indonesia. Kehadirannya memunculkan formasi trio baru yang menjanjikan di lini depan.
Ia akan menempati posisi sentral sebagai ujung tombak, didukung oleh Ragnar Oratmangoen di sisi kiri dan Miliano Jonathans di kanan.
Kombinasi ini disebut-sebut sebagai “trio maut” baru Indonesia, dengan keseimbangan antara pengalaman, kecepatan, dan teknik yang bisa menghadirkan kejutan dalam setiap pertandingan.
Ragnar dikenal dengan kemampuan menusuk dari sisi sayap dan visi bermain yang tajam, sementara Miliano adalah talenta muda yang terus berkembang dengan kepercayaan diri dan agresivitas tinggi.
Ketiganya dinilai memiliki potensi untuk membentuk lini serang yang eksplosif, dan bisa menjadi mimpi buruk bagi barisan pertahanan lawan, terutama menghadapi tim-tim sekelas Arab Saudi dan Irak.
Grup Indonesia kali ini memang tidak mudah. Arab Saudi adalah raksasa Asia yang langganan tampil di Piala Dunia, sedangkan Irak dikenal sebagai tim yang kuat secara fisik dan bermain dengan gaya agresif.
Namun, hadirnya amunisi baru dalam skuad Garuda membuka harapan baru bahwa Indonesia mampu memberikan perlawanan yang berarti, bahkan berpotensi mencuri poin penting dari lawan-lawan berat tersebut.
Patrick Kluivert tampaknya melihat momentum ini sebagai titik balik untuk Timnas Indonesia.
Dengan penambahan pemain-pemain yang tepat, termasuk Romeny, Indonesia kini memiliki kedalaman skuad yang lebih kompetitif dan strategi menyerang yang lebih fleksibel.
Comeback-nya Ole Romeny tak hanya menjadi kabar baik secara teknis, tetapi juga secara psikologis. Kehadirannya mampu membangkitkan semangat di dalam tim dan membakar antusiasme suporter.
Bagi Garuda Fans, kembalinya sang striker bagaikan isyarat bahwa perjuangan di kualifikasi belum berakhir—justru baru akan dimulai dengan kekuatan penuh.
Dengan komposisi lini serang yang semakin solid, Timnas Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mencetak gol dan menekan lawan sejak awal pertandingan.
Jika trio Romeny–Ragnar–Miliano mampu tampil konsisten, bukan tak mungkin Indonesia menciptakan kejutan dan mengubah peta persaingan di grup yang berat ini.
Saat ini, harapan dan optimisme kembali membumbung tinggi. Timnas Indonesia bukan hanya kembali diperkuat pemain penting, tetapi juga tampil dengan semangat baru dan strategi yang menjanjikan.
Inilah momen bagi Garuda untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi sepak bola Asia dan Dunia. (xpr)