INBERITA.COM, Anastasya Febrianty Susil, yang lebih dikenal dengan nama Tasya, berhasil meraih juara pertama pada ajang kompetisi Dangdut Academy (DA) 7.
Pada Sabtu (27/12) dini hari, Tasya yang berasal dari Tangerang Selatan berhasil mengalahkan Valen dari Pamekasan yang harus puas berada di posisi runner-up.
Begitu namanya diumumkan sebagai pemenang, Studio 5 Emtek City yang terletak di Jakarta Barat langsung dipenuhi sorakan dan teriakan kegembiraan dari para penonton.
Suasana menjadi begitu haru ketika Tasya tak kuasa menahan air mata, kemudian langsung bersujud di atas panggung. Ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa setelah melewati perjalanan panjang yang penuh tantangan dalam kompetisi Dangdut Academy 7.
“Alhamdulillah ya Allah, atas izin Allah Tasya bisa berada di sini dan mendapatkan penghargaan ini,” ucap Tasya dengan suara bergetar, penuh rasa syukur.
Sebelum pengumuman hasil akhir, Tasya mengaku telah memasrahkan segalanya kepada Tuhan. Baginya, bisa melangkah hingga babak Grand Final saja sudah merupakan sebuah kemenangan tersendiri. Tasya pun mengungkapkan rasa ikhlasnya, siap menerima apapun hasilnya.
“Mau juara satu atau juara dua, Tasya sudah ikhlas dan menerima dengan lapang dada. Alhamdulillah Allah memberikan rezeki juara satu Dangdut Academy 7,” ungkap Tasya penuh haru.
Tak lupa, Tasya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tuanya yang selalu setia mendukung dan mendoakannya.
Dalam momen yang sangat emosional itu, Tasya menyampaikan bahwa tanpa dukungan keluarga, perjalanan panjangnya untuk mencapai titik ini tidak akan terwujud.
“Tasya nggak pernah menyangka bisa sampai di titik ini. Terutama buat Mama dan Papa, terima kasih banyak karena selalu mendukung Tasya,” kata Tasya dengan penuh rasa cinta kepada kedua orang tuanya.
Kesuksesan yang diraih oleh Tasya tidak datang begitu saja. Sejak kecil, ia sudah terbiasa berada di dunia panggung. Tasya pernah menjajal berbagai bidang seni, mulai dari model dan fashion show, hingga mengasah kemampuannya dalam bidang puisi, pantomim, tari, dan pidato.
Beragam pengalaman tersebut tentu saja membentuk mental dan kepercayaan dirinya, yang sangat membantu saat tampil di depan publik.
Dunia tarik suara mulai dikenalnya sejak usia lima tahun. Namun, genre dangdut bukanlah genre pertama yang ia cintai. Awalnya, Tasya lebih sering membawakan lagu-lagu pop. Barulah kemudian, ia memutuskan untuk serius mendalami musik dangdut.
Namun, perjalanan Tasya tidak selalu mulus. Pilihan untuk mendalami musik dangdut tidak selalu mendapat sambutan positif dari banyak orang.
Tasya mengaku sempat mengalami perundungan karena sering membawakan lagu-lagu dangdut. Tekanan tersebut membuatnya bahkan sempat berhenti sejenak dari dunia tarik suara.
Meskipun demikian, semangat Tasya tak padam. Dengan dukungan keluarga dan keteguhan hatinya, ia bangkit dan melanjutkan perjuangan.
Kemenangan Tasya di Grand Final Dangdut Academy 7 menjadi bukti bahwa kegigihan dan keberanian untuk bertahan dalam kondisi yang sulit akhirnya membuahkan hasil manis.
Tasya kini berhasil menaklukkan panggung Dangdut Academy 7 dan keluar sebagai juara pertama, membuktikan bahwa ia bisa bangkit meski menghadapi banyak tantangan.
Perjalanan panjang ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan keteguhan hati akan selalu membuahkan hasil yang manis. Kemenangan ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang yang pernah merasakan perundungan atau tekanan dari orang sekitar untuk terus berjuang dan tidak pernah menyerah.
Setelah memenangkan kompetisi ini, Tasya tidak hanya berbicara tentang kesuksesan yang diraihnya, tetapi juga memberikan pesan penting bagi para penggemarnya.
“Jangan pernah takut untuk menjadi diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang luar biasa. Terus berusaha dan jangan pernah menyerah,” kata Tasya, memberi semangat kepada banyak orang.
Dengan kemenangan ini, Tasya kini menjadi bintang baru dalam dunia dangdut Indonesia. Perjuangannya yang panjang, dari menghadapi perundungan hingga akhirnya sukses di DA 7, menjadikannya salah satu idol dangdut yang patut diperhitungkan di industri musik Tanah Air. (*)